Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

WARGA DAN SANTRI DI LERENG SEMERU SULIT MENDAPATKAN AIR JIKA KEMARAU DATANG

Menempuh perjalanan 4 Jam Dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Tim Badan Wakaf Al Qur’an tiba di Dsnn Tamansatriyan, Ds. Tamansatriyan Kecamatan Tirtoyudho Kabupaten Malang. Jalanan di lereng Gunung Semeru yang terjal sempat membuat mobil yang kami naiki mogok, dengan dibantu warga sekitar yang kebetulan melintas akhirnya Tim BWA sampai lokasi tujuan. Tim BWA mendapatkan kabar bahwa warga dan santri di lokasi tersebut kesulitan air.

Geolistrik Malang

(Proses Geolistrik untuk mencari sumber air di bawah tanah)

Ds Tamansatriyan, adalah desa yang lokasinya paling atas di lereng gunung Semeru yang terletak di daerah Malang Selatan. Di Dsn. Tamansatriyan ada 2 RT bermukim disitu yang terdiri dari 115 KK. Di pemukiman tersebut berdiri satu kompleks masjid (Masjid Al Husna) yang didalamnya terdapat Pondok Tahfidz Griya Qur’an Al Ayyubi dan juga TK/Raudhatul Athfal dan TPQ  Al Husna untuk membina anak-anak kecil di lokasi tersebut.

Kedatangan Tim BWA disambut hangat oleh Ustadz Herman selaku pengasuh Pondok Tahfidz Griya Qur’an Al Ayyubi sekaligus Takmir di Masjid Al Husna . Setelah kami dipersilakan istirahat, Tim BWA didampingi beliau dan beberapa santri berjalan di sekitar pondok untuk melihat kondisi masyarakat dan ketersediaan air di kawasan tersebut.

TIm BWA Bersama Warga Malang

(Tim survey BWA bersama warga lereng Gunung Semeru)

Beliau menyampakan kepada kami bahwa jika kemarau datang warga dan santri disitu sangat kesulitan air, bahkan para santri terpaksa tidak mandi 2-3 hari Jika tidak ada air. Selain itu jika ada musafir yang singgah ingin melaksanakan shalat terkadang juga tidak ada air. “Musafir yang melintas dan mampir untuk Shalat di Masjid Al Husna banyak yang kecele karena tidak ada air untuk wudhu. Dauroh-dauroh yang dilaksanakanpun beberapa kali mengalami kendala bila air tak mengalir.” Ujar beliau.

Pada musim hujan masyarakat dari dua dusun menampung air di bak-bak tendon di rumah mereka. Mereka mendapatkan air dari sumber air sejauh 8-9 Km untuk dialirkan melalui pipa-pipa kecil ke pemukiman warga. Sumber air yang berpindah-pindah (karena sumber air yang ditemukan telah kering) menjadi kendala saat penyaluran. Kadang harus berebut dengan warga dusun lain yang ingin mengambil air dari sumber yang ditemukan. Namun sumber air yang mereka temukan ini tak berguna lagi ketika kemarau datang. Warga yang menginginkan air harus berjalan menuju Kec. Dampit dengan menempuh perjalanan sekitar 12 Km.

Ketua RT 1, Pak Misri ketika kami datangi juga menyampaikan bagaimana susahnya mencari air sejak beliau bermukim disana tahun 80’an. “Baru tahun 2006 kami mendapatkan sumber-sumber air ini yang kami alirkan hingga saat ini walaupun sumbernya berpindah-pindah, tapi jika kemarau air sudah tidak mengalir lagi, atau jika sedikit maka kami bergantian memakainya. Kalau sudah benar-benar habis  kami harus membeli”. Tutur beliau.

Rencana Proyek

Dari hasil survey menggunakan alat geolistrik di lokasi tersebut  diperoleh data bahwa lapisan pembawa air (akuifer) berada di kedalaman mulai 80 meter . Dengan program Water Action for People (WAfP), BWA berencana mengadakan proyek wakaf sarana air bersih di Dsn.Tamansatriyan. Adapun rencana sarana air bersih yang akan dibangun adalah sebagai berikut.

Pertama, Pembangunan sumur bor dengan pompa submersible di pemukiman paling atas untuk di tampung airnya di bak air yang sudah dimiliki warga saat ini.

Kedua, Perbaikan instalasi pipa penyaluran air di pemukiman warga

Kami mengajak kaum muslimin mewakafkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita di lereng Gunung Semeru Dsn. Tamansatriyan agar mereka mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga untuk beribadah kepada Allah SWT. InsyaAllah semua kebaikan dari pembangunan sarana air bersih ini akan menjadi amal jariyah yang tak terputus.

Nilai Wakaf yang Diperlukan

Rp 1.280.300.000,-  (Satu Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah)

Partner Lapang

Bapak Waindika

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.