Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Muslim di Pulau Timor hanya Menonton Tamu yang Shalat

Update #4: Kini Al Quran Bukan Lagi Barang Langka di Flores dan Timor

 

Masyarakat sangat gembira menyambut datangnya Al Quran. Sesuatu yang sangat dirindu, kini hadir dalam genggaman.

Alhamdulillah, akhirnya yang dinanti-nanti datang juga. Siang itu tanggal 16 Agustus 2019, sehari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, dua truk barang yang dipenuhi  910 dus berisi 18.200 Al Quran tiba di Pelabuhan Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah orang tampak sibuk melakukan bongkar muat.

Belasan ribu Al Quran ini telah menempuh perjalanan jauh. Bermula dikemas dari Jakarta, kemudian diangkut ke Surabaya. Dengan bantuan ekspedisi Galena, Al Quran melanjutkan perjalanan dengan Kapal Roro menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur.  Dari Maumere, berlanjut dengan perjalanan darat selama 5 jam untuk sampai ke Pelabuhan Larantuka. Di pelabuhan inilah 910 dus Al Quran dibongkar muat dan dipindahkan ke Kapal Dakwah Armada Bahari Mulya.

Empat hari melakukan persiapan di dermaga Larantuka, tanggal 20 Agustus 2019 Kapal Dakwah Armada Bahari Mulya berlayar mendistribusikan Al Quran ke berbagai pulau di sekitar wilayah  NTT, di antaranya: Pulau Timor, Sumba, Sabu, Rote, Solor, Adonara, Lembata, Pantar, dan Alor. Pulau-pulau ini berada di wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan memiliki jarak yang cukup jauh dari titik keberangkatan di Larantuka. Bahkan salah satunya untuk sampai ke titik yang dituju memakan waktu berlayar sekitar 30-40 jam, dengan menghadang gelombang laut yang tinggi. Diperkirakan keseluruhan dari 18.200 Al Quran ini terdistribusikan dalam waktu dua minggu, terhitung dari tanggal 20 Agustus 2019.

Distribusi Tahap 3

Distribusi 18.200 Al Aquran ini merupakan kegiatan tahap ketiga dari rangkaian Program Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) Timor yang dimotori oleh Badan Wakaf Al Quran (BWA). BWA dengan bantuan mitra lapangan di NTT, Ustadz Arifudin Anwar, menargetkan Program WAP Timor ini dapat mendistribusikan 40.000 Al Quran kepada masyarakat muslim yang tersebar di berbagai pulau wilayah NTT.  Harapannya, setiap keluarga muslim di daerah ini minimal memiliki satu kitab Al Quran.

Ustadz Arifudin Anwar mengungkapkan, bahwa Al Quran merupakan barang langka di pulau-pulau terluar NTT. Di Provinsi NTT, masyarakat muslim termasuk kalangan minoritas, sehingga tidak banyak pedagang menjual Al Quran lantaran jarang orang mencarinya. Kalau pun ingin sekali membeli Al Quran, kaum muslimin harus bertolak ke daerah-daerah perkotaan di wilayah pesisir, yang untuk sampai ke sana membutuhkan biaya tidak sedikit. Jadi, tidaklah mudah bagi masyarakat Islam di sana untuk bisa mendapatkan Al Quran.

Program WAP Timor ini membantu setiap keluarga muslim memiliki minimal satu Al Quran di rumahnya. Sebelum program ini dimulai, Ustadz Arifudin Anwar dengan bantuan jejaringnya mendata jumlah umat Islam di setiap pulau yang menjadi target lokasi distribusi. Program ini disosialisasikan kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Mereka menyambut dan menanti dengan sangat gembira, karena yang dirindukan akan segera tiba.

Ketika Kapal Dakwah Armada Bahari Mulya merapat di dermaga, banyak orang datang menolong mengangkut puluhan dus Al Quran secara suka rela, mulai dari anak buah kapal (ABK), santri-santri, bahkan anak-anak remaja. “Bawa Al Quran toh….mari mari…sudah kami bantu angkat itu Qurannya,” teriak ABK kapal lain yang sedang bersandar. Ada juga ABK bernama Rahmat yang membantu bongkar muat minta dibagi Al Quran. “Sudah Mas…tak usah dibayar. Kami ikhlas. Kami bagi Al Qurannya saja untuk kami mengaji di kapal saat berlayar.  Terimakasih untuk BWA yang sudah peduli untuk warga muslim di sini,” kata Rahmat.

Al Quran dibagikan kepada masyarakat di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti masjid-masjid, sekolah, atau tempat-tempat penyelenggaraan majelis taklim. Seorang nelayan dan juga seorang mualaf bernama Bahar yang hadir di pembagian Al Quran Masjid Agung Al Ikhlas di Pulau Lembata merasa senang bisa menerima Al Quran. “Saya senang dapat Al Quran dan terjemahannya, Saya jadi bisa ngerti Quran dan artinya,” katanya.

Di daerah-daerah dekat dengan pesisir, distribusi Al Quran relatif lebih mudah dilakukan. Aksesnya ke titik distribusi mudah dijangkau. Sementara untuk mencapai lokasi-lokasi yang berada jauh dari pantai, medan yang dilalui cukup beragam. Untuk sampai ke tangan masyarakat, para relawan mengangkut Al Quran dengan kendaraan roda empat, motor, bahkan memanggulnya dengan berjalan kaki menerobos hutan memasuki wilayah pedalaman.

48.200 Al Quran

Sebelum tahap ketiga ini, BWA bekerja sama dengan Ustadz Arifudin Anwar telah dua kali mendistribusikan Al Quran di wilayah NTT. Tahap pertama, berhasil didistribusikan 20.000 Al Quran. Pada tahap kedua dibagikan 10.000 Al Quran. Dengan terlaksanakanya WAP Timor tahap ketiga, maka keseluruhan Al Quran yang berhasil didistribusikan berjumlah 48.200 buah. Ini melampaui target yang ditetapkan semula, yakni sebanyak 40.000 Al Quran.

Rasa syukur memenuhi jiwa masyarakat muslim di pulau Timor dan sekitarnya. Karena baru BWA lah yang pertama kali memberikan bantuan Al Quran pada individu masyarakat. Selama ini bantuan Al Quran ditujukan kepada lembaga pendidikan atau masjid, bukan untuk orang per orang.

Kepada Ustadz Arifudin Anwar masyarakat menyelipkan pesan, agar program wakaf Al Quran ini tidak berlangsung sekali ini saja. Berharap dalam beberapa tahun mendatang program serupa kembali hadir di bumi Flores dan Timor. Karena bila rutin digunakan, rata-rata dalam 2 tahun Al Quran sudah mulai rusak dan dibutuhkan Al Quran yang baru.

Semoga dengan program WAP ini, masalah kelangkaan Al Quran di daerah Flores,Timor dan sekitarnya dapat  teratasi, sehingga gairah membaca dan mempelajari Al Quran semakin menguat di kalangan kaum muslimin setempat. 

Update #3 Perkuat Da’i Timor dengan Capacity Building

Sabtu pagi pada tanggal 2 maret 2019 berlangsung kegiatan yang di inisiasi oleh Badan Wakaf Al-Qur’an dalam program pembinaan da’i di wilayah Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini diadakan di meeting room hotel pelangi yang berlokasi di Jl. Veteran, Klp. Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

Ustadz Hasyim Memaparkan Materi

(Ustadz Hasyim Tengah Memaparkan Materi)

Ustadz Irvan selaku pembawa acara memulai kegiatan pada hari itu dengan memberikan beberapa sambutan kepada peserta yang telah datang dan membuka dengan mengucap Basmallah agar acara yang akan berjalan pada hari itu dapat sukses terlaksana dan mendapat ridho dari Allah SWT, lalu di susul sambutan dari Penanggung Jawab acara oleh Ustadz Hendra Mohammad Dahlan Bala, setelah itu mulai memasuki acara inti yang diisi oleh Ustadz Muhamad Hasyim Musthafa.

 

Peserta yang hadir terlihat sangat antusias ketika menyimak setiap materi yang disampaikan oleh pembicara, sesekali senyum dan tawa terdengar dari peserta karena mendapat materi yang begitu menarik dan disampaikan secara komunikatif.

 

Tampak Peserta Serius Menyimak Pemaparan Materi

(Tampak Peserta Serius Mengikuti Pemaparan Materi)

Waktu berlalu, tak terasa sudah hampir memasuki waktu Dzuhur, pemateri pun menyudahi pemaparannya untuk sesi pertama, setelah ditutup, panitia mulai sibuk menyiapkan makan siang untuk para peserta yang hadir dan pembicara setelah makan siang kita bersiap untuk ibadah sholat dzuhur.

 

Ketiadaan tempat ibadah seperti surau dan masjid di dekat tempat pemaparan materi ini mengharuskan para peserta untuk menempuh jarak kurang lebih sekitar 2 km untuk shalat dhuhur, dengan saling berboncengan sepeda motor mereka menuju Masjid terdekat. Setelah shalat dhuhur para peserta kembali memasuki ruangan untuk kembali menerima materi ke-2 dari Ustadz Hasyim. Seperti pada materi pertama semua peserta sangat antusias untuk menyimak dan mencatat stiap materi yang di paparkan, hingga acara selesai pada pukul 14:30 WITA dan para peserta membubarkan diri dengan tertib.

 

Serangkaian kegiatan yang telah dilakukan, merupakan bentuk pembinaan secara langsung dari Badan Wakaf Al-Qur’an melalui proyek wakaf Al-Qur’an dan pembinaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi da’i-da’i agar memiliki pengetahuan agama yang luas, keterampilan dalam menyampaikan Islam secara komunikatif dan menarik, menjadi contoh bagi masyarakat umum, dan kedepannya da’i-da’i ini siap untuk berdakwah langsung di masyarakat Mauleum, Timor.

 

Foto Bersama Peserta dengan Pemateri

(Foto Bersama Peserta dengan Pemateri)

“Kita banyak mendapatkan pelajaran dari apa yang kita ikuti tadi berkaitan dengan bagaimana kita mengenal diri kita, bagaimana kita mengetahui kepribadian diri kita, dan untuk bagaimana kita keluar eksis di tengah-tengah masyarakat dan tentunya untuk memperjuangkan Al Quran yang di bawakan oleh Rasullulah SAW, dan apa yang kita ikuti tadi sangat bermanfaat bagi kita, ilmu yang sangat bermanfaat dan tentunya ini akan menjadi pelajaran bagi kita sebagai seorang muslim yang terus tegar dalam memperjuangkan dakwah Islam.” Ujar Rahman Nurdin (peserta Capacity Building For Dai’I Timor 1) di dalam sela-sela testimony nya.

Update #2 Al Qur’an Wakaf Di Desa Mauleum Yang Terpencil

 

 

Bertemu dan bisa menyalurkan Al Qur’an wakaf untuk saudara muslim yang hidup di pedalaman Pulau Timor – NTT adalah kebahagiaan tersendiri untuk Tim Badan Wakaf Al Qur’an. Kebahagian itupun dirasakan oleh Pak Thamrin salah satu tokoh pedalaman Desa Mauleum , Kab. Timor Tengah Selatan – NTT.

WAP Timor

(Tim BWA sedang mengajari anak-anak muslim Kab. Malaka)

Dia mengaku senang sekali dikunjungi saudara-saudara Muslim dari Jakarta, apalagi membawa Al Qur’an wakaf dengan jumlah yang sangat banyak. “Al Qur’an ini sangat penting untuk kami, karena menjadi penguat aqidah kami, dimana kami hidup sebagai minoritas di lingkungan mayoritas kristen.” Ungkap Thamrin. Itupula yang dirasakan oleh saudara muslim di tempat yang lain. 

WAP Timor

(Anak-anak antusias membaca Al Qur'an setelah menerima Al Qur'an wakaf)

Dalam kegiatan Al Qur’an Road Trip tahap 2 Ini BWA mendistribusikan  21.990 eksemplar dan 2.000 kitab Iqro di Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kupang, dan Pulau Rote. Tim yang diterjunkan ke lapangan dari jakarta berjumlah 6 orang mengingat jumlah Al Qur’an yang cukup banyak dan sebarannya yang luas.

Turut serta bersama kami salah seorang wakif dari PT Samudra Indonesia, Pak Bambang Suryo Atmojo. Beliau sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan kami mendistribusikan Al Qur’an. Sebagai perwakilan wakif, beliau membantu menyerahkan secara langsung Al Qur’an wakaf kepada kaum muslimin di pedalaman Desa Mauleum.

WAP Timor

(Salah satu warga Kab. Malaka - NTT sedang membuka Al Qur'an wakaf)

Dalam kesempatan itu Pak Bambang menyampaikan kepada para penerima wakaf Al Qur’an agar Al- Qur’an yang mereka miliki sekarang dibaca, dipelajari dan diamalkan supaya pahalanya mengalir terus kepada para wakif.

Pak Bambang merasakan betul betapa sulitnya menjangkau muslim di daerah pedalaman. Karena kondisi jalan yang rusak dan jarak yang sangat jauh. Dari pengalaman itulah beliau menilai kegiatan BWA dalam mendistribusikan  Al Qur’an ini sudah tepat sasaran.

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh kaum muslimin yang telah mewakafkan Al Qur’annya untuk saudara-saudara muslim di Pulau Timor – NTT. Semoga Allah membalas dengan pahala berlipat dan setiap Al Qur’an yang dibaca oleh penerima wakaf mengalirkan banyak pahala. 

Bagi anda yang belum ikut serta dalam kegiatan ini, masih ada tahap 3 yang insya Allah akan dilaksanakan pada bulan November 2018. Al Qur’an yang anda wakafkan akan membantu proses belajar Al Qur’an saudara-saduara kita dan akan memperkuat aqidah mereka. Ayo Wakafkan Al Qur’annya, raihlah pahalanya.

UPDATE #1 : Al QUR’AN WAKAF UNTUK PULAU TIMOR

Video Dokumentasi Distribusi Al Qur'an tahap 1 di Pulau Timor

Melengkapi kegiatan tim lapangan BWA di Provinsi NTT, tim Badan Wakaf Al Qur’an pada hari Rabu, 21 Maret 2018 melakukan survey lapangan untuk keperluan project Wakaf Al Qur’an di Pulau Timor. Tujuan survey kali ini adalah untuk mengetahui secara lebih detail kondisi masyarakat di Pulau Timor yang membutuhkan bantuan Al Qur’an. Tim berangkat dari kota Soe menuju Kabupaten Belu yang ber ibukota di Atambua. Atambua adalah kota terbesar kedua di Pulau Timor,  mayoritas penduduknya beragama Kristen hampir 95% dari 219.385 jiwa total jumlah penduduk di Belu (Data BPS 2016). Presentasi penduduk Muslim disana sekitar 10.200 Jiwa (4%) dan hanya ada 10 masjid yang berdiri di Belu.

WAP T Timor

(Tim BWA berfoto bersama DKM Masjid Khusnul Khatimah, Tini, Atambua NTT, Ust. Udin)

Di tengah derasnya hujan yang mengiringi perjalanan di Atambua Tim BWA mendatangi Masjid di Kampung Tini.  Masjid Husnul Khotimah namanya, selesai shalat berjamaah dengan warga  kami pun mendatangi Imam Masjid agar berkenalan lebih dekat.  Bapak Haji Udin Iho adalah nama Imam di masjid tersebut. Setelah tim memperkenalkan diri beliau bercerita banyak tentang kondisi muslim di sana. “Disini Al Qur’an hanya ada di masjid pak, jarang di rumah-rumah penduduk muslim yang memiliki Al Qur’an. Kadang kami terpaksa melarang bila Al Qur’an masjid dibawa pulang karena kami khawatir rusak”. Begitu jawaban haji Udin saat kami menanyakan ketersediaan Al Qur’an di lingkungan masjid Husnul Khotimah.

Ada 60 KK penduduk muslim di sekitar kawasan tersebut (Kampung Tini, Atambua), di penutup perjumpaan kami bertemu dengan Haji Udin, beliau juga berharap selain bantuan Al Qur’an ada bantuan Kitab Hadits Shahih yang bisa dibaca di Masjid, karena selama ini Hadits-hadits Nabi SAW hanya didengar di pengajian-pengajian dan televisi. Beliau sangat ingin sekali membaca Hadits Nabi SAW secara langsung di buku/kitab.

WAP TImor

(Kondisi Al Qur'an di salah satu Masjid di Pulau Timor)

Dari Kampung Tini  kemudian Tim BWA melanjutkan perjalanan ke Kampung Alor. Tiba di Masjid Sakinah, ternyata masjid sedang dalam renovasi sehingga kami hanya menjumpai salah satu takmir masjid disana, Pak Imam Arifin. Beliau menyambut dengan hangat kedatangan tim BWA. Disana Kami melihat pemandangan yang menarik, ada sebuah lemari ukuran sedang yang di taruh di bagian depan masjid yang berisi banyak Al Qur’an, tim bertanya, “Banyak sekali pak Al Qur’annya dan masih bagus-bagus?”, beliau menjawab, “Iya pak, Itu Al Qur’an dari sumbangan, kami simpan di lemari supaya awet untuk persiapan tadarus di bulan Ramadhan.” Ketika itu kami bertanya, “Apa tidak lebih baik dibuka saja pak supaya bisa dibaca jama’ah?”. Beliau menjawab,”Iya boleh dibaca tapi di masjid saja dan kalau ada pengajian, tapi tidak boleh dibawa pulang nanti kalau rusak susah mencarinya Pak”. Jawaban yang hampir sama kami seperti dengar ketika di Kampung Tini. Sungguh begitu berharganya Al Qur’an disimpan di lemari Masjid, mereka khawatir rusak dan karena susah mendapatannya kembali. Muslim di kampong alor ini sejumlah 40 KK yang kebanyakan adalah pendatang dari Flores.

Sebagai perjalanan penutup di Atambua, kami melanjutkan perjalanan ke Atapupu (dekat pelabuhan). Disana ada masjid bernama Masjid Al Huda. Selesai sholat berjama’ah di masjid tersebut kami lalu berkumpul dengan Imam masjid dan beberapa warga sekitar yang ikut dalam pembicaraan. Ternyata Imam masjid di tempat tersebut adalah kader dakwah dari DDII yang menjalankan tugas di sana, Akhina Imam Fahmi. Beliau menceritakan bagaimana pembinaan muslim di sana, dan beliau juga menyampaikan adanya wakaf Al Qur’an di tempat tersebut akan sangat menunjang pembinaan muslim di daerah Atapupu yang berjumlah 40 KK. 

Demikian perjalanan kami menyusuri kampung-kampung muslim Atambua yang merupakan penduduk minoritas disana, mereka sangat membutuhkan Al Qur’an dan pembinaan. Mari kita menyisihkan harta untuk berwakaf Al Qur’an yang akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Para Donatur