Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Sakha, Pasien Thalasemia dan Bocor Jantung yang Ingin Mengaji Al Qur-an

Sakha, Pasien Thalasemia dan Bocor Jantung yang Ingin Mengaji Al Qur-an

Meski mengidap penyakit kronis talasemia beta mayor dan kebocoran jantung, Muhamad Sakha Ibnu Hamidi (5 tahun) tetap rajin belajar mengaji. Bahkan saat ini sudah masuk Wafa Jilid 2 (Wafa adalah metode belajar Al-Qur’an bagi pemula mirip Iqra, namun hanya terdapat 5 jilid). Sakha juga sudah hafal beberapa surah Al-Qur’an, yaitu surah Al-’Adiyat hingga An-Nas. Tim BWA berkesempatan menyimak secara langsung lantunan hafalan surah Al-’Adiyat dari bibir Sakha ketika berkunjung ke rumahnya pada Rabu 3 Februari 2021. Terlebih lagi, saat isolasi Covid-19 di RS, Sakha begitu gemar mengaji.

Kalau penyakitnya kambuh, Sakha merasa sangat lelah, panas tubuhnya ekstrem (41 derajat Celsius) dan perutnya membesar. Dokter menyatakan ia mengidap talasemia beta alias kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal, tipe mayor (yang paling parah). Kelainan ini dideritanya sejak lahir.

(Sakha Idap Thalasemia)

(Sakha Idap Thalasemia)

Saat lahir, wajah tampak pucat, biru, dan tidak menangis. Saat usia 3 bulan, panas tinggi, lalu dibawa ke RS dan divonis anemia. Usia 5 bulan dirujuk ke RSCM untuk pemantauan: transfusi darah dan konsumsi obat. Umur 7 bulan (hingga sekarang) divonis talasemia beta mayor. Ada penumpukan zat besi di perut sehingga perut tampak buncit.

Sedangkan penyakit jantungnya baru terdeteksi saat Sakha berusia 4 tahun. Menurut dokter, jantungnya bocor akibat talasemia. Sakha pun mendapatkan tindakan operasi pemasangan alat untuk menutup kebocoran jantung. Sejak usia empat bulan hingga sekarang, Sakha rutin mendapatkan transfusi darah, pengobatan serta cek darah (Hb, trombosit, limpa, darah dan zat besi).

Kedua orang tua sangat telaten mengurus Sakha, hanya saja mereka sangat kesulitan memenuhi biaya sewa bajaj untuk transportasi berobat dan obat-obatan yang tidak tercakup BPJS Kesehatan (di antaranya: dafarol dan asam folat). Terlebih sang ibu Mutia Putri Isyuningsih (31 tahun) sejak pandemi Covid-19 tidak berdagang lagi.

Sedangkan sang ayah, Hamidi (29 tahun), yang berprofesi sebagai guru SD swasta penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Walhasil untuk sewa bajaj dan obat-obatan yang tidak tercakup BPJS mereka mengandalkan pinjaman. Untuk membayar pinjamannya pun sangat kebingungan.

Untuk mengurangi beban warga Jalan Bacang No. 32 RT 11/7, Kel. Rawasari, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat tersebut, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) agar biaya sewa bajaj dan obat yang tak tercakup BPJS serta utang biaya berobat Sakha bisa tertutupi. Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.42.150.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis