Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Water Action for People

Saat Kemarau Menjadi Tantangan Berat Warga Desa Teta Bima untuk Bertahan Hidup

Saat Kemarau Menjadi Tantangan Berat Warga Desa Teta Bima untuk Bertahan Hidup

Teta adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini merupakan satu dari lima desa yang berada di Kecamatan Lambitu. Asal-usul masyarakat Lambitu adalah masyarakat yang berpindah dari Kota Bima ke bawah kaki gunung Lambitu karena banyak perampok yang berlayar dari laut menuju tempat yang akan mereka jarah, kemudian beberapa penduduk mengungsi menuju tempat yang aman yaitu di sekeliling Gunung Lambitu. Dengan demikian, tidak sedikit tokoh Kota Bima yang mengatakan bahwa bahasa asli kota Bima masih ada di Kecamatan Lambitu, cerita Kepala Desa Teta, Bapak Amar Tajudin.

Desa Teta memiliki 4 dusun, diantaranya adalah Dusun Oi Malau dan Dusun Rato Jawa dengan jumlah KK sebanyak 135 dan 550 jiwa. Di sekitar Dusun ini ada satu musholla, satu madrasah, satu TK dan satu posyandu. Secara geografis, Desa Teta berada di Pegunungan yang cukup jauh dari Kota Bima dengan jarak 40 km dengan kondisi jalan yang tidak baik.

(Kesusahan Air Warga Desa Teta)

Tim BWA berkesempatan untuk mengunjungi Desa tersebut, puluhan tahun sudah Dusun Oi Malau dan Dusun Rato Jawa mengalami kesulitan air bersih untuk kehidupan sehari-hari mereka, dengan mengandalkan sumber mata air yang ada tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Dusun Oi Malau dan Rato Jawa yang jumlahnya sekitar 550 jiwa tersebut, aktivitas mencuci piring, mencuci pakaian, mengambil air wudhu serta mandi merupakan kebutuhan setiap manusia di manapun berada.

Mayoritas penduduk Desa Teta adalah sebagai petani. Kesulitan warga Dusun Oi Malau dan Rato Jawa dirasakan saat musim kemarau dan saat musim panen bawang putih, pasalnya air yang digunakan untuk rutinitas warga Dusun Oi Malau dan Rato Jawa harus dialihfungsikan untuk kebutuhan pertanian warga dengan memutar pipa pvc yang ada ke ladang pertanian warga Dusun untuk mendukung mata pencaharian mereka.

(Kegiatan Survey Tim BWA Bersama Partner Lapangan)

Selama ini masyarakat di Dusun Oi Malau dan Rato Jawa mendapatkan air hanya melalui air hujan. Namun ketika di musim kemarau tiba, untuk mendapatkan air mereka harus mengantre karena debit air yang kecil, masyarakat menuturkan saat bulan 7 sampai 11 kami harus menunggu lama untuk mendapatkan air dari penampungan ini, setiap harinya kami mengambil air dengan ember sebanyak tiga kali dengan waktu 1 jam dikarenakan banyak yang mengantre dan debit yang kecil. belum lagi pipanisasi yang sering patah karena dirusak oleh binatang seperti babi dan sapi. Jika hal ini terjadi, masyarakat harus naik ke sumber mata air sejauh 3 km untuk memperbaiki pipa yang patah tersebut.

(Kegiatan Survey Lokasi)

“Harapan kami, air bisa mengalir ke setiap rumah-rumah warga agar tidak mengantre dan kami bisa melakukan aktifitas dengan leluasa, sejujurnya kami para perempuan malu untuk mandi di tempat terbuka seperti ini,” tutur Ibu Syamsiyah yang kami jumpai saat sedang mencuci pakaian di bak penampungan.

(Ibu Syamsiah)

Dalam suatu hadits disebutkan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (HR. Abu Daud). Rasulullah amat menganjurkan sedekah air karena peranan penting dari air. Adanya air InsyaAllah akan adanya kehidupan dan sebaliknya.

Oleh karena itu, BWA mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk mari bersama-sama kita bantu masyarakat Dusun Oi Malau dan Rato Jawa agar tidak kesulitan air bersih lagi. Semoga wakaf yang dikeluarkan oleh kita semua menjadi pahala yang mengalir dan abadi. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Rencana Project

    1. Membuat 2 buah bak tampung di sumber mata air
    2. Penarikan (gali dan Tanam) pipa HDPE ( 1 ½ inc sepanjang ± 3.500 m, dimulai dari bak tampung hingga ke bak Induk di perbukitan atau daerah yang tertinggi di atas Dusun Oi Malau
    3. Membangun bak penampungan dusun dengan kapasitas 30 m^3
    4. Penarikan pipa utama dari bak induk ke dusun dan pemasangan pipa PVC ke setiap rumah, yang nantinya akan dialirkan air dengan metode pipanisasi gravitasi. Untuk instalasi pipa di Dusun Oi Malau ± 3.000 m ( pipa HDPE 1 ½ inc dan 1 ¼ inc )

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.1.253.915.000

Patner Lapangan:

Bapak Mukhtar Hamid

 

#BWA #InovasiWakaf #WAFP #WaterActionforPeople #Bima #WakafSaranaAirBersih

 

Saat Kemarau Menjadi Tantangan Berat Warga Desa Teta Bima untuk Bertahan Hidup

Update #1: Bantu Kecukupan Air Bersih di Desa Teta, Alirkan Air Bersih Hingga Ke Rumah Warga

“Seperti yang kita lihat bahwa kegiatan warga kami di dua dusun ini hanya berpusat di bak-bak penampung, ini dipakai untuk mandi, cuci piring, cuci pakaian dan lainnya,” tutur Kepala Desa Teta, Bima, NTB.

Miris melihat kondisi saudara muslim kita di sana. Kesulitan untuk mendapat air bersih telah mereka rasakan bertahun-tahun. Mereka selama ini mengandalkan menadah air di musim penghujan sebagai sumber air utama untuk kebutuhan air sehari-hari. Tatkala kemarau, kesulitan semakin berat dirasakan, karena hanya mengandalkan penampungan dengan debit air yang kecil.

(Warga Desa Teta Sulit Air Bersih)

“Anak-anak dan orang tua mandi di sini (bak penampung), padahal kita muslim semua pastinya malu kalau mandi di luar seperti ini, namun keadaan yang memaksa kami untuk tetap bertahan. Besar harapan kami untuk melakukan perubahan di dua dusun ini, saya selaku kepala desa turut perihatin dengan kondisi dan keadaan ini,” sambung Kepala Desa Teta.

21 September 2022 lalu tim BWA kembali berkunjung ke Desa Teta bersama patner lapang kami yaitu Bapak Muhtar Hamid, kami diterima dengan baik oleh Bapak Kepala Desa dan warga setempat yang sedang menunggu air di bak penampung.

(Nampak Salah Satu Warga Desa Teta Mengambil Air)

“Kami telah melihat sumber air dan kami hitung per 28 detik bisa mencapai 5 liter, dan di atas ada beberapa titik lagi serta rencananya akan kami buat bak induk di dekat penduduk yang berjumlah 550 jiwa,” terang Kurnia Adi tim Engineering BWA

Sahabat wakaf, sumber air yang cukup dan bersih tidak dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Teta karena beberapa kendala khususnya faktor ekonomi yang tidak mendukung, oleh karena itu BWA mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk bisa membantu Desa Teta terutama dalam hal menyelesaikan persoalan kebutuhan air bersih. Masih ada kesempatan tentunya untuk kita alirkan pahala terbaik dengan cara wakaf sarana air bersih di BWA. Semoga Allah mudahkan, Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.