Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Sejak Lahir Mengalami Kelainan Jantung, Navisha Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan

Sejak Lahir Mengalami Kelainan Jantung, Navisha Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan

Usianya masih sangat belia, baru tiga tahun, namun perjuangan Navisha Azkayra untuk bertahan hidup sangatlah luar biasa. Ia lahir dengan kondisi jantung mengalami kelainan Patent Ductus Arteriosus (PDA) besar, dimana pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis kiri dengan aorta desendens tetap terbuka setelah bayi lahir. Semestinya penutupan fungsional duktus normalnya terjadi beberapa saat setelah bayi lahir, tetapi pada Navisha hal ini tidak terjadi. 

Sejak usia 3 minggu, Navisha—yang tinggal di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ini—sudah bolak-balik ke rumah sakit. Waktu usia 4 bulan, ia mengalami koma. Usia 9 bulan gagal jantung. Saat berusia 2 minggu hingga berusia 1,5 tahun Navisha kesulitan buang air besar (BAB). Untuk bisa BAB ia harus dibawa ke rumah sakit dengan biaya tak kurang dari Rp 600.000.

(Navisha Idap Kelainan Jantung)

(Navisha Idap Kelainan Jantung)

Di usia 1 tahun Navisha dipersiapkan menjalani operasi pasang ring untuk menutup lubang di jantung. Terdapat pula masalah, kondisi lubang pada jantung Navisha besar, sementara alat penutupnya kecil. Kemudian, karena ada faktor hipertensi, operasi terpaksa tidak jadi dilakukan.

Sejak usia 9 bulan, Navisha diberi terapi obat viagra. Terapi ini bukan untuk menyembuhkan, semata-mata untuk mempertahankan hidupnya. Pernah saat Usia 6 bulan Navisha kritis. Sempat muncul polemik, pada mulanya RSUD Kota Bogor tidak bisa menerima, untunglah pada akhirnya rumah sakit ini bisa menangani dan merawat Navisha sampai sekarang. Rumah sakit ini seperti menjadi rumah kedua bagi Navisha. Sejak bayi hampir setiap bulan ia dirawat selama 7-10 hari, bahkan pada kondisi tertentu bisa lebih lama.

Pada usia 1 tahun 6 bulan, sebagian tubuh Navisha lumpuh. Kini gadis kecil ini kerap mengalami batuk, muntah darah. Sewaktu batuk, darah keluar dari mulut dan hidung. Ia juga mengalami flu setiap hari. Nafasnya terengah-engah membuat tubuhnya (kuku, bibir, kelopak mata) membiru. Karenanya sehari-hari Navisha memerlukan tambahan oksigen.

Sebenarnya Navisha memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk mengetahui penyakitnya secara detil. Dokter juga menganjurkan untuk melakukan cek kromosom. Namun orang tua Navisha belum mampu melakukannya karena biayanya cukup besar, diperkirakan untuk biaya pemeriksaan saja lebih dari Rp 15 juta. Belum lagi harus sedia pula uang untuk biaya perjalanan ke dan selama di Jakarta. Setelah itu, tentu akan ada kebutuhan lanjutan untuk biaya untuk terapi dan pengobatan yang kemungkinan juga besar jumlahnya. 

Ayah Navisha bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan produsen coklat dengan penghasilan Rp 3 juta per bulan. Ibunya mengurus rumah tangga. Neneknya menerima upah sebagai buruh cuci, dan kakeknya berjualan sepatu keliling. Untuk biaya makan dan membeli obat-obatan sehari-hari saja tidak mencukupi. Memang sebagian besar biaya pengobatan Navisha ditanggung BPJS Kesehatan, tetapi untuk pembelian obat viagra, oksigen, dan terapi inhalasi yang mencapai lebih dari Rp 6 juta sebulan harus diupayakan sendiri.

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) menggalang Sedekah Kemanusiaan untuk membantu pengobatan Navisha Azkayra dan mengajak para wakif di manapun berapa untuk berpartisipasi. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan kesembuhan yang hakiki bagi si kecil Navisha Azkayra, dan membalasi kebaikan para wakif dengan curahan rahmat berlipat ganda.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.52.714.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Sejak Lahir Mengalami Kelainan Jantung, Navisha Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan

Update #1: Alhamdulillah, Operasi Jantung Tahap Awal Navisha Berjalan dengan Baik

Saya senang sekali dan merasa tidak sendirian dalam berjuang menyembuhkan anak saya. Terima kasih kepada BWA dan para donatur,” tutur Dudin Suhendi, ayah Navisha Azkayra, saat ditemui oleh tim BWA di kediamannya di Bogor pada Selasa 4 Mei 2021.

Mirawati, ibu Navisha, pun mengucapkan terima kasih kepada sahabat wakaf dan BWA karena membantu biaya pengobatan Navisha. “Semoga Allah melipatgandakan rezeki staf BWA dan para sahabat wakaf,” sambung Mirawati sambil terisak.

Mirawati menjelaskan, Navisha sudah menjalani katerisasi atau pengecekan jantung dan pemasangan alat bantu pada organ tersebut. “Anak saya menjadi contoh bagi pasien Patent Ductus Arteriosus (PDA) lain, karena jarang ditemukan pengidap penyakit ini dapat sembuh tanpa dilakukan pembedahan,” kata Mirawati.

(Navisha Kian Membaik)

(Kondisi Kesehatan Navisha Kian Membaik)

Saat ini peredaran darah Navisha sudah normal. Namun, Navisha masih wajib melakukan kontrol jantung di RSCM Jakarta dan RS Hermina Bogor masing-masing sebulan sekali. Navisha pun masih belum bisa bicara karena mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan.

“Operasi hinstrung & hernia harus Navisha lakukan. Namun, saya masih belum berani lantaran anak saya baru saja operasi,” ungkap Mirawati. Navisha saat ini masih membutuhkan biaya untuk akomodasi & transportasi ke rumah sakit, susu bernutrisi khusus, dan popok. “Karena konsumsi banyak obat, Navisha membutuhkan banyak popok,” terang Mirawati.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 52.714.000



97.46%
Butuh Rp 1.339.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis