Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Muslim Rohingya Kembali Memanggil Kita

Setelah dianggap penduduk ilegal melalui undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah Myanmar tahun 1982, muslim Rohingya tercatat sudah berkali-kali mendapatkan perlakuan keji dari pemerintah dan para biksu.

Ribuan nyawa melayang tak terkecuali anak-anak. Wanita muslimah diperkosa, masjid dan  perkampungan mereka dibakar dan dihancurkan. Kendati peristiwa memilukan ini terjadi berulang kali, tak ada satu tentara muslimpun yang bisa melindungi nyawa mereka. Bahkan tentara perdamaian PBB diam seribu bahasa.

Rohingya

Pengungsi Rohingya (Foto : Mohammad Ponir Hossain/REUTERS)

Mereka yang berhasil selamat dari kekejaman ini, harus berjuang  menembus hutan belantara, menyebrangi luasnya lautan dan melewati kawat-kawat berduri perbatasan untuk mendapat perlindungan dari negara tetangga. Namun sayang, Bangladesh sebagai negara tetangga, sudah lama tak mau menerima kehadiran mereka.

Rohingya

Pengungsi Rohingya Melewati Kawat Berduri

(Foto : Mohammad Ponir Hossain/REUTERS)

Bagi Muslim Rohignya, dunia yang begitu luas memang terasa sempit. Ditanah kelahirannya mereka diusir dan dibantai, sementara di negara lain tidak diterima. Akhirnya mereka hidup di tempat-tempat pelarian.

Melalui kejadian ini, Allah SWT hendak menguji iman kita, menguji rasa persaudaraan kita dengan muslim Rohingya. Maka dari itu Badan Wakaf Al Quran mengajak seluruh kaum muslimin untuk membantu meringankan beban mereka.

Semoga harta yang kita sedekahkan untuk mereka menjadi saksi dihadapan Allah SWT, bahwa  kita tidak mengabaikan muslim Rohingya dan semoga dapat meringankan siksa di akhirat kelak.

 

Partner Lapang : Hari Moekti Media Center (HMMC)

Donasi Yang Dibutuhkan : Tidak Terbatas.

 

Sumber foto : Kumparan.com

Muslim Rohingya Kembali Memanggil Kita

Update # 1. Derita Muslim Rohingya Belum Berakhir

Berita tentang pembantaian muslim Rohingya, memang tidak seramai dua pekan lalu.  Derasnya arus informasi silih berganti, sehingga berita tentang Rohingya  tertutup oleh berita yang lain. Tapi penderitaan mereka belumlah berakhir.

Pengungsi Rohingya

(Kondisi Para Pengungsi Rohingya/Getty Images)

Sampai saat ini, para pengungsi masih terus berdatangan ke Bangladesh ada juga yang ke Thailand namun tidak diterima. Mereka berlayar menggunakan perahu nelayan yang penuh sesak  berdesak-desakan karena melebihi kapasitas. 

Kita bisa bayangkan, betapa menderitanya mereka saat menyebrangi sungai dan lautan. Terutama anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Mereka kehujanan dan kepanasan bahkan terancam tenggelam. Setelah sampai diperbatasan negara tetangga, mereka juga harus menghadapi pengusiran.

Menurut data PBB seperti dilansir sindonews.com (29/09), jumlah pengungsi mencapai 500.000 lebih. Bahkan Deputi juru bicara PBB, Farhan Haq mengatakan dikombinasikan dengan pengungsi yang melarikan diri sebelumnya, jumlah total Rohingya di Bangladesh diyakini lebih dari 700.000 orang. Ditempat pengungsian yang kumuh dan sanitasi yang buruk, pengungsi juga  rentan terkena penyakit.

Untuk memulihkan kondisi fisik dan kejiwaan para perungsi diperlukan waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) siap menyalurkan donasi anda untuk muslim Rohingya. Semoga apa yang kita berikan bisa mengurangi penderitaan mereka.

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.