Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Muslim di Pulau Timor hanya Menonton Tamu yang Shalat

Miris bila melihat kehidupan umat Islam di pedalaman Pulau Timor. Meski masjid ada tetapi hanya difungsikan untuk tempat berkumpul-kumpul saja. Umat banyak yang belum tahu shalat. Jadi bukannya ikut berjamaah, jika ada tamu yang shalat mereka hanya menonton.

Alhamdulillah, belakangan ini anak-anak mereka mulai bersekolah agama dan pesantren sehingga madrasah-madrasah pun mulai bermunculan. “Sayangnya fasilitas belajar seperti Al-Qur’an dan Iqra’ sangat kurang bahkan di masjid-masjid pedalaman hampir tidak dijumpai Al-Qur’an kecuali kitab-kitab yang sudah lusuh. Maklumlah keadaan ekonomi warga setempat yang masih di bawah garis kemiskinan. Bagaimana mau beli Al-Qur’an untuk makan saja susah. Kemudian kalau mau beli juga harus ke mana?” lapor mitra lapang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Ustadz Arifuddin Anwar usai survei lokasi, Jum’at, 22 Desember 2017.  

Terungkap fakta pula, warga setempat menganut Islam pun dengan latar belakang mualaf maka sudah dapat dipastikan Al-Qur’an adalah harta langka di rumah mereka. “Apa jadinya ke depan jika rumah-rumah Muslim ini tak ada Al-Qur’an dan justru banyak anjing peliharaan meraung sementara dengungan bacaan Al-Qur’an sepi sekali?” beber Pimpinan Ponpes Ikhwatul Mukminin Adonara, NTT tersebut.

Pulau Timor sebagai salah satu pulau terbesar di propinsi paling Selatan dari gugusan Pulau Jawa ke timur Indonesia yakni NTT, juga ditempati pula warga negara Timor Lorosai yang lebih dikenal dengan Timor Leste. Mayoritas penduduk pulau ini beragama Kristen Protestan kemudian diikuti Katolik yang dalam penyelenggaraan ritualnya masih sangat dominan dipengaruhi adat tradisi setempat yang animisme.

Islam masuk ke Pulau Timor dibawa oleh para imigran yang bekerja di sana. Islam mulai diterima luas sejak raja-raja kecil setempat memeluk Islam pada 1960-1970-an. Namun seiring dengan pekerja yang kembali ke kota asalnya, pembinaan terhadap warga pun terbengkalai.

Selain di pedalaman Pulau Timor, daerah pesisir pantai juga banyak dihuni penduduk Muslim, di antaranya adalah di pesisir Sulamu, Toblolong, Naikliu, dan Babau. Pulau Pasir depan Kupang yakni Pulau Kera juga banyak umat Islamnya. Mereka umumnya komunitas Bajo atau yang dulu dikenal sebagai sang pengembara manusia laut. Mereka hidup berhimpit himpitan dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

“Kegemaran mereka membaca dan mengajarkan Al-Qur’an luar biasa. Anak-anak mereka banyak sekali dan nampak siang menjelang sore mulai menuju ke tempat tempat pengajian. Sayangnya Al Qur’an mereka sangat kurang. Iqra’ pun demikian. Anak-anak itu harus mengantre untuk membaca karena keterbatasan Al Qur’an. Kondisi seperti ini pun hampir sama di berbagai tempat di pulau Timor ini,” beber Ustadz Arifudin.

Di Pulau Kera ini mereka membeli Al-Qur’an ke Kota Kupang dengan menyeberang laut, itu pun kalau persediaannya ada. Berjalan hampir seharian ke kota terus di toko tak ada Al- Qur’an bagi orang awam sangat mengecewakan dan menyulitkan.


Al-Qur’an Roadtrip

Untuk itu, Badan Wakaf Al-Qur’an berencana mengadakan proyek Al-Qur’an Roadtrip ke Pulau Timor dan Pulau Kera dengan menargetkan mendistribusikan sekitar 40 ribu Al-Qur’an wakaf plus 20 ribu buku Iqra’ wakaf.

Untuk Pulau Timor, Al-Qur’an akan didistribusikan ke Kabupaten Timor Tengah Utara yakni daerah Kefamenafu. Kabupaten Belu yakni Atambua sampai Atapupu. Kabupaten Kupang yakni Camplong, Tarus, Manikin, Lasiana. Kota Kupang yakni Kampung Solor, Oeba, Oesapa, Air Mata, Oebufu, Namosain, Meleset, Wali Kota.

Juga bila memungkinkan, distribusi Al-Qur’an akan menembus wilayah negara Timor Leste yakni ke Kota Dili. Karena semua wilayah ini umumnya mualaf dan sangat sulit mendapat Al-Qur’an karena persediaan di pasar terbatas sekali.

Termasuk dalam proyek ini juga, Ustadz Arifudin akan menjadi motor penggerak pembinaan dan pengiriman da’i ke Pulau Timor melalui program dauroh, pelatihan guru TPA, pembinaan da’i dan mubaligh serta pengiriman dan pembiayaan da’i lokal untuk melaksanakan pembinaan.

Rencananya secara bertahap Al-Qur’an akan mulai didistribusikan Maret 2018. Targetnya sebelum Ramadhan 2018, semua Al-Qur’an yang ditargetkan sudah terdistribusi semua. 

Anda dapat berpartisipasi walau dengan satu eksemplar wakaf Al Qur’an, Insya Allah Al-Qur’an wakaf Anda akan bermanfaat untuk menjaga akidah dan menumbuhkan semangat saudara-saudara kita yang ada di pedalaman dan pesisir Pulau Timor dan Pulau Kera.

Ingat, membaca satu huruf Al-Qur’an diganjar dengan 10 kebaikan, tentunya sebagai mualaf membaca Al-Qur’an tidak hanya sekali, namun berkali-kali sampai mereka paham dan bisa. Tentunya pahalanya akan besar sekali. Untuk itu Anda harus ikut!


Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 4 miliar (40 ribu Al-Qur’an wakaf dan pembinaan plus 20 ribu buku Iqra’)

Partner Lapang:

Ustadz Arifudin Anwar  

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.