Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Meski Sudah Kerja Lelah, Wiwin tetap tak Mampu Bayar Kuliah, Ayo Bantu!

BWA-IB. Jualan pulsa, jaga warnet, mocok (pengganti sementara selama musim lebaran) mengasuh bayi pernah Wiwien Ambarwati jalani. Yang penting bagi mahasiswi semester 8 Universitas PGRI Semarang tersebut tetap ada pekerjaan halal agar kuliahnya bisa berjalan, membayar kos dan makan sehari-hari, walaupun mengorbankan kesempatannya pulang kampung saat lebaran.

BWA-IB. Wiwin Jualan Pulsa Utk Biaya Kuliah

Wiwin Ambarwati, saat ditemui partner lapang BWA di kediamannya menunjukan beberapa voucher pulsa yang dijualnya.

Pada musim libur lebaran tahun ini pun, warga  RT 2 RW 6, Kadipiro, Jumapolo, Kab. Karanganyar, tidak pulang kampung lagi. Lantaran ia bekerja di sebuah rumah makan di Jalan Raya Mangkang Km 12 Semarang.

“Aku bekerja selama seminggu  sebagai karyawan infal di saat yang lain menyibukkan diri dengan persiapan Idul Fitri, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan,” ungkapnya.

Dengan bekerja sepuluh jam perhari, ia mengira tak kan terlalu sulit, tapi ternyata capeknya bukan main. Banyak tamu berdatangan, karena waktu itu resto ini satu-satunya rumah makan yang tetap buka saat suasana lebaran.

“Dengan bayaran Rp 40.000 per hari rasanya tak sebanding dengan lelahnya, tak cukup untuk membeli hari Idul Fitriku bersama keluarga. Tapi inilah hidupku, aku tak seperti teman-temanku yang punya segalanya, yang bisa melakukan apapun yang mereka suka,” ujar gadis kelahiran Karanganyar, 3 April 1991.

Hasil kerja selama seminggu Rp 280.000, ia gunakan untuk membayar kost bulanan Rp. 200.000 dan sisanya untuk keperluan lain.

Kemudian di sela-sela aktivitas kuliah, ia mengajar les privat seorang anak kelas 6 SD, seminggu tiga kali dengan bayaran Rp 20.000 sekali pertemuan. Kadang, ia juga membantu tetangga membersihkan rumah atau menimbang gula/minyak/gandum di warungnya.

“Aku sudah terbiasa kerja serabutan, sekali kerja Rp 10.000  tak tentu dan tak banyak memang, tapi inilah yang bisa aku lakukan,” ungkap anak yatim tersebut.

Capek? Pastinya. Namanya manusia pasti merasakan capek dengan keadaan ini. Namun Wiwin adalah orang yang selalu bersemangat memperjuangkan masa depannya, yang mungkin akan menjadi masa depan negeri ini. Mempunyai andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, itulah impiannya sebagai mahasiswi PGRI.

Saat ini, ia tengah kebingungan untuk menutupi biaya kuliah semester tujuh dan delapan serta biaya KKN dan PPL yang menurut ukurannya sangat besar. Melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin mendonasikan sebagian hartanya untuk meringankan beban gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut. Dan semoga Allah SWT memudahkan urusan kita semua di akhirat kelak lantaran telah membantu sesama.[] 

Donasi yang diperlukan:

Rp 4.200.000,- (sisa tunggakan semester 7 Rp 825 ribu, semester 8 Rp 1,975 juta, KKN Rp 650 ribu, PPL Rp 650 ribu).

Mitra lapang:

Elis Roifah

Meski Sudah Kerja Lelah, Wiwin tetap tak Mampu Bayar Kuliah, Ayo Bantu!

Biaya Kuliah Sudah Dilunasi, Wiwin Bisa Fokus Skripsi

BWA-IB. Melalui pesan singkat, Wiwin Ambarwati mengucapkan rasa terima kasih kepada kaum Muslimin yang telah berdonasi untuk melunasi biaya kuliahnya. “Terima kasih banyak, semoga Allah membalas kebaikan Bapak Ibu Saudara Saudari semua dengan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar mahasiswi semester delapan Universitas PGRI Semarang, Ahad (8/2).

IB - Wiwin

Sebelumnya, meski sudah kerja lelah, Wiwin tetap tak mampu bayar kuliah. Jualan pulsa, jaga warnet, mocok (pengganti sementara selama musim lebaran) mengasuh bayi pernah ia jalani. Pada musim libur lebaran 2014 pun, warga  RT 2 RW 6, Kadipiro, Jumapolo, Kab. Karanganyar, tidak pulang kampung lagi. Lantaran ia bekerja di sebuah rumah makan di Jalan Raya Mangkang Km 12 Semarang.

Di sela-sela aktivitas kuliah, ia mengajar les privat seorang anak kelas 6 SD, seminggu tiga kali. Kadang, ia juga membantu tetangga membersihkan rumah atau menimbang gula, minyak, gandum di warungnya. Namun penghasilannya tetap saja minim.

Maka, betapa senangnya gadis kelahiran Karanganyar, 3 April 1991, begitu mendapat donasi pada 16 Januari 2015 dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Indonesia Belajar (IB). Tak membuang waktu, Wiwin segera melunasi uang kuliah semester tujuh dan delapan serta biaya KKN dan PPL. Sehingga, ia kini bisa fokus pada penyusunan skripsi dan mempersiapkan diri untuk sidang akhir.

Semoga Allah SWT lancarkan cita citanya untuk menjadi seorang guru dan semoga Allah SWT memudahkan urusan kita semua di akhirat kelak lantaran telah membantu sesama. Aamiin.[] 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.