Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

PULAU TERLUAR BUTON - WAKATOBI MEMBUTUHKAN AL QUR'AN.

Kepulauan Wakatobi atau yang terdiri juga dari beberapa pulau ( Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko ) ini merupakan kepulauan dengan destinasi taman wisata laut yang sangat indah.

 

Jejak sejarah kebesaran Islam di Indonesia kembali saya temukan di tenggara Sulawesi. Di salah satu pulau di Wangi-Wangi terdapat sebuah Benteng yang dinamakan Benteng Liya yang merupakan pusat penyebaran Islam di kesultanan Buton. Sebelum masuknya agama islam mayoritas penduduk masih berpaham animisme.

Di pulau Wangi-Wangi ini TIM BWA melakukan survey ke pusat pemerintahan, pesantren, masjid dan tempat-tempat pengajian. Kami bertemu dengan ketua MUI Drs. H. La Ode Saharumu yang juga merupakan asisten 3 SETDA Wakatobi, beliau mengatakan bahwa di wakatobi ini “ satu atau dua tahun hanya mendapat 100 Al-Quran yang di berikan oleh Kesra, oleh karena itu saya sangat mendukung bantuan Al-Quran untuk kembali memperkuat Aqidah umat Islam di kepulauan Wakatobi”.

 

Setelah dari pulau Wangi-Wangi kami kembali melakukan perjalanan laut menyusuri kepulauan buton Wakatobi melintasi Taman Laut Nasional sangat  melelahkan. Angin kencang yang diikuti arus dan gelombang laut membuat kapal kami oleng hingga memabukan penumpangnya. Tibalah kami di pulau Binongko.

Tim  BWA langsung melakukan survey ke masjid masjid dan kampung-kampung di pulau itu. Kami menjumpai salah satu masjid di desa Taipabu memprihatinkan karena di masjid itu Al-Qurannya usang dan sudah tak layak digunakan untuk pengajian.

Al-Quran yang bagus hanya ada beberapa buah. Itupun sudah mulai sobek. Dan keadaan  semacam ini hampir tak ada bedanya dengan  desa desa lain di kepulauan ini. Al-Qur’an sangat sulit diperoleh walau membeli. Karena untuk mendapatkannya maka harus melakukan perjalanan laut berjam-jam ke Bau-Bau atau ke Wanci.

Bayangkan saja kalau hari ini saja Al-Qur’an sudah susah maka bagaimana generasi kedepannya. Mungkin hanya tinggal nama karna mereka sudah jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an dan keberkahannya apalagi di zaman sekarang ini.

Sebagai contoh di salah satu pulau Tomia mayoritas umatnya sudah tidak lagi menunaikan sholat Jum’at karna daerah wisata ini sering dikunjungi turis pada hari Jumat sehingga masyarakatnya yang 100% muslim ini sibuk mengais rezeki dan tidak bisa meninggalkan tugas melayani turi, Demikian tutur salah seorang pengurus masjid di pulau binongko.

Wilayah Buton dan Wakatobi memiliki banyak pulau seperti Kadatua, Siompu, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko dan masih banyak lagi pulau kecil yang tentu rentan dengan kemiskinan dan rawan akidah jika dakwah dan  pembinaan Al-Quran disana semakin langka.

Kita tidak bisa menyalahkan keadaan begitu saja karena ini semua juga tugas kita semua.

Ketika kami tiba mengantarkan beberapa Al-Quran ke wilayah ini, umat berebutan Al-Qur’an seperti memperubutkan barang-barang kebutuhan pokok.

Oleh karena itu BWA memprogramkan 50  ribu Al-Quran untuk wilayah Buton Wakatobi. Raihlah kesempatan mulia ini dengan berwakaf terutama di bulan suci ramadhan ini.

BWA dengan partner lapangannya siap menerjang lautan mendistribusikan Al-Qur’an anda, ini sudah kesekian kali dilakukan.

 

Nilai Wakaf Yang Diperlukan Rp 5.000.000.000

 

Partner Lapang

Ust Arifudin Anwar. 

 

 

 

PULAU TERLUAR BUTON - WAKATOBI MEMBUTUHKAN AL QUR'AN.

Update #4 : AKTIVITAS TIM KAPAL DAKWAH NTT DALAM ROAD TRIP AL QUR'AN DI PULAU KALEDUPA, WAKATOBI.

AKTIVITAS TIM KAPAL DAKWAH NTT DALAM ROAD TRIP AL QUR'AN DI  PULAU KALEDUPA, WAKATOBI.

Tim Al Qur'an Road Trip Wakatobi BWA diatas kapal dakwah ini ada 9 orang. 3 orang ustadz, 2 nelayan dan sisanya staf dan santri pesantren Ikhwatul Mukminin Adonara. Setibanya  di pulau Kaledupa Rabu sore 25 Des 2019, kapal harus berlabuh diluar agak jauh dari pantai karena pulau itu dikelilingi oleh karang dangkal.

Karena waktu sudah malam maka baru besoknya kami merapat ke Dermaga. Setelah kapal sandar, tim langsung bekerja membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan sambil membongkar Al Qur'an dan membawa ke lokasi acara di masjid raya kelurahan Ambewa, kec Kaledupa, yang berjarak 4 km dari dermaga Kaledupa. Tepatnya berada di desa Buranga.

Selesai kerja, seluruh tim mandi dengan berenang di air laut mengingat persediaan air tawar menipis. Saking senang dan sibuknya tim ini, sampai sampai lupa untuk belanja lauk pauk sehingga malam itu harus makan nasi kosong.

Esok nya hari Jumat pagi selesai sholat subuh berjamaah di kapal, pengajian dan baca Al Qur'an, kami kembali mandi air laut dan bersiap ke acara serah terima Al Qur'an wakaf Wakatobi.  Untuk Kaledupa disiapkan sebanyak 6.400 Al Qur'an wakaf yang akan didistribusikan untuk 6.363 KK di 2 kecamatan.

 

Dalam kegiatan distribusi Al Qur'an ini sekaligus diadakan tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 300 jama'ah.

Acara bersambung hingga sholat Jumat dimana ustadz Arifudin Anwar bertindak sebagai Khotib, Ustadz H.Hidayatullah Sarabiti sebagai imam dan Ismail Samir sebagai mu'adzin.

Sungguh sebuah kemuliaan dan penghargaan bagi tim Al Qur'an Road Trip BWA.

Kegiatan ini juga sebagai bagian dari paket program Wakaf Al Qur'an dan Pembinaan, umat dibina melalui taushiah dan tadzkiroh silih berganti dari para ustadz.

 Selesai acara dan sholat Jumat, kedua camat bersama stafnya dan para kepala desa langsung mengatur pembagian utk 26 desa di pulau ini. Kami dilayani dengan baik dan disuguhkan makan siang kemudian diantar kembali ke pelabuhan menggunakan mobil dinas.

Tepat pukul 14.15 kami meninggalkan dermaga Kaledupa dan berlayar menuju pulau Wanci. Sampai jumpa pada laporan berikutnya [].

Update #3 : Al Qur'an Road Trip Wakatobi #2 Kec. Tomia

AL QUR'AN INI AMAT BERHARGA DATANG JAUH DARI JAKARTA BISA TIBA DI PULAU TERPENCIL INI.

Begitulah kesan Camat Tomia Bapak Mbolodin SH. Beliau sangat bangga dan terharu dengan kehadiran kitab suci Al-Qur'an ini sampai sampai beliau sendiri menjemput di kapal, pikul sendiri, kawal sendiri, menyimpan di gudang dan menguncinya sendiri pula.

Beliau bertanya : "Ustadz ini bantuan gratis kah ?", Ustadz Arifudin menjawab : "Gratis pak" "Wau berarti saya harus kawal sendiri karena jika 1 dus hilang berarti hilang uang 4 juta rupiah" lanjut beliau ; kami di kec Tomia menerima 2.600 bh Al Qur'an berarti kami hari ini mendapat dana senilai Rp 500 juta,- karena Qur'an ini bagus sekali dan harganya bisa mencapai Rp 200 ribu,- per buah. Sungguh luar biasa kegiatan ini kami sangat bersyukur dan berterima kasih, semoga Allah membalas para wakif dengan pahala yang berlipat ganda.

Demikian kenyataan dan sambutan beliau dalam acara prosesi serah terima 2.600 Al Qur'an BWA yang dihadiri  muspika, tokoh dan majelis taklim sekitar 200 orang di aula rumah jabatan camat Tomia sejak PKL 09.00 sampai 13.00 hari Rabu 25 Desember 2019.

Selanjutnya tim BWA  meneruskan perjalanan ke pulau Kaledupa Wakatobi.

Update #2 : Al Qur'an Road Trip Wakatobi #1 Tomia Timur

WAKATOBI RELIGIUS itulah visi Pemda Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Partner lapang Indonesia Timur -- Badan Wakaf Al Qur'an -- berlayar dengan kapal Wakaf selama 24 jam dari Adonara ke Wakatobi.

Hari Selasa 24 Des 2019 Jam 15.00 sore, Ust Arifudin Anwar dan rombongan Al Qur'an Road Trip Wakatobi yang membawa 20.400 Al Qur'an tiba di pulau Tomia.

Sebelumnya tim partner di Tomia bergerak cepat membangun komunikasi dg Camat setempat, Tim juga berjumpa para kepala desa

Dari sore hingga malam Al Qur'an dibongkar dari kapal ke lokasi acara. 3.100 Al Qur'an untuk Tomia Timur dan 2.600 Al Qur'an untuk Tomia. Acara prosesi serah terima Al Qur'an berjalan penuh khidmat di halaman kantor Camat Tomia Timur yang dihadiri para kepala desa, imam masjid, tokoh dan majelis taklim sekitar 120 orang. Acara juga diisi dengan tabligh Akbar oleh beberapa Ustadz dari Pesantren Adonara. Malam ini juga Camat bersama para kepala desa mengatur distribusi utk setiap KK di Tomia Timur.

Camat dan staf antusias mengatur acara ini dan beliau sangat berterima kasih atas bantuan BWA  mengingat Pemda telah mencanangkan program "Wakatobi Religius" hal ini sesuai dengan kegiatan distribusi Al Qur'an wakaf ini apalagi Al Qur'an sangat sulit diperoleh di kepulauan Ini.


Camat mengatakan rasa syukur yang luar biasa dengan upaya BWA mendatangkan Al Qur'an yang amat banyak, bila dinilai dengan uang untuk 3.000 Al Qur'an kurang lebih senilai lebih dari Rp 600 juta,-.  

Semoga segala amalan para Wakif diterima Allah SWT. Kami hanya bisa berdoa dan mengucapkan terima kasih banyak dan mohon maaf. Begitulah sapa beliau mengakhiri pertemuan.

Setelah itu kamipun kembali ke kapal beristirahat dan insya Allah besok pagi melanjutkan serah terima Al Qur'an di kec Tomia.[]

Update#1: Miris Banyak Masjid di Wakatobi Hanya Memiliki 3 Al-Qur’an

Wakatobi merupakan gugusan pulau Karang yang terdiri dari Wa-nci (Wangi-wangi), Ka-ledupa, To-mia, Bi-nongko.  Dalam Al Qur’an Road Trip kali ini tim BWA di temani oleh perwakilan komunitas Hijrahfest, Arus Hijrah, dan tentu saja partner lapang Ustadz Arifudin Anwar serta beberapa santrinya dari Ponpes Ikhwatul Mukminin.

Ketika baru tiba dipulau Wangi-wangi (09/05/2019), seluruh rombongan sudah membicarakan tentang keindahan pemandangan bawah laut. Yuk nanti kita snorkeling, kita menyelam melihat keindahan laut, itulah yang di sampaikan Muhammad Rendy perwakilan Hijrahfest, sebelum mendistribusikan Al-Qur'an. Di Wanci, pulau Wangi-wangi, kami menginap semalam baru keesokan harinya kami menempuh perjalanan selama 7 jam perjalanan laut menuju Binongko.

(Proses Penurunan Paket Al Qur'an di Pulau Wangi-wangi)

(Proses Penurunan Paket Al Qur'an di Pulau Wangi-wangi)

Dalam pelayaran dari pulau Wangi-wangi ke pulau Binongko, rekan-rekan selalu bertanya kepada  Weli Kurniawan selaku kepala rombongan: “Kenapa kita tidak sampai-sampai?”. dan di jelaskan memang dalam perjalanan kali ini akan memakan banyak waktu, karena pulau yang kami tuju yaitu Binongko adalah salah satu pulau terluar di Wakatobi.

Sampai di pulau Binongko kami menuju Desa Togo Binongko, rupanya kedatangan kami sudah di tunggu oleh masyarakat, sore itupun berlanjut sampai akhir berbuka puasa dan shalat Maghrib. Setelah itu kami membagikan Al-Qur'an wakaf langsung ke masyarakat.

Rasa haru dan takjub itu yang di rasakan pertama kali oleh Rendy perwakilan Hijrahfest, ia mengatakan, “Bahwa selama ini dakwah kami belum ada apa-apanya dibandingkan perjuangan masyarakat untuk memiliki mushaf Al-Qur'an, itupun belum tentu dapat jika membeli di kota sementara ghirah mengaji anak-anak di desa sangat luar biasa”. Tidak hanya itu bahkan ketika kami mengambil air untuk wudhu saja, rasa airnya asin bukan main, jangankan tawar, payau pun tidak. Inilah air yang dimanfaatkan oleh masyarakat Binongko sehari-harinya.

(Ustadz Arifuddin bersama Randi, Perwakilan Hijrah Fest)

(Ustadz Arifuddin bersama Rendi, Perwakilan Hijrahfest)

Melihat semangat dan antusias warga pulau Binongko membuat lelah kami menjadi lillah Alhamdulillah di pulau Binongko ini kami telah merealisasikan distribusi Al-Qur'an wakaf sebanyak 7.400 mushaf dan terjemah.

Sehari berlalu kami bercengkrama dengan Ustadz Amir pemuda asli Wakatobi yang mewakili komunitas Arus Hijrah, ia takjub dengan apa yang kami lakukan ini baru pertama kalinya ada bantuan wakaf Al-Qur'an sebanyak 10.000 buah yang di bawa dari Jakarta untuk masyarakat di kepulauan Wakatobi.

((Penyerahan Al-Qur'an di Masjid Taipabu)

(Penyerahan Al-Qur'an Wakaf di Masjid Taipabu)

Ustadz Amir bercerita berdasarkan survey BPS 2016 di Wakatobi rupanya sekitar 15 dari 100 orang remaja di pulau Wangi-wangi, Wakatobi belum bisa membaca Al-Qur'an dengan benar, padahal sudah ada PERDA Kabupaten Wakatobi No. 14 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an. Bila diamati lebih seksama, tingginya angka buta huruf Al-Qur'an juga di sebabkan karena ketiadaan  Al-Qur'an di tiap-tiap rumah, jangankan tiap rumah di masjid saja hanya ada 2 atau 3 Al Qur’an dan itupun sudah disyukuri karena bisa di pakai oleh anak-anak mengaji secara bergantian. Kami berharap agar Wakaf Al-Qur'an dapat segera datang kembali di pulau kami supaya buta huruf baca Al-Qur'an dapat terminimalisir ujar Ust. Amir (Arus Hijrah).

 

#2019SejutaQuranBangkitkanIndonesia

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.