Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus

Wakaf Ketinting Fiberglass Bantu Nelayan Muslim NTT Lebih Mandiri

Wakaf Ketinting Fiberglass Bantu Nelayan Minoritas Muslim NTT Lebih Mandiri

Kekayaan Laut Flores sangat berlimpah termasuk ikan-ikannya. Sayangnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyejahterakan warga pesisir pantai Flores Timur. Salah satu kendalanya keterbatasan sarana menangkap ikan.

Ketinting tradisional terbuat dari kayu, kapasitas hanya menampung ikan tangkapan 100 kg

Minoritas Muslim di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut umumnya hanya menggunakan ketinting. Ketinting merupakan perahu tradisional bermotor untuk menangkap ikan. Biasanya perahu ini terbuat dari kayu dan hanya mampu mengangkut beban sebanyak 100 Kg. Sehingga nelayan tidak bisa mengambil lebih dari itu karena perahu akan karam jika kelebihan beban.

Biaya operasional juga tinggi, terutama konsumsi BBM untuk mesin kapal. Sehingga hasil penjualan tangkapan ikan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Sedangkan yang tidak punya ketinting, penghasilannya lebih minim lagi karena harus bagi hasil dengan pemilik kapal. Mereka yang tidak memiliki ketinting tersebut di antaranya adalah Daeng Manabe (44 tahun) warga Desa Adonara; Abdul Latif (55 tahun) dan Abdul Wahid (34 tahun) keduanya warga Kampung Binongko Desa Sagu.

Namun ghirah keislaman ketiga warga Kecamatan Adonara,  Kabupaten Flores Timur, NTT, cukup tinggi sesibuk apa pun tetap shalat lima waktu dan mengajar mengaji bahkan Daeng Manabe menjadi marbot masjid.

Ketinting modern terbuat dari Fiberglass, dibuat di lokal NTT oleh Pak Ibrahim yang belajar membuat ketinting Fiber di Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

 

Untuk membantu mereka lebih mandiri, melalui program Wakaf Khusus (WK) Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berwakaf ketinting yang terbuat dari kaca serat (fiberglass). Kapal yang berukuran panjang 5 meter dengan lebar 90-100 cm tersebut dirancang mampu menampung beban sampai 500 Kg.

Kapal fiber ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan kapal ketinting kayu. Karena dengan konsumsi volume bahan bakar yang sama dapat menampung beban. Kapalnya lebih ringan sehingga mudah bergerak di laut untuk menangkap ikan disamping mudahnya perawatan kapal fiber daripada kapal kayu. Dan yang paling penting model kapal ketinting fiber ini sangat cocok untuk perairan laut di sekitar Pulau Adonara tersebut.

Kapal ini akan dikelola oleh Ustadz Arifudin Anwar selaku Nadzir Wakaf dari kapal-kapal ketinting ini. Hasil melaut dari nelayan yang menggunakan kapal ketinting ini akan dibagi, sebagian untuk nelayan dan sebagian lagi untuk pembiayaan Pesantren Ikhwatul Mukminin.

Dengan demikian, mereka bisa lebih mandiri dan sejahtera dan tentu kita semua mendapatkan pahala yang terus mengalir dan berlimpah dari Allah SWT selama ketinting fiberglass ini beroperasi memberi manfaat kepada para nelayan kecil di sana.[]

Donasi Wakaf yang dibutuhkan:

Rp 90.000.000,- (biaya pengadaan tiga unit ketinting)

Mitra Lapang:

Ustadz Arifuddin Anwar

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibuat oleh BWA, maka kelebihan dana project tersebut akan dialihkan untuk project lain di program yang sama berdasarkan kebijakan Managemen BWA.

Live Chat
Hide Chat