Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Tumor Tak Kunjung Diobati, Shintia, Anak Buruh Bangunan, Putuskan Behenti Sekolah

 

Saat ditemui Ibu Noor, partner lapang BWA, Shintia Wijaya(15 tahun) mengaku ingin berobat agar bisa sekolah lagi seperti teman-temannya yang lain. Seharusnya, sekarang dia duduk di kelas delapan. Shintia terpaksa berhenti sekolah waktu kelas lima, karena kepalanya sering merasa sakit saat belajar.

Shintia dan septian

(Shintia Bersama Adinya, Muhammad Septiansyah)

Anak dari pasangan Zaenuri (50 tahun) dan Sri Wanti (45 tahun) warga Kp. Parakan Jati, Desa Susukan, Kec. Bojong Gede-Bogor, menderita tumor sejak bayi di kepala bagian atas. Karena alasan biaya, Shinti    a urung dioperasi. Hingga sekarang tumor itu sebesar telur ayam. Bentuk tumornya seperti segenggam daging yang ditempelkan di atas kepala.

Jika penyakitnya kambuh, Shintia sering merasakan  sakit kepala. Rasa sakit itu ia alami selama bertahun-tahun. Sempat beberapa kali dibawa ke Puskesmas setempat, tapi pengobatannya sering putus di tengah jalan karena kehabisan dana.

Zaenuri, ayah Shintia, sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kadang 500 ribu kadang 700 ribu perbulan, tergantung dari banyaknya pekerjaan. Uang itu hanya habis untuk bayar kontrakan dan makan, sehingga mereka kesulitan mengobati penyakit anaknya itu.

Shintia

(Penampakan Tumor di Kepala Shintia)

Pernah beberapa kali mengajukan pembuatan BPJS gratis namun sampai sekarang belum dapat. Akhirnya mereka hanya mendiamkan penyakit anakya tersebut.  Zaenuri dan Sri Wanti ingin sekali membawa anak mereka berobat ke rumah sakit agar bisa kembali ke sekolah.

Belumlah sembuh penyakit Shintia, kini adiknya Muhammad Septiansyah (6,5 tahun) yang duduk di sekolah Taman Kanak-kanak juga terpaksa berhenti sekolah karena kelenjar getah bening yang terus membengkak. Pernah dibawa ke puskesman dan disarankan untuk operasi, namun keluarga itu kembali memutuskan untuk berhenti berobat karena alasan biaya.

Septiansyah

(Benjolan Kelenjar di Leher M. Septiansyah)

Di Indonesia masih banyak orang yang kurang mampu tidak mendapatkan hak sehat mereka karena alasan biaya termasuk keluarga Bapak Zaenuri dan Ibu Sri Wanti, Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak seluruh kaum muslimin untuk berdonasi dalam program sedekah kemanusian, agar kedua anak malang tersebut bisa segera diobati dan kembali ke sekolah.

Semoga segala pengorbanan para donatur semua, Allah catat sebagai amal baik yang terus mengalirkan pahala, dan mencegah kita dari malapetaka dunia dan akhirat.

Partner Lapang : Ibu Noor

Donasi yang dibutuhkan : 135.000.000,- (Perkiraan biaya pengobatan dan perawatan Shintia dan M. Septiansyah)


 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.