Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Meski Bangunan Hampir Rubuh, Rugaya Tetap Istiqamah Mengajarkan Al-Qur’an

Terdengar semangat anak-anak membaca Al-Qur’an dari gubuk reot beratap seng berkarat yang hampir ambruk. Dengan penuh kesabaran, Ibu Rugaya (49 tahun) meluruskan bacaan yang salah. Suasana khusyu tersebut tiba-tiba buyar begitu mitra lapang BWA Ustadz Arifuddin Anwar bersama tim berdiri di depan pintu yang terbuka sambil mengucapkan salam, Ramadhan 1438 H di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Ibu Rugaya saat menerima Ustadz Arifudin Anwar

Setelah menjawab salam dan mengetahui maksud kedatangan tim, Rugaya pun terkesima. Sembari menerima 20 Al-Qur’an dan 10 buku Iqra wakaf, janda dua anak tersebut meneteskan air mata haru. Karena tidak menyangka ternyata ada saudara-saudara seiman dari Jakarta yang peduli.

Dengan istiqamah, Rugaya mengajar ngaji anak-anak warga sekitar. Di rumah tua yang di jadikan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) ini merupakan satu-satunya peninggalan sang suami yang meninggal sejak 2012. Selain menjadi TPA, rumah tersebut menjadi tempat tinggal Ibu Rugaya bersama dua orang cucu sambil mengabdi mengajar ngaji tanpa dibayar tanpa honor satu rupiah pun.

Keseharian Ibu Rugaya memintal benang untuk membuat sarung adat Adonara

Penghasilannya dari menenun sarung adat Adonara hanya cukup untuk makan sehari-hari sehingga tidak ada alokasi untuk merenovasi Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) yang juga tempat dia tinggal. Tak dapat dibayangkan, bila datang angin kencang dapat membahayakan pengajian anak-anak dan keluarga Ibu Rugaya.

“Saya hanya sendirian De, tak ada yang memperhatikan kami, Alhamdulillah kalian datang ini saya tidak bisa balas, semoga Adek bisa cari jalan bantu kami,”  ungkap Rugaya.

Suasana belajar Al Qur'an di TPA yang dibina Ibu Rugaya

Untuk mengurangi beban Ibu Rugaya, melalui program Wakaf Khusus (WK), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berwakaf untuk membanguna TPA ini agar aman dan layak digunakan. Bangunan yang sudah lapuk itu akan dirobohkan lalu dibangun rumah tembok dengan atap seng atau atap baja ringan.

Untuk itu dimohon kerelaan Anda semua untuk membantunya dengan doa dan dana. Sehingga mulai November 2017 proyek wakaf ini terealisasi. Ibu Rugaya bisa tetap mengajar mengaji dan kita semua dapat pahala yang mengalir terus selama rumah renovasi tersebut berdiri. Aamiin.[]   


Nilai Wakaf yang Diperlukan:

Rp. 200.000.000,- (material bangunan dan akomodasi pembangunan rumah seluas 6 X 10 meter)


Mitra Lapang:

Ustadz Arifuddin Anwar

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.