Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Terpencil di Laut Lepas, Warga Batuatas Butuh Al-Quran dan Pembinaan

Terpencil di Laut Lepas, Warga Batuatas Krisis Al-Qur’an dan Pembinaan

Pulau Batuatas adalah terpencil di tengah laut lepas yang berjarak sekitar 145 mil dari Pulau Adonara. Satu-satunya cara agar Anda dapat menggapai kecamatan terujung Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara tersebut  dengan ---moda transportasi  umum yang tersedia adalah---  menumpang kapal kayu bermesin engkol untuk melakukan perjalanan laut hampir 20 jam dengan kecepatan 6 sampai 7 mil.

Saat musim timur tenggara seperti ini perjalanan sangat melelahkan dan memabukkan karena diterpa gelombang samping yang tingginya 2 sampai 4 meter sepanjang jalan. “Kami tak sempat lagi memasak karena gelombang datang bertubi-tubi sehingga tidak nyaman bekerja maka terpaksa kami bersahur dan berbuka puasa hanya dengan makan biskuit. Beruntung kami mengendarai Kapal Dakwah Nelayan bermesin 6 selinder wakaf dari Anda semua melalui BWA yang lumayan aman untuk berlayar,” ungkap Ustadz Ariefuddin Anwar, mitra lapang BWA saat survei Ramadhan 2017 lalu.

Ustadz Arifudin sedang menunjuk Pulau Batuatas, sesaat sebelum rombongan sampai di pulau tersebut

 

Masya Allah, benar-benar pulau batuan cadas yang sendirian yatim piatu di laut lepas namun masih  juga ditempati manusia. Sesampainya di pantai Batuatas, Pimpinan Ponpes Ikhwanul Mukminin, Adonara, NTT tersebut pun segera menurunkan sekoci dan meluncur ke darat untuk melapor diri pada pemerintah setempat sekalian bersosialisasi.

“Antusias umat atas kehadiran kami sangat memuaskan. Kami sempat mengisi tushiah dalam rangkaian safari Ramadhan 1438 H ini sembari melaksanakan survei kebutuhan Al-Qur’an,” ungkapnya.  Masyarakat Batuatas mayoritas Muslim yang berasal dari Buton Cia-cia dengan mata pencaharian umumnya nelayan dan sebagian lain mengadu nasib di perantauan.  

Pak Berani Dusu (Kapten Kapal Armada)

Di pulau yang berpenduduk sekitar 10 ribuan jiwa ini masjid-masjidnya kekurangan Al-Qur’an. Keadaan semacam ini tak bedanya dengan kepulauan lain di Wakatobi (singkatan dari Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko) dan bahkan hampir di seluruh wilayah Buton. Sulitnya mendapatkan Al-Qur’an karena stok di pasaran sangat kurang dan tentu tidak kalah pentingnya adalah jarak jangkauan yang sangat jauh dari kota.

“Hal ini yang membuat kami prihatin dan berupaya menjangkau wilayah ini. Kami berharap suatu saat semua keluarga Muslim dan generasinya di Indonesia Timur gemar membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an semakin mudah diperoleh,” ujarnya.

Tak ubahnya Batuatas, pulau-pulau di Kepulauan Buton lainnya pun mengalami nasib yang sama. Salah seorang warga Batuatas bernama Labudu yang baru pulang dari Pulau Binongko-pun mengatakan demikian, “di sana Al-Qur’an sangat susah dan kurang sekali. Kami mau pakai tadarus juga kurang. Kalau Ustadz bisa membagikan Al-Qur’an di sana tentu amat menyenangkan.”

Kondisi Al Qur'an di pulau Batuatas

Karena keindahan dasar lautnya yang menjadi rumah bagi 900 jenis spesies laut dan 25 jenis terumbu karang, Wakatobi kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.  “Dan ini akan sangat berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat setempat. Jika Al-Qur’an dan pembinaan tidak digalakkan, boleh jadi umat akan semakin mudah terjerembab dalam budaya yang tidak islami,” simpulnya.

Anak-anak Batuatas yang ingin mendengar tausyiah dari Ustadz Arifudin

 

Oleh karena itu, melalui Proyek Al-Qur’an Roadtrip 99 Pulau Terpencil: Distribusi Pulau Batuatas, Binongko, Tomia,  Lintea Tiwolu, Kaledupa, komponaone, Kambode, Wangi wangi, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membuka kesempatan kepada Anda untuk beramal shalih dengan menawarkan wakaf 5000 Al-Qur’an dan 2000 Iqra’ di 102 desa  Kepulauan Buton, Propinsi Sulawesi Tenggara, yang insya Allah  direncana akan dilaksanakan Oktober 2017.

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

5000 Al Qur’an + 2000 Iqra' @ Rp. 100.000,- = Rp. 500.000.000.- (Lima Ratus Juta Rupiah)

Partner Lapang:

Ustadz Arifuddin Anwar | Arief Mitra Group – Yayasan Al Furqon Adonara

Terpencil di Laut Lepas, Warga Batuatas Butuh Al-Quran dan Pembinaan

Update #1. Perjalanan Distribusi Al Qur’an di Sekitar Pulau Batu Atas

 

Selasa 3 Maret 2018 tim BWA, Alimudin Baharsyah bersama satu orang kameramen Suryana bertolak dari Bandara Cengkareng Soekarno Hatta menuju Bandara Kota Baubau Sulawesi Tenggara pukul 08.15 WIB. Kami tiba di Baubau pukul 13.30 WITA setelah sebelumnya transit di Makassar.

 

WAP BATU ATAS

(Penyerahan Al-Qur'an wakaf secara simbolis oleh Dir. Ops BWA, Ust. M. Ichsan Salam kepada Pj. Wali Kota Baubau, Bpk. Hado Hasina di Islamic Center Baubau)

Cuaca di Baubau sangat panas lebih dari Jakarta, mungkin karena kami baru pertama kali menginjakkan kaki di Baubau dan belum terbiasa dengan konsdisi cuacanya. Sampai menjelang pukul 17.00 WITA udara masih terasa panas.

Awal mula BWA membuat proyek Al Qur’an Road Trip Pulau Batu Atas – Buton Selatan-Sulawesi Tenggara karena tahun lalu, Partner Lapang BWA di Indonesia Timur, Ust. Arifudin Anwar berkunjung ke Buton Selatan atas permintaan salah seorang temannya yang baru pulang dari Batu Atas. Menurut pengakuan temannya tersebut, mereka cukup sulit menemukan Al Qur’an di pulau Batu Atas. Jika ada pun jumlahnya sangat sedikit dan sudah tidak layak pakai.

WAP BATU ATAS

(Anak-anak TPA di Pulau Kadatua-Buton Selatan sedang membaca Al-Qur'an wakaf )

Al Qur’an Wakaf, pertama kali didistribusikan di Kota Baubau sebagai pusat kesultanan Buton. Distribusi Al Qur’an secara simbolis diserahkan kepada oleh Direktur Operasional BWA Ust. M. Ichsan Salam kepada Penanggung jawab Wali Kota Baubau Bpk Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT. sekaligus acara Tabligh Akbar pada rabu 4 April 2018 pukul 20.00 WITA diisi oleh Ust. Hari Moekti di Islamic Center Baubau. Kegiatan distribusi Al Qur’an wakaf ini mendapat dukungan dan tangggapan khusus dari Sultan Buton ke-40 dr. H. LM Izat Manarfa. Beliau mendukung kegiatan Badan Wakaf Al Qur’an menyebarkan Al Qur’an wakaf. Beliau menghimbau kepada seluruh kaum muslimin untuk berlomba-lomba dalam berwakaf, karena pahalanya akan terus mengalir walau kita telah meninggal.

WAP BATU ATAS

(Warga Pulau Bati Atas - Buton Selatan antusias membaca Al-Qur'an wakaf dari para wakif yang diberikan melalui BWA)

Kamis 5 April 2018 siang, tim BWA bersama Ust. Arifudin Anwar mulai mendistribusikan al Qur’an wakaf ke berbagai Masjid, Majelis Taklim, TPA dan pesantren yang ada di Kota Baubau.

Kamis pagi tim BWA juga sempat bertemu dengan Bupati Buton Selatan, Bpk Agus Feisal Hidayat, S.Sos., M.Si. Dalam kesempatan itu kami menyampaikan rencana penyebaran di beberapa pulau di kab. Buton Selatan. Beliau sangat mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan program beliau yaitu tahfidz qur’an di sekolah baik negeri maupun swasta. Beliau juga mengapresiasi BWA karena dengan kegiatan ini mengingatkan kaum muslimin tentang penyebaran Islam di kepulauan Buton, khususnya di Buton Selatan oleh Syekh Abdul Wahid.

WAP BATU ATAS

(Salah satu Tim BWA sedang membantu loading Al-Qur'an dari kapal laut pengangkut Al-Qur'an di Jembatan Batu - Baubau)

Alhamdulilah 1500 al Qur’an telah kami distribusikan di BauBau dan sekitarnya.

Setelah mendistribusikan al Qur’an di Kota-kota BauBau, Jumat 6 april 2016 siang, kami mendistribusikan al Qur’an ke Pulau Kadatua yang kami tempuh dengan kapal laut sekitar 2 jam perjalanan.

Setelah tiba di Pulau Kadatua, kami disambut langsung oleh Pak Camat Kadatua Bpk. Ediruddin S.Sos, tim langsung menuju masjid dimana masyarakat sudah menunggu kedatangan kami. Bukan hanya orangtua, anak-anak juga turut hadir dalam acara serah terima Al Qur’an itu. Masyarakat yang hadir dari 10 desa se kecamatan kadatua.

Al Qur’an dibagi ke masjid, Majelis Taklim, Pesantren yang ada di Kecamatan Kadatua. Sebagian besar warga yang hadir juga mendapatkan al Qur’an. Selain itu Ust. Arifudin juga  mengajarkan al Qur’an kepada warga di Desa Kadatua setelah acara serah terima Al Qur’an.

Sabtu pagi 7 April 2018, kami melanjutkan perjalanan untuk mendistibusikan Al Qur’an di Pulau Siompu Barat. Kami menempuh waktu 1,5 jam perjalanan laut. Kami disambut hangat langsung oleh Camat Siompu Barat Bpk. La Maali. Siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Siompu Timur dengan waktu tempuh 1 jam. Pembagian Al Qur’an di Siompu Timur sampai waktu maghrib tiba.

Minggu dini hari pukul 02.00 WITA, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Batu Atas sebagai pulau tujuan akhir kami dalam Al Qur’an road trip ini. Perjalanan ke Batu Atas terkenal dengan gelombangnya yang tinggi. Menurut Penangung jawab Walikota Baubau, Pulau Batu Atas itu seperti Nusa kambangan di Pulau Jawa. Jaraknya sangat jauh dari Kota Baubau. Diperlukan waktu tempauh sampai 6 jam lebih.

Setelah selesai di Batu Atas, kami ikut bersama kapal ke Pulau Adonara NTT dengan jarak tempuh 17 jam perjalanan laut. Selanjutnya kami pulang melalui Bandara Larantuka NTT.

Kedatangan Badan Wakaf Al Quran yang membawa ribuan Al Qur’an, menurut mereka adalah berkat dan rahmat dari Allah swt yang tidak ternilai hargannya. Mereka yakin dengan Al Qur’an ini keimanan dan ketakwaan mereka akan bertambah kepada Allah. Sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Allah, warga di Pulau Siompu Timur dan Pulau Batu Atas sujud syukur bersama. Ini adalah salah satu Al Qur’an terbanyak yang pernah masuk di pulau mereka bahkan yang terbesar.

BWA berencana akan mendistribusikan Al Qur’an wakaf sebanyak 50.000 Al Qur’an untuk kepulauan Buton. Meliputi buton selatan, Baubau, Buton Tengah, Buton Timur, Wakatobi dan Kabupaten Buton yang lain. Harapannya satu Keluarga mendapatkan satu Al Qur’an. Ini kesempatan untuk para wakif mewakafkan Al Qur’an. Setiap huruf yang mereka baca dan amalkan akan mengalirkan pahala yang abadi walaupun kita telah tiada. Wakaf Al Qur’an dari anda sangat diharapkan mereka.

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.