Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Pulau Terpencil dan Pelosok di Sulawesi Selatan Butuh Al-Qur’an

Pulau Terpencil dan Pelosok di Sulawesi Selatan Butuh Al-Qur’an

Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Berdasarkan data sensus tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 8.034.776 jiwa, dan penduduk terbesar di Provinsi ini berada di Kota Makassar. Adapun Provinsi ini terdiri dari 21 Kabupaten dan 3 kota. Dengan rata-rata jumlah pemeluk agama islamnya sebanyak 7.200.938 jiwa.

(Warga Sulawesi Selatan Membutuhkan Al-Qur'an)

(Warga Pelosok Sulawesi Selatan Membutuhkan Al-Qur'an)

Tahapan BWA masuk ke Masyarakat

Senin 13 Juli 2020, banjir bandang yang terjadi di Masamba, Luwu Utara masih menyisakan luka yang dalam. Akibat dari bencana tersebut berdasarkan laporan BPBD setempat, sebanyak 156 KK (655 jiwa) mengungsi dan 4.202 KK (15.994 Jiwa) terdampak.

Beberapa hari pasca bencana banjir team BWA mendistribusikan logistik kepada masyarakat yang terdampak sekaligus melaksanakan trauma healing atau recovery mental. Hal ini ditujukan terutama kepada adik-adik generasi muda agar tidak meninggalkan rasa traumatik yang mendalam.

Dampak dari banjir selain material bangunan yang rusak, rusaknya fasilitas kesehatan, tempat sekolah pesantren juga berdampak pada tempat ibadah seperti musholla dan masjid. Lantas bagaimana kondisi Al-Quran pasca banjir? sedangkan di masamba ini mayoritas beragama islam?

(Distribusi Al-Qur'an di Wilayah Bencana Banjir Masamba)

(Distribusi Al-Qur'an di Wilayah Bencana Banjir Masamba)

Selama kegiatan mental recovery yang dilaksanakan oleh team, kebutuhan Al-Qur’an menjadi kebutuhan dasar yang harus di miliki untuk menguatkan akidah. Al-Qur’an bisa menjadi benteng penjaga akidah dan menjadi renungan atas musibah yang terjadi.

Alhamdulillah kita masih diberikan waktu untuk menjalankan kehidupan dunia. Kita berharap kehidupan ini menghantarkan keselamatan akhirat. Kunci keselamatan dan kesuksesan itu ISLAM. Islam itu kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah, 2:153).

Tahapan BWA masuk ke Masyarakat di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan

Selain kegiatan pasca bencana di Masamba, pada 15 Mei 2017 lalu team BWA juga telah merealisasikan sebanyak 5.000 eksemplar Al-Quran wakaf di Kepulauan Selayar. Tentunya dalam waktu 3 tahun berlalu banyak Al-Quran wakaf BWA yang kondisinya sudah rusak.

(Distribusi Al-Qur'an BWA di Selayar, 2017)

(Distribusi Al-Qur'an BWA di Selayar, 2017)

Kepulauan selayar ini terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas sebesar 10.503,69 km² (wilayah daratan dan lautan) dan berpenduduk sebanyak 123.283 jiwa.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh saudara muslim di pulau-pulau terpencil di Kepulauan Selayar adalah langkanya Al-Qur’an. Mereka harus menyebrang pulau menuju ibukota kabupaten untuk mendapatkannya dengan biaya yang tidak murah, belum termasuk harga Al-Qur’an yang harus dibeli.

(Warga Pulau Terpencil Selayar Susah Mendapatkan Qur'an)

(Kebahagiaan Nampak Terpancar dari Mereka yang Merindukan Qur'an)

“Inilah alasan penyebab Al-Qur’an di pulau-pulau terpencil sangat sulit dicari, walaupun ada itu sudah tidak utuh,” ungkap Ustadz Arifuddin Anwar, partner lapangan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

Kebutuhan Al-Qur’an menjadi sangat urgent karena di daerah kota kabupaten jarang toko yang menjual Al-Qur’an karena bukan komoditas yang cepat laku terjual, padahal para pedagang ingin barang dagangannya cepat terjual. Sehingga menjual Al-Qur’an bukan pilihan yang pas untuk berdagang.

Sulitnya akses ke pulau terpencil menjadikan daerah mereka rawan aqidah dan pendidikan sehingga diperlukan support peningkatan kualitas pendidikan dan juga pembinaan untuk menjaga aqidah warga di pulau terpencil.

Insyaallah dengan adanya project Al-Qur’an Road Trip Sulawesi Selatan ini, BWA akan menggalang wakaf Al-Qur’an dari kaum Muslimin sebanyak 100.000 eksemplar Al-Quran. Semoga Al-Qur’an yang mereka baca akan mengalirkan pahala jariyah kepada Anda hingga hari kiamat, Aamiin.

 

Nilai Wakaf yang Diperlukan:

Rp.10.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp 100.000)

Partner Lapangan:

Ustadz Satria

 

#BWA #WakafQuran #Al-Qur’anRoadTrip #2021SejutaQuran SatukanIndonesia

Pulau Terpencil dan Pelosok di Sulawesi Selatan Butuh Al-Qur’an

Update#6:Mau Berwakaf Al-Quran Di Tana Toraja, Saya Bilang Ini Sungguh Luar Biasa

Untuk pertama kali Program Wakaf Al-Quran dan Pembinaan BWA diamanahkan untuk mendistribusikan Al-Qur'an Wakaf kepada kaum muslimin di Sulawesi Selatan ini sebanyak 10.000 Al-Quran, dan 2000 nya kami distribusikan ke Tana Toraja. Bapak Muhammad Syahrir adalah salah satu rekan lapang BWA di Tana Toraja, selain menjadi guru akhlaq di MTs N 1 Tana Toraja yang beralamat di Jl. Tengkobatu No 290, Kamali Pentalluan, Kec. Makale, Kab. Tana Toraja, Sulawei Selatan, beliau pun aktif di BKPRMI Tana Toraja.

MTsN 1 Tana Toraja, Jln Tengkobatu, No 290, Kel. Kamali, Kec. Makale, Tana Toraj

Bapak Syahrir menjelaskan bahwa aktifitas di MTs N 1 Tana Toraja diawali dipagi hari siswa siswi diajari tadarus sebelum kegiatan proses belajar mengajar dilakukan, begitupun setelah proses belajar mengajar berakhir kembali kami tadarusan dan diakhiri dengan shalat dzuhur. Kondisi Al-Quran yang ada di MTs N 1 Tana Toraja ini dapat kita lihat sendiri (sambil memegang salah satu Al-Quran dari satu lemari yang berisikan Al-Quran rusak), yang mana Al-Quran ini sudah cukup usang karena siswa siswi menggunakannya setiap hari, ada yang ga ada sampulnya, kemudian lembaran-lembaran halamannya sudah banyak yang berkurang sehingga siswa siswi tidak dapat menggunakan secara baik.

Dan alhamdulillah semalam dari BWA ada sejumlah Al-Quran, Insyaa Allah akan dibagikan di Tana Toraja pada saudara-saudara muslim dan mungkin juga nantinya untuk peserta didik kami disini. Alhamdulillah kalau kami dapat karena kondisi di Madrasah kami sendiri ini untuk pengadaan Al-Quran itu sangat sulit, karena ya kami biasa mendapatkan Al quran itu dari swadaya masyarakat muslim yang ada di Tana Toraja, nah itu pun kadang ada yang menyumbang satu Al-Quran, nah sedangkan siswa kami disini jumlahnya 200 orang, nah sekarang ada itu jumlahnya 20 (sambil menunjukkan Al-Quran yang bagus), jadi tidak sepadan atau tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada disini ungkap beliau.

Bapak Syahrir pun menceriterakan kepada kami tantangan disini sangat luar biasa dalam satu rumah terkadang ada beberapa agama, jadi untuk membentengi anak-anak itu ke Islaman, penuh tantangan. Kondisi kami disini penuh tantangan karena disekitar kami ini adalah mayoritas non muslim, sangat sedih kalau saya menceritakan, besar tantangan yang kami hadapi, setiap yang kami lakukan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan juga harus meminta ijin kepada warga sekitar.

Beliau pun melanjutkan pengalamannya sebagai aktifis BKPRMI "Sangat kurang yang bantuan seperti ini karena biasanya hanya pembangunan dimasjid-masjid tetapi Al-Qurannya kadang tidak ada, artinya mungkin ada, hanya tidak sebanding dengan jama'ah dimasjid. Dan saya saja waktu pertama mendengar bahwa ada yang mau berwakaf Al-Quran di Tana Toraja saya bilang ini sungguh luar biasa, karena disaat kami yang aktif di BKPRMI sulit mengadakan Al-Quran sebanyak 2.000 ini, mungkin susah buat kami.

Dan alhamdulillah dengan adanya BWA semoga ini dapat dimanfaatkan. Di Tana Toraja ini Alhamdulillah perkembangan muslim juga cukup besar jadi untuk jumlah 2.000 Al-Qur'an wakaf ini belum cukup" ungkap beliau.

Diakhir pertemuan kami pun Bapak Syahrir mengajak kepada kaum muslim untuk berfawakaf di BWA, _"Dengan mensukseskan 100.000 Al quran di Sulawesi Selatan, mari kita berwakaf, semoga amal kita dicatat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan kita mendapatkan pahala didunia maupun diakhirat, Insyaa Allah."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Update #4: Semoga Al-Qur’an ini Menjadi Syiar Dakwah di Tana Toraja

Kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf di Tana Toraja kembali dilanjutkan di daerah Lemo-Marinding, sebagai informasi di Tana Toraja sendiri akan didistribusikan 2.000 Al-Qur’an terjemah. Di sana tim bertemu langsung dengan Bapak Dahlan K. Bangapadang, beliau menjabat sebagai Camat Sangala, Pengurus MUI Tana Toraja, Ketua BKPRMI Tana Toraja, serta Ketua Lembaga Adat Lemo-Marinding. 

Beliau sangat mengapresiasi kedatangan team BWA, "Saat ini kami menerima team dari BWA Jakarta, yang betul-betul bahwa pada saat ini kami sangat terharu karena kerinduan kami selama ini yang merupakan suatu kebutuhan kami didaerah ini tentang kekurangan mushaf Al quran," ungkapnya.

"Alhamdulillah pada malam hari ini ada teman-teman dari BWA dan kami harapkan ke depannya bahwa dengan kehadiran Al-Qur’an wakaf ini adalah merupakan terobosan pertama untuk menjadi mitra kami kedepannya untuk mengembangkan syiar dakwah Islamiyah di Kabupaten Tana Toraja. Semoga dengan kehadiran BWA ini mudah-mudahan ke depannya kita bisa bersinergi untuk mengadakan pembinaan-pembinaan yang intensif untuk anak-anak kita," cerita beliau.

Di akhir pertemuan, Bapak Dahlan mengucapkan terimakasih dan mendo'akan kembali. "Atas nama jama'ah baik itu di Marinding ini bahkan sekabupaten Tana Toraja saya sebagai salah satu pimpinan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Kabupaten Tana Toraja dan salah satu Anggota Majlis Ulama Kabupaten Tana Toraja mengucapkan terimakasih kepada Badan Wakaf yang telah melirik Tana Toraja ini. Mudah-mudahan kita selalu dalam keberkahan Allah Subhanahu Wa dan kami mohon maaf apabila dalam kesempatan ini ada hal-hal yang kurang berkenan, Tana Toraja ini sangat membutuhkan sentuhan dan bantuan Al-Qur’an," doa  beliau.

“Semoga BWA dan para wakif senantiasa mendapatkan ridho daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pahala yang berlipat ganda. Dan kita do'akan mudah-mudahan Al-Qur’an yang telah diserahkan ini betul-betul bermanfaat untuk masyarakat muslim Tana Toraja, dan terlebih khususnya di Taman Pendidikan Al quran Rahmatullah, di Marinding, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja ini," tutup beliau.

Update #5: Distribusi Qur’an di Lapas Masamba

3 April 2021, team BWA berkesempatan bersilahturahmi dengan saudara-saudara muslim kita di Lapas Masamba kelas II C, yang sekarang sedang dalam ujian kesabaran dari Allah SWT. Tim juga membawa 300 mushaf Al-Qur’an untuk para warga binaan di lapas kelas IIC Masamba ini. Disana kami disambut oleh Kepala rutan yaitu Bapak Iskandar Djamil A.md. IP. S.H. Beliau menyambut baik kedatangan team BWA yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta. “Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak semua dari BWA, alhamdulillah itu artinya masyarakat luar memperhatikan kita,” sambut beliau.

Pak Iskandar juga sangat berterima kasih atas pemberian 300 mushaf Al-Qur’an dari BWA, karena memang menurut beliau Lapas Masamba ini sangat kekurangan dari segi fasilitas untuk kegiatan pembinaan para warga binaannya.

“Kami memang sangat kurang fasilitas untuk membina para warga binaan, tetapi itu tidak menyurutkan niat kami dalam membina mereka, karena mereka bukanlah pelanggar hukum, hanya kebetulan saja belum mengerti hukum,” tutur beliau.

Pak Iskandar berharap dengan datangnya Al-Qur’an dari BWA ini bisa menjadi bahan untuk para warga binaan memperbaiki diri dan secara rohani mereka bisa lebih baik lagi. Total warga binaan yang ada di Lapas Masamba kelas IIC ini kurang lebih sebanyak 308 orang dengan semuanya beragama Islam.

Untuk program pembinaan kerohaniannya sendiri Pak Iskandar menjelaskan “Ada kegiatan tausyiah rutin setiap Rabu dan Sabtu bekerja sama dengan Depag dan Lembaga lain, tetapi untuk sekarang karena sedang pandemi Corona ditiadakan dulu, selain itu juga ada yasinan setiap malam Jum’at, dan rutin setiap hari ba’da Isya para warga binaan sebelum kembali ke selnya masing-masing, kita melakukan baca Al-Qur’an bersama-sama”. 

Di sana kami juga bertemu dengan salah satu warga binaan yaitu bapak RA, bisa dibilang beliau ini adalah ustadznya para warga binaan. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih mewakili para warga binaan  atas pemberian Al-Qur’an Insya Allah Al-Qur’an ini sangat bermanfaat untuk pembinaan kami disini, karena memang Sebagian dari kami disini sudah bisa membaca Al-Qur’an dari yang awalnya ketika masuk kesini belum bisa, seiring berlangsungnya proses pembinaan banyak dari kita warga binaan yang akhirnya sudah bisa membaca Al-Qur’an,” ucap Pak RA dengan penuh haru.

 

Update #3: Mendistribusikan Al-Qur’an di Wilayah Pengungsi Banjir Masamba

3 April 2021 tim BWA datang ke Desa Meli Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Daerah ini merupakan daerah yang paling banyak terdapat pengungsi akibat musibah banjir bandang tahun lalu. Tim datang berkunjung ke salah satu Masjid yang ada di desa Meli yaitu Masjid Al-Aqsha. Disana kami bertemu dengan pengurus masjid yaitu Ustadz Safrudin. Alhamdulillah 200 mushaf Al-Qur’an amanah dari para wakif kami serahkan kepada beliau, untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat, TPA, atau masjid-masjid di Desa Meli yang belum memiliki atau kekurangan Al-Qur’an.

Terima kasih banyak kepada team BWA yang sudah mau meluangkan waktunya untuk datang ke kampung kami, saya merasa sangat terharu di tengah keadaan kampung kami yang sedang terpuruk akibat banjir bandang yang datang melanda kampung kami, masih ada saudara-saudara yang jauh-jauh dari Jakarta datang terlebih lagi datang membawa Al-Qur’an untuk dibagikan di kampung kami,” ujar Ustadz Safrudin. 

Desa Meli ini termasuk desa yang masyarakatnya paling terdampak akibat banjir bandang, banyak rumah warga yang rusak parah, bahkan hanyut terbawa banjir. Team BWA berharap dengan pemberian 200 mushaf Al-Qur’an ini bisa sedikit meringankan duka warga Desa Meli, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan tentu ketersediaan mushaf Al-Qur’an ini menjadi sangat penting.

Ustadz Safrudin berharap agar program wakaf Al-Qur’an ini dapat terus berjalan hingga ke seluruh pelosok Indonesia, “Karena itu merupakan salah satu bentuk menyiarkan agama Islam hingga ke pelosok negri, hanya doa yang bisa saya berikan mewakili masyarakat desa Meli kepada para wakif dan BWA yang sudah memberikan Al-Qur’an wakaf ini, semoga ini menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tutup Ustadz Safrudin. 

Update #2: Distribusi Al-Qur’an di Tana Toraja

Distribusi pertama team BWA di Sulawesi Selatan kali ini adalah di Masjid Ukhuwah Songgo yang berada di desa Songgo, Kel. Rantealang, Kec. Sangala Selatan, Kab. Tana Toraja, Alhamdulillah tim dapat bertemu langsung dengan Bapak Umar, selaku Imam Masjid tersebut.

Beliau yang merupakan putra asli daerah Enrekang, kemudian ditempatkan di Toraja pada tahun 1989, sebagai guru seni rupa di salah satu SMP di daerah tersebut. "Sejarahnya, pertama saya di tempatkan di Toraja dengan basic ilmu seni rupa, bukan pendidikan agama, pas ditempatkan saya di SMP, saya melihat bahwa anak-anak muslim disini perlu pembinaan agama, sehingga saya meminta supaya bisa membimbing, membina agama Islam sekalipun latar belakang pendidikan bukan agama Islam," ungkap Bapak Umar.

"Disini tidak ada guru agamanya, karena saya prihatin, saya lapor sama kepala sekolah dari pada yang muslim itu belajar kristen, saya yang ngajar dulu, ya akhirnya saya mengajar mi, agama Islam, dari situ mungkin anak itu melapor sama orang tuanya bilang ada guru kami begini-begini, akhinya dipanggil ke masjid,” lanjut beliau.

Bapak Umar pun menjelaskan bahwa di daerah asalnya, di Enrekang di daerah mayoritas muslim  dakwah itu seperti biasa-biasa saja, tetapi kalau di Tonaraja, tantangannya sangat luar biasa. “Masjid ini didirikan tahun 2015 saya sudah jadi imam disini juga, kemudian perkembangan muslim disini Alhamdulillah dari 12 KK sampai menjadi 20 KK,” tutur beliau.  

“Kami sangat berterimakasih dengan adanya sumbangan ini dari BWA, mudah-mudahan Bapak-bapak, Ibu-ibu yang sudah mewakafkan Al quran, oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala diberikan pahala yang berlipat ganda, dimurahkan rezekinya, sehingga bisa tetap berlangsung yang namanya Al quran wakaf ini. Jadi kami mudah-mudahan dengan ini umat Islam yang ada di Toraja ini, khususnya di Rantealang, bisa memahami Al quran, karena Al quran ini ada terjemahannya,” tutup beliau.

Update#1: Jelang Ramadhan Warga Sulawesi Selatan Gembira Mendapatkan 10 Ribu Al Qur'an Wakaf

https://www.suara.com/pressrelease/2021/04/16/014702/jelang-ramadhan-warga-sulawesi-selatan-gembira-dapat-wakaf-alquran

Suara.com - Jelang Ramadhan 1442 H, Badan Wakaf Alquran (BWA) menyalurkan 10 ribu Alquran ke Sulawesi Selatan. Pendistribusian ini berlangsung dari 8 hingga 12 April 2021.

Wilayah yang menjadi target untuk penyalurkan Alquran ini hampir merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan bahkan hingga ke pelosok. Lokasinya meliputi Kabupaten Tana Toraja, Gowa Malino, Pangkep, Luwu Utara, kota Palopo, Makasar, Enrekang, Maros, Bone, Pare Pare dan Pinrang.

"Distribusi kali ini adalah 10 ribu awal dari total 100 ribu Alquran Wakaf untuk Sulawesi Selatan. Alhamdulillah distribusi pertama berjalan dengan baik dan masih banyak pelosok Sulawesi Selatan ini yang membutuhkan Alquran Wakaf dan harus segera diwujudkan kebutuhan ini," ujar Marten Sakaria, pimpinan BWA Sulawesi Selatan mengatakan, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

Untuk mendistribusikan 10 ribu Alquran, BWA bekerja sama dengan melibatkan beberapa komunitas seperti BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dan Rohis Muhammadiah.

"Dukungan dari komunitas dan tokoh masyarakat lokal kepada aktivitas sangat baik, sehingga distribusi bisa berjalan dengan lancar, di antaranya remaja masjid, aparat desa, kecamatan, dan komunitas lokal," kata Ketua FLP Gowa dan relawan BWA cabang Makasar, Ika Rini.

Penasihat Walikota bagian keumatan dan Ketua Ikatan Pesantren SulSel, Ustaz Iqbal Djalil, dan ketua Wahdah Islamiyah Tamaona, Ustaz Abu Faris berharap rencana BWA untuk 100 ribu Alquran Wakaf untuk SulSel bisa segera terwujud.

"Semoga 10 ribu Alquran Wakaf ini menjadi semangat baru bagi kaum muslimin di Sulawesi Selatan. Alhamdulillah energi kegembiraan dari masyarakat yang terlibat sangat terasa," tutur Ustaz Satria, BWA cabang Makasar.

"Masih ada 90 ribu Alquran Wakaf untuk Sulawesi Selatan, BWA mengajak kaum muslimin untuk mendukung aktivitas baik ini, untuk melihat lebih detail kegiatan wakaf BWA," katanya menambahkan.

“Masih ada 90 ribu AlQuran Wakaf untuk Sulawesi Selatan, BWA mengajak kaum muslimin untukmendukung aktifitas baik ini, untuk melihat lebih detail kegiatan wakaf BWA, bisa mengunjungi ww.BWA.id atau www.wakafquran.org”tutupnya.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 10.000.000.000



23.5%
Butuh Rp 7.649.919.587,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur