Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Sakitnya Kanker Serviks, Terasa Ingin Dicabut Nyawa Saya

Sakitnya Kanker Serviks, Terasa Ingin Dicabut Nyawa Saya

 

Tak pernah terbayangkan Hernawati (48 Tahun) jika di dalam rahimnya telah terinveksi sel-sel kanker. Di akhir tahun 2018 Hernawati divonis kanker serviks oleh dokter di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta ketika ia dirawat akibat rasa sakit yang menjadi-jadi di sekitar perut hingga pinggul.

(Hernawati, 49 tahun)

(Hernawati, 48 tahun)

Pada awal Januari 2019 Hernawati dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapat tindakan lebih lanjut. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan dan pengecekan didapati jika kanker serviks yang diderita Hermawati semakin berkembang dan sudah memasuki stadium 2B.

Ketiadaan biaya untuk melakukan cek rutin di rumah sakit setiap hari membuat Hermawati memilih berhenti menjalani perawatan. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran ia tidak lagi bekerja dan sang suami sudah meninggal 13 tahun lalu. Akibat dari terhentinya perawatan membuat kondisinya semakin menurun, sampai-sampai Hermawanti tidak bisa duduk dan tidur karena rasa nyeri yang sangat sakit di rahimnya.

“Rasanya seperti ingin dicabut nyawa saya,” ujar Hermawati, ketika menceritakan betapa rasa sakit itu ia rasakan. Hal ini membuatnya kembali menjalani perawatan di rumah sakit, beruntung ada saudara dan tetangga yang memberikan tambahan uang untuk bisa pergi berobat.

Hernawati dirujuk ke RSCM Jakarta pada akhir September 2019, hal ini dilakukan agar ia bisa menjalani terapi radiasi secara maksimal. Alhamdulillah setelah rutin menjalani terapi kondisinya berangsur pulih, ia tidak lagi merasakan nyeri yang amat sangat seperti bulan-bulan sebelumnya.

Julita (22 tahun), putri pertama Hermawati, terpaksa berhenti bekerja demi merawat sang ibu dan menemaninya pergi ke rumah sakit. Minimnya pemasukan serta banyaknya biaya berobat jalan yang harus mereka keluarkan membuatnya kebingungan ditambah lagi biaya sewa rumah yang lumayan besar, meskipun si pemilik rumah tidak terlalu menekan agar segera membayarkan, tetap saja hal ini membuat beban pikiran bagi mereka.

Untuk mengurangi beban keluarga Hernawati, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui Program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga Hermawati dapat berobat jalan dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.64.800.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#WakafQuran #Wakaf #SedekahKemanusiaan #Sedekah

Sakitnya Kanker Serviks, Terasa Ingin Dicabut Nyawa Saya

Update #1: Rasa Nyeri yang Dirasa Ibu Hernawati Berangsur Pergi

Terhitung sejak awal September sampai akhir Desember 2019 Ibu Hernawati (48 tahun) rutin menjalani terapi radiasi di RSCM, Jakarta. Sebelumnya terapi sempat terhenti karena tidak memiliki biaya. Sekarang Ia  bersyur  bisa kembali menjalani perawatan di RSCM. Semenjak mendapat bantuan dana dari BWA, saya kembali rutin menjalani perawatan,” ujar Ibu Hernawati.

(Penyerahan donasi secara simbolis kepada Ibu Hernawati )

Setelah menjalani 35 kali radiasi, kondisinya mulai membaik. Rasa nyeri yang dirasa Ibu Hernawati berangsur pergi. Saat ini  sudah bisa duduk dan tidur dengan nyeyak tanpa harus merasakan rasa sakit dan nyeri di sekitar rahimnya. Sebelumnya,  dia merasa tersiksa ketika rasa sakit dan nyeri itu datang.

Ia berharap bisa segera sembuh dari penyakitnya. Agar bisa menjalani kehidupan dengan normal dan bisa maksimal mengurus keluarga.

“Saya ucapkan banyak-banyak  terimakasih, karena telah dibantu biaya untuk mencukupi nutrisi dan biaya trasportsai ke rumah sakit, Alhamdulillah Ketolong,” tutupnya.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.