Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Puluhan Tahun Warga Mauleum Mengalami Krisis Air Bersih

Update #2 : Kisah Project Wakaf Sarana Air Bersih Desa Mauleum, NTT : PASANG AIR MENGORBANKAN 3 NYAWA..?

Wilayah di pedalaman Timor sampai hari ini masih ada pewaris penganut animisme yg menghuni pegunungan Timor Tengah Selatan (TTS) seperti suku Boti yang berjumlah sekitar 77 KK. Budaya animisme inipun masih terasa sampai di bukit Mauleum lokasi sumber mata air dlm program WAFP Badan Wakaf Al-Qur'an.

Menurut tim do'a setempat atau semacam peramal adat di Mauleum bahwa utk mengambil air dari bukit itu akan mengorbankan 3 nyawa alias meminta tumbal bagi penunggu air. Hal ini membuat keraguan masyarakat setempat terutama warga Kristen dalam mengerjakan jaringan pipa air bersih ini.

Ada satu kejadian lucu saat menggelar pipa karena sugesti dg ramalan pemangku adat tadi. Saat masyarakat sedang menggelar pipa melewati pepohonan rimbun menjelang Maghrib yg tentu terasa semakin seram, ada anak yang tak sengaja menarik ujung selang ketitik lain dan teriak dalam pipa dgn mengatakan dlm bahasa daerah yg artinya ; "Kalian berdiri disitu bikin apa mau datang ganggu saya ?" Serta merta para pekerja itu kaget dan semuanya lari terbirit birit meninggalkan kerja karena dibenak mereka terngiang ngiang ramalan tim do'a bahwa mereka akan jadi tumbal penunggu air.

Ini pasti suara penunggu, gumam mereka. Dalam napas terengah engah  dan mencekam mereka berkumpul dan membahas kejadian tadi barulah anak yg bernama Asron yang berumur  kira kira 14 tahun menceritakan tindakan lucu dia ini, merekapun terhening campur marah tapi lega dalam perasaan telah tertipu.


 

Akhirnya mereka kembali melanjutkan kerja gelar pipa tersebut.

Alhamdulillah pipa 6 rol telah digelar dan air telah menggapai lereng dusun tertingi yakni kampung Ali. Ancaman ahli nujum diabaikan, krn ternyata air tiba juga di kampung ini tanpa halangan berarti. Dari raut wajah mereka terbaca ; betapa gembiranya masyarakat  krn dapat menikmati air yang semakin besar debitnya.

Adapun air sebelumnya hanya menggunakan pipa sebesar setengah inch dan kecil sekali debitnya, dan ternyata hari ini airnya mengalir sepenuh pipa satu setengah inch.

Subhanallah puji Allah SWT yg mengaruniai semua ini. Sayangnya baru satu kampung terjangkau air dan pipa ini untuk mencapai kampung kampung lain masih harus digelar melintasi hampir 4 km lagi atau 39 rol lebih. Masih banyak upaya yg dibutuhkan, maka berwakaflah utk saudara saudara kita. Insya Allah dengan air yang bersih akan membersihkan juga akidah yang batil, ini semua berkat partisipasi wakaf Anda juga !

Update #1 :Bak Penampung Mata Air Sudah 100 Persen

Pipa yang dikirim dari Jakarta telah sampai di Mauleum pada 8 Nopember 2018. Masyarakat Mauleum yang semula was-was dengan kabar kedatangan pipa tersebut akhirnya terjawab sudah. Meskipun medannya yang sangat sulit ditempuh oleh Truk pengangkut pipa tersebut.

Masyarakat Mauleum pun bergotong royong untuk membawa pipa sebanyak 45 rol tersebut dengan panjang total 4.500 meter ke titik-titik yang sudah ditentukan, salah satunya di dekat bak penampung mata air, yang posisi nya sangat sulit dijangkau, walau tanpa membawa pipa. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.

Selain itu, progres pekerjaan pembangunan bak utama di mata air kini sudah mencapai 100 %. Semua kegiatan pembangunan tersebut diawasi oleh expert BWA, dibantu partner lapang, dan dikerjakan bersama-sama masyarakat. Pemandangan yang sangat indah dan harmonis.

Pipa pun sudah langsung digelar sepanjang 100 meter. Rabu, 21 Nopember 2018 rencananya akan melanjutkan pekerjaan pipa yang akan digelar dan ditanam. Material, pasir, dan semen untuk bak di dusun-dusun pun sudah mulai di distribusikan.

Sempat berkembang isu Sara  Ust. Arif, partner lapang BWA mengatakan "Masyarakat Mauleum itu ada sekitar 2.000 orang, sebagian besarnya adalah nasrani warga muslimnya hanya sekitar 300 orang saja. Ketika kita bangun bak, ada isu bahwa air hanya akan dirasakan oleh masyarakat muslim saja, langsung saya bantah, bahkan air ini nantinya akan mengaliri gereja-gereja mereka, pak Polisi yang mendatangi saya setelah mendengar penjelasan,    tersebut berkata ; kalau ada yang bilang bahwa air dari BWA ini hanya akan dirasakan orang muslim, nanti saya injak kepalanya". Sontak forum Raker BWA ramai. Pasalnya hal tersebut beliau sampaikan pada saat acara raker tersebut.

Sejak dulu, para pendahulu kita mengajarkan, bahwa wakaf air memang diperuntukkan bagi masyarakat suatu daerah tanpa memandang agama mereka. Justru harapannya, dengan wasilah wakaf ini, banyak yang kemudian mereka berbondong-bondong masuk ke dalam Islam.

Project WAfP Mauleum ini menjadi titik awal harapan warga Timor untuk mendapatkan air bersih. Mari terus dukung BWA untuk menebarkan manfaat wakaf ke seluruh penjuru Indonesia. Hingga yang merasakan manfaatnya bukan hanya masyarakat muslim, namun juga mereka yang ada di sekitarnya, sehingga menjadi wasilah hidayah bagi yang memanfaatkannya sebab sarana air bersih tersebut dibangun dari keikhlasan para wakif sekalian.

#WakafKita   www.wakafquran.org

Para Donatur