Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Sedari Bayi Al Biya Diuji Sakit Gerd, Asma, dan Lumpuh Otak

Sedari Bayi Al Biya Diuji Sakit Gerd, Asma, dan Lumpuh Otak

Meski usianya sudah 11 tahun, Al Biya Tansya belum bisa beraktivitas layaknya anak seusianya. Ia tidak dapat berjalan dan berkomunikasi dengan baik. “Al Biya juga masih menggunakan popok dalam kesehariannya,” ujar ibunya Al Biya, Titin Salamah (56 tahun).

Masalah yang dialami putri dari Mohamad Syahyar (53 tahun) tersebut diduga bermula sejak usianya menginjak 14 bulan. Saat itu ia terserang diare. Karena dalam beberapa kondisinya tak jua membaik, Titin segera melarikannya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Namun tak disangka setelah diberikan obat, rupanya diarenya Al Biya semakin parah dan setelah itu ia mengalami koma hingga dibawa ke RSCM untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam tiga bulan masa perawatan di RSCM, Al Biya divonis penyakit gerd, asma, dan lumpuh otak (cerebral palsy).

(Al Biya Idap Komplikasi Penyakit)

Sepulangnya dari rumah sakit, Al Biya mengalami kelumpuhan dan kerap mengalami muntah dan sesak napas. Akibatnya, ia harus berobat rutin sepekan sekali ke RSCM dan memerlukan persediaan tabung oksigen karena setiap kali sakitnya kambuh ia mengalami sesak napas. Sampai sekarang kondisinya masih seperti itu.

Otomatis, pengeluaran terbesar dari keluarga yang tinggal di gang sempit pada sepetak rumah kontrakan di Jalan Kayu Utara RT 08/04 Kelurahan kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, adalah untuk biaya berobat Al Biya.

Namun, makin bertambah tahun makin berat untuk membiayainya. Karena, selain biaya berobat, biaya kontrakan, biaya makan sehari-hari yang terus merangkak naik, penghasilan Mohamad Syahyar sebagai tukang ojek relatif tetap bahkan cenderung turun. Sedangkan Titin tak memungkinkan untuk bekerja karena terus-menerus harus merawat Al Biya.

(Al Biya dan Ibunya)

(Al Biya dan Ibunya)

Padahal saat ini, kursi roda Al Biya sudah rusak. Selain itu mesin uap untuk terapi asma juga mau enggak mau harus punya untuk meringankan sakitnya Al Biya bila asmanya kambuh. Belum lagi popok dan oksigen yang harus dibeli secara rutin. Al Biya pun sejak pandemi Covid-19 hingga sekarang belum kontrol lagi ke rumah sakit, selain karena waktu itu khawatir tertular yang utamanya karena memang tiada biaya untuk berobatnya.

Untuk mengurangi beban keluarga Mohamad Syahyar, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslim berdonasi melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga, Al Biya bisa menjalani pengobatan yang lebih layak.

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Al Biya, hingga dapat beraktivitas seperti teman-teman seusianya. Dan, teriring pula doa, semoga Allah SWT membalasi kepedulian para donatur dengan kebaikan berlipat ganda. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.37.500.000

Mitra Lapangan:

Abdurrahman

 

#BWA #InovasiWakaf #SedekahKemanusiaan #SK

 

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 37.500.000



47.31%
Butuh Rp 19.758.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.