Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Pulau-pulau Kecil di Kepulauan Riau Belum Mendapat Bantuan Al Qur’an

Pulau-pulau Kecil di Kepulauan Riau Belum Mendapat Bantuan Al Qur’an

Bicara tentang sejarah Kepulauan Riau salah satu yang menarik adalah tentang kesultanan atau kerajaan Lingga yang merupakan kerajaan yang sangat besar pada masanya. Kebesarannya terbukti dari besarnya wilayah kekuasaan yang dimilikinya serta peninggalan-peninggalan, baik yang bersifat fisik maupun intelektual.

Peninggalan intelektual adalah salah satu peninggalan yang sangat berharga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya, berupa buku-buku ataupun naskah yang melambangkan tingginya kemampuan intelektual masyarakat Lingga dan kuatnya budaya tulis menulis di seantero negeri.

Beberapa kekayaan intelektual tersebut antara lain adalah kitab suci al-Qur’an tulis tangan yang sangat indah disertai dengan hiasan-hiasan mushafnya. Keberadaan beberapa kitab suci al-Qur’an tersebut melambangkan kecintaan masyarakat Lingga terhadap agama Islam. Selain kitab suci al-Qur’an terdapat pula naskah-naskah keagamaan seperti naskah fiqh, faraidh, dan tauhid.

(Santri Penghafal Al Quran di Kep. Riau)

Kepulauan Riau menjadi salah satu tempat yang sangat menarik untuk diperhatikan khususnya bagi saudara muslim yang tinggal diwilayah kepulauan. Pandemi Covid-19 telah menambah 12,49 jiwa penduduk miskin di Kepulauan Riau menjadi 144,46 ribu jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020 sebanyak 131,97 ribu jiwa.

Demikian pula persentase penduduk miskin di Kepulauan Riau meningkat menjadi 6,12% pada Maret 2021 dibanding sebelumnya hanya 5,92%.

Pada saat pelaksanaan survey kebutuhan Al-Qur’an 16 Juni 2022 di Tanjung Balai Karimun team BWA berjumpa dengan Ustadz Iim, beliau penggerak dakwah Gerakan Cinta Masjid (GCM). Penuturan ustadz Iim selama beliau keliling masjid di Karimun untuk Al-Qur’an masih sangat butuh sekali karena banyak juga Al-Qur’an yang sudah pada rusak.

(Koordinasi dengan Gerakan Cinta Masjid)

Dampak masalah di wilayah kepulauan sebenarnya harus diperhatikan khusus karena kondisi saat ini agak rawan terjadinya pendangkalan akidah. Oleh karenanya pemahaman tentang Al-Qur’an menjadi sangat urgent. Kemiskinan dan sulitnya mendapatkan Al-Qur’an menjadi penyebab kemunduran umat terhadap pemahaman islam. Sedangkan untuk mendapatkan Al-Qur’an jika sudah mencari ke toko buku tidak ada maka beli dengan Online tentunya dengan harga yang terbilang lumayan mahal.

(Santri Kecil Gembira Saat Memegang Al Quran BWA)

Selain berkoordinasi dengan komunitas Gerakan Cinta Masjid team BWA juga bersilaturahmi ke Ponpes Al-Ummah kami berjumpa dengan Ustadz Reza pimpinan pondok pesantren banyak cerita yang beliau sampaikan salah satunya ingin menjadikan ponpesnya sebagai tempat para penghafal Al-Qur’an. Meskipun ponpes ini terbilang baru berdiri, alhamdulillah sudah ada 4 orang santri hafidz quran yang telah menyelesaikan pendidikannya. Dan sekitar 50 orang lainnya masih dalam tahap pembelajaran hafalan.

Di ponpes al-ummah team BWA bertemu dengan 2 orang santri yang sedang hafalan, lanjut kami wawancarai kedua anak tersebut namanya Ardiansyah ternyata sudah hafal 10 Juz dan Muhammad taura Hafal 15 Juz Al-Quran. Subhanallah ini sangat luar biasa di usia muda sudah banyak hafalannya ketika ditanya apa yang menjadi motivasinya, mereka hanya ingin membanggakan orang tua dan dapat memberi syafaat untuk keluarganya dan juga agar dapat berdakwah didaerahnya agar menjadi dai yang bermanfaat membangun masyarakat biar lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Jika mengacu pada survey databoks jumlah Muslim yang tinggal di Provinsi Kepulauan Riau ini sebanyak 1.6 Jt Jiwa. Dan menurut data statistik terdapat 1.935 data masjid yang terdaftar di Kemenag Kepulauan Riau (https://data.kemenag.go.id/statistik/agama/masjid/tipologi)

Harapannya jika BWA dapat merealisasikan 100.000 saja program Wakaf Al-Quran dan Pembinaan untuk wilayah kepulauan Riau harapannya minat baca Al-Quran bertambah, daerah-daerah rawan akidah menjadi berkurang. Rencana pendistribusian Al-Quran wakaf di Tanjung Balai Karimun, Alai, Lubuk Puding, Moro, Pulau Bulan, Batam, Pulau Lingga, Pulau Singkep, Pulau Bintan, Pulau Siantan hingga ke Pulau Natuna.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Miliar Rupiah / 100.000 Eksemplar Al-Quran + 25.000 Iqra )

Partner Lapangan:

Ustadz Fendry Fradana

 

#BWA #InovasiWakaf #WAP #Kepri

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia

 

Pulau-pulau Kecil di Kepulauan Riau Belum Mendapat Bantuan Al Qur’an

Update #1: Ikhtiar 1 Al-Qur’an untuk 1 Santri

Tim BWA bersilaturahmi ke Ponpes Kahar Rahman yang berada di Kec. Rengat, Kab. Indragiri Hilir, Riau. Berada di ibu kota kabupaten tetap tidak menutup kemungkinan jika masih banyak kebutuhan Al-Qur’an untuk santri maupun masyarakat disana. Oleh karena itu tim ingin melihat tingkat kebutuhan Al-Qur’an sekaligus distribusi Al-Qur’an disana.

Alhamdulillah ketika tim BWA berada di ponpes Kahar Rahman, nyatanya masih banyak ditemukan Al-Qur’an rusak karena jumlah Al-Qur’an di sana tidak sampai ratusan, padahal santri di sana ada sekitar 1.200 santri. Hal ini nampak ketika tim datang suasana di sana sangat ramai dengan santri-santri yang sedang berkegiatan.

(Santriwati Ponpes Kahar Rahman)

Selain dari kondisi Al-Qur’an di sana yang mayoritas sangat rusak ternyata bangunan tempat anak-anak belajar juga kondisinya masih banyak merupakan bangunan kayu dengan bahan seadanya. Dengan melihat jumlah santri yang banyak dirasa tidak bisa cukup untuk melakukan kegiatan belajar secara bersamaan.

Tim BWA bertemu dengan salah satu pengajar dan pengurus ponpes yaitu Ustadz M. Zulkifli. Beliau banyak bercerita kepada kami terkait ponpes dan kegiatannya yang menurut tim sangat luar biasa terutama kegiatan tahfidz nya. “Alhamdulillah, kegiatan di ponpes kami yaitu setiap pagi dari subuh menghafal Al-Qur’an sampe ke subuh nya lagi, dan wajib mengulangin 1 (satu) lembar setiap hari. Besoknya lanjut ke halaman berikutnya,” ujarnya bercerita.

(Al-Qur’an Dibaca Sepanjang Waktu)

Beralih terkait cerita kebutuhan Al-Qur’an di ponpes, Ustadz M Zulkifli mengatakan, “Terkait kebutuhan Al-Qur’an, saat ini kita butuh 500 Al-Qur’an, dan Alhamdulillah hari ini BWA membawa sebanyak 300 Al-Qur’an untuk ponpes kami,” ujarnya. “Harapannya sih dengan jumlah santri yang tidak sedikit ini, setiap santri kedepan nya bisa memiliki 1 (satu) Al-Qur’an masing-masing untuk memudahkan mereka menghafal juga,” tambahnya.

(Ustadz M. Zulkifli)

“Saya mewakili ponpes Kahar Rahman mengucapkan Terima kasih kepada pewakif yang telah mewakafkan Al-Qur’an melalui BWA, mudah-mudahan Al-Qur’an wakaf ini bisa menjadi manfaat untuk para santri di ponpes kami dalam mengahafal. Semoga kegiatan BWA datang ke ponpes kami ini tidak putus sampai disini dan bisa terus berlanjut kedepannya,” tutupnya kepada tim BWA.

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 10.000.000.000



1.07%
Butuh Rp 9.893.184.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.