Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

WARGA DAN SANTRI DI LERENG SEMERU SULIT MENDAPATKAN AIR JIKA KEMARAU DATANG

Update #4 : Air Jernih Harus Ditampung Dulu, Baru Kemudian Dialirkan ke Pemukiman Warga

Alhamdulillah project Wakaf Sarana Air Bersih di Tamansatriyan, Malang Selatan, telah menghasilkan air  dengan debit 3 liter/detik. Project ini tentu harus dilanjutkan, demi terpenuhinya kebutuhan air bersih di Desa Tamansatriyan. 

BWA terus berupaya menyelesaikan project “mimpi” ini, bagi masyarakat Tamansatriyan, air yang begitu besar debitnya itu seperti mimpi di siang bolong. Mereka tak mengira air jernih itu akhirnya bisa mengalir di desa mereka. 

Termasuk para santri tahfidz Pondok Pesantren Griya Qur’an Al-Ayyubi pun sangat gembira, karena masalah air bersih yang setiap tahun selalu mereka alami, akan terselesaikan. Ini adalah keberkahan dari Alloh azza wa jalla bagi para penghafal Al-Qur’an dan masyarakat sekitarnya.

Setelah air berhasil diangkat pada 2 Nopember 2018, berikutnya adalah pembangunan bak penampung dan gelar kegiatan kerja bakti untuk menanam pipa HDPE 1,5 inch sepanjang 1,3 KM. Masyarakat Tamansatriyan sangat antusias mendengar rencana kerja bakti tersebut. 

Menurut Agil Jati, tim pendamping masyarakat dari BWA, “Dari hasil pengeboran dan pemompaan air ini, akan dibuat penampungan air di depan masjid al Husna Tamansatriyan sebagai bak penampungan awal sekaligus untuk mencukupi kebutuhan air di masjid. Setelah itu air dari bak penampungan awal ini akan dipompa lagi menuju bak penampungan warga melalui pipa HDPE sepanjang kurang lebih 1 km.

Pertemuan dengan Warga Tamansatriyan

Pak Watris selaku mantri pengairan desa Tamansatriyan sangat senang dengan perkembangan proyek ini. Saat tim BWA berkunjung ke rumah beliau, beliau antusias dan siap membantu untuk kesuksesan proyek ini. Bahkan saat tim BWA melakukan pertemuan dengan warga, pak Watris menyampaikan kepada warga bahwa, "Kita ini ibarat mendapatkan durian runtuh, yang harus kita jaga dan harus kita syukuri. Saya sekarang sudah tua, kalau harus naik turun bukit lagi, jujur saya sudah tidak sanggup, orang yang mau menggantikan posisi saya juga belum ada yg mau, jadi bantuan dari BWA ini durian runtuh bagi saya.”

Pak Watris adalah seorang yang beragama nasrani, dengan bantuan dari BWA yg tidak membeda-bedakan agama, pak Watris sangat terharu semoga Allah SWT berikan hidayah kepada beliau.

Rencananya untuk bak penampung akan menggunakan tangki fiberglass volume 11.000 liter yang ditempatkan di halaman Masjid Al-Husna, Ponpes Griya Qur’an Al-Ayyubi, dari tangki ini air dialirkan melewati pipa HDPE sepanjang 1,3 KM.  Dibantu dengan Pompa Booster agar air tersebut sampai ke bak penampung milik desa Tamansatriyan, yang posisinya di daerah paling tinggi di desa.

Kita semua berharal air ini menjadi wasilah kebaikan dan wasilah hidayah yang memberi manfaat bagi mereka. 

Saat ini BWA masih membutuhkan dukungan dari para wakif dan donatur sekalian agar bisa  menyempurnakan project ini sehingga airnya bisa mengalir ke rumah warga. Mari bersama sempurnakan dan wujudkan mimpi mereka dengan berwakaf lebih besar lagi untuk santri tahfidz Ponpes Griya Qur’an Al-Ayyubi dan masyarakat Tamansatriyan, Malang Selatan melalui Badan Wakaf Al-Qur’an. [BAP]

Update # 3. Pompa Submersible Sudah Terpasang

Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan para wakif pengeboran air di Masjid Al Husna, Dusun Tamansatriyan, Desa Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudho, Kabupaten Malang telah selesai pada Ahad 7 Oktober 2018. Esok harinya, tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) meninjau lokasi pengeboran untuk bersama menyaksikan penurunan casing pipa sumur. Sebanyak 30 batang pipa dimasukan ke dalam sumur yang telah dibor selama 1 bulan ini lalu dilanjutkan dengan pembersihan sumur dari lumpur. Dan terakhir adalah pemasangan pipa galvanis dan pompa submersible.

WAFP Malang

(Proses pemasangan pipa ke dalam sumur bor)

Identifikasi awal dari hasil pengeboran sumur ini permukaan air mulai di kedalaman 45 m, namun estimasi dari kontraktor pengebor Effendi, setelah dilakukan tes penggunaan pompa (pumping test) nanti permukaan air bisa menurun hingga di kedalaman 55 m. Dengan estimasi debit air 2-3 liter/detik. Debit ini tentunya sangat cukup untuk dimanfaatkan oleh santri dan jamaah Masjid Al-Husna serta masyarakat di sekitar masjid.

WAFP Malang

(Proses membersihkan lumpur dalam sumur)

Tim BWA kemudian berkoordinasi dengan PLN Dampit untuk penginstalan listrik 3 Phase di lokasi pondok.  Pada Kamis 11 Oktober, teknisi dari PLN Dampit meninjau skema instalasi listrik di lokasi. Instalasi ini mendapat bantuan dari PLN berupa potongan biaya 50% dan tagihan per kwh mengikuti tarif sosial PLN.

BWA juga mengurus keperluan Sertifikat Layak Operasi (SLO) di PT Mulia Elektrikal Mekanikal Malang sebagai salah satu syarat penginstalan listrik. Rencananya setelah administrasi ini selesai akan dilakukan tes penggunaan pompa untuk membersihkan air hingga jernih dan melihat debit riil air di sumur.

Selain aspek teknis, tim BWA juga melakukan social assessment di Dusun Tamansatriyan. Tujuannya adalah memberi penyuluhan kepada warga masyarakat tentang pengelolaan dan pemeliharaan wakaf sarana air bersih dari kaum Muslimin yang digalang BWA. Berkoordinasi dengan takmir masjid, ketua RT dan aparatur desa setempat sehingga pembangunan wakaf sarana air bersih ini bisa berjalan dengan lancar.

Pembangunan wakaf sarana air bersih tahap 1 ini masih menyisakan pembangunan bak air beton di Masjid Al-Husna yang rencananya akan dibangun pada akhir Oktober ini. BWA ucapkan jazakumullah ahsanul jaza kepada para wakif yang telah berkontribusi. Dan bagi anda yang belum ikut dalam proyek wakaf ini mari bersama kami membantu saudara-saudara kita di Desa Tamansatriyan. Semoga Allah melapangkan rizki dan memberi pahala yang terus mengalir.[]


 

Up Date #2 WAfP Malang Selatan Harap - Harap Cemas

Dusun Tamansatriyan, Desa Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudho kabupaten malang ini terletak di lereng Gunung Semeru yang terjal, selama bertahun-tahun daerah ini mengalami krisis air bersih, apalagi bila memasuki musim kemara seperti saat ini.

Dusun yang dihuni oleh 115 KK ini berdiri masjid Al-Husna juga terdapat Pondok Tahfidz Griya Qur’an Al-Ayyubi dan TK/RA Athfal serta TPQ Al-Husnah.

Beberapa bulan yang lalu Tim BWA datang guna melihat keadaan dusun ini sekaligus melakukan tes geolistrik untuk mengetahui ada tidaknya air bersih di dalam tanah di dua lokasi. Alhamdulillah salah satu tempat tes geolistrik tersebut terekam adanya air di bawah tanah.

Setelah melakukan kajian yang panjang,  diputuskan mengebor di sekitar komplek masjid. Sabtu 8 September 2018 BWA melalui vendor “Hartono Effendi Teknik” memulai pekerjaan pengeboran dengan target kedalaman 120 m.

Beberapa kesulitan mulai dirasakan tim ketika memulai pengeboran, diantaranya sumber air di sekitar dusun sudah kering padahal dalam pengeboran ini diperlukan air yang banyak. Agar pengeboran bisa berjalan lancar maka diputuskan senyewa mobil pick up guna mengambil air ke desa yang agak jauh jaraknya.

Selanjutnya ketika pengeboran sampai di kedalaman 55 meter belum menemui kendala yang berarti, namun ketika memasuki kedalaman 56 sampai 65 meter terdapat lapisan batu bresi kombinasi lempung dalam sehari hanya mampu mengebor 3 meter saja. Ketika memasuki kedalaman 66 – 80 meter, disini baru terasa kendala dan kesulitan, karena yang di bor adalah batuan lepas / batuan yang bergerak sehingga menyulitkan penetrasi mata bor tidak sempurna melubangi bebatuan tersebut, akibatnya dalam 2 hari hanya mampu  menambah kedalam 2 meter saja.

Alhamdulillah pengeboran saat ini sudah mencapai kedalaman 80 meter. Namun wajah-wajah haraf-harap cemas tampak dari raut wajah masyarakat. Rasa tidak percaya akan keberhasilan masih terlihat dari sedikit bagian masyarakat. Tetapi wajah harapan akan keberhasilan proyek inipun juga tampak pada sebagian besar lainnya.

Proyek ini masih membutuhkan banyak dana wakaf, ayo bantu warga Tamansatriyan mendapatkan sumber air bersih yang memadai dari Wakaf terbaik Anda.

Update #1 : Pengeboran dimulai di dusun Tamansatriyan

Pembangunan Tahap I Ditargetkan Rampung Awal Oktober

Musim kemarau sudah berjalan sekitar 4 bulan di Dusun Tamansatriyan, Desa Tamansatriyan Kecamatan Tirtoyudho Kabupaten Malang. Kondisi sumber air yang dimanfaatkan air warga juga semakin menipis. Mereka secara bergantian memanfaatkan air yang masih tersedia di bak penampungan dusun agar semua bisa menikmati air bersih.

Oleh karena itu Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) merealisasikan amanah dari para wakif dengan melaksanakan pembangunan wakaf sarana air bersih di desa tersebut. Pekerjaan yang dilakukan pada Realisasi Tahap I ini adalah melakukan pengeboran air di dekat Masjid Al-Husna dan membuat bak penampungan air di dekat lokasi pengeboran.

Sumur BorSumur Bor

 

(Proses pengeboran sumur)

Persiapan dilakukan sejak tanggal 3-7 September untuk memobilisasi seluruh perlengkapan yang akan digunakan untuk mengebor. Pengeboran mulai dilakukan tanggal 8 September. Hari pertama pengeboran berjalan lancar namun tidak pada hari kedua. Pimpinan proyek Hartono Effendi menyampaikan kesulitan untuk mendapat air untuk dipakai sebagai material pengeboran. Tandon air untuk pengeboran yang berkapasitas 6000 L hanya terisi 800 L itu pun setelah menunggu aliran air selama satu malam. Air ini berasal dari sumber yang saat ini dipakai oleh warga, Ketua RT mempersilakan agar memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan pengeboran di Masjid Al Husna.

Karena susah untuk mendapatkan air, maka tim lapangan mencari air hingga Kecamatan Dampit namun tidak ada mobil tangki yang beroperasi pada bulan ini. Jika membeli di daerah Malang Kota maka biayanya akan sangat mahal. Alhamdulillah, tim menemukan aliran sungai yang bisa diambil airnya, walaupun akses ke lokasi cukup sulit.  Tapi dari aliran sungai ini bisa didapatkan tambahan pasokan air untuk mengebor. Pengeboran akhirnya bisa dilanjutkan dengan menggunakan air dari sumber warga dan sebagai cadangan tambahan dari aliran sungai di dekat Desa Tamansatriyan.

Saat ini (13 September 2018) pengeboran sudah mencapai kedalaman 45 m. Perkiraan pengeboran akan selesai pada pekan pertama bulan Oktober dengan target kedalaman 120 m.

Mohon doa dari para wakif agar pengeboran berjalan lancar dan tak lupa, melalui Program Water Action for People (WAfP) ini, BWA mengajak para wakif untuk berwakaf (lagi) guna kelancaran pembangunan wakaf sarana air bersih di Desa Tamansatriyan ini secara keseluruhan agar bisa memetik pahala yang besar dan terus mengalir yang kita rasakan di akhirat nanti. Aamiin.[]

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 1.280.300.000


47.61%
butuh Rp. 670.800.000,- lagi
  • Paket Donasi @ Rp 115.000

PROJECT LAIN