Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Semangatnya Begitu Kuat, Meskipun Kondisi Kakinya Tak Sempurna.

BWA-DK. Tak ada seorang pun dalam pikiran sehatnya, mau kehilangan salah satu bagian tubuh yang sangat penting. Namun itu yang di alami Wasno (52 tahun), warga Sidamukti, Cilodong-Depok. Tahun 2011,  Wasno harus kehilangan kaki sebelah kanan karena diamputasi. Berawal hanya tergores standar motor pada kakinya, karena kadar gula darahnya yang tinggi, maka luka goresan itu pun sulit kering dan menjadi semakin parah. Dengan alasan biaya, Wasno pun mengobati luka ala kadarnya. Akhirnya dagingnya pun membusuk.


Wasno

Wasno dengan kaki palsu pemberian teman anaknya.

Beruntung ada temannya yang peduli, dan berbekal kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, Wasno dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan yang lebih intensif. Dokter pun memutuskan harus melakukan amputasi pada kakinya. Yang memilukan, adalah ketika operasi pembersihan daging busuk yang sudah terdapat belatungnya, kaki Wasno tidak disuntik obat bius.

Pria kelahiran Tegal suami dari Emi (48 th) itu tak tahu kenapa proses pembersihan dan penghilangan sisa daging yang membusuk itu tidak menggunakan obat bius. “Saya gak tahu pak...kenapa dokter gak ngasih obat bius,” kenang Wasno.

Bisa dibayangkan rasa sakit yang luar biasa yang Wasno alaminya. Untuk menahan sakitnya pun Wasno harus menggigit bantal.

Setelah operasi berhasil, Wasno pun harus menggunakan kaki palsu. Ada beberapa pihak yang menjanjikan memberi kaki palsu. Namun hingga kini tak kunjung datang. Sambil terus bersabar, Wasno membuat kaki palsu dari sepatu bot (jenis sepatu karet yang tinggi) namun hasilnya tidak memuaskan, malah sering membuat kakinya berdarah.

“Sedangkan yang saya pakai sekarang ini kaki palsu pemberian teman anak saya sudah namun sudah rapuh dan berat‘’. ujar Wasno sambil memperlihatkan kaki palsunya tersebut. “Sehingga kaki saya sering lecet, karena keras dan ukurannya sudah tidak pas“ tambahnya.

Kondisi ini tentu sangat menyulitkan aktivitas Wasno untuk mencari nafkah. Walau begitu, Wasno tak pernah mengeluh dan tak mau mengemis. Setiap hari giat menjemput rezeki dengan mengumpulkan barang bekas demi terpenuhinya kebutuhan keluarga.

Saat ini keinginan terbesar Wasno adalah mempunyai kaki palsu yang nyaman dan ringan dipakainya. Maka dengan program Donasi Kesehatan Badan Wakaf Al Qur’an, kami mengajak para wakif, mewujudkan harapan Wasno, sehingga kaki palsu itu nantinya dapat menunjang aktivitasnya sehari-hari dan dapat meringankan beban hidupnya.

Mari kita bantu Wasno untuk memiliki kaki palsu, karena seperti diriwayatkan dari Abu Hurairah; Rasulullah SAW telah bersabda:

"Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim." (Hadist riwayat Muslim, Tirmidzi, Abi Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

 

Nilai Donasi yang Dibutuhkan :

Rp. 8.858.000 (Untuk Pembelian Kaki Palsu dan Insulin).

Partner Lapang :

Alimuddin Baharsyah

Semangatnya Begitu Kuat, Meskipun Kondisi Kakinya Tak Sempurna.

Update #1 : Wasno Memesan Kaki Palsu

BWA-DK. Kamis, 03 Desember 2015 Tim BWA bersama Pak Wasno memesan kaki palsu di daerah Kelapa Dua – Depok. Adapun alasan Tim BWA memesan di daerah tersebut karena kualitas produk yang cukup baik dan harganya terjangkau. Disamping itu, jaraknya tak terlalu jauh dari rumah Pak Wasno.

Selama perjalanan dari rumahnya ke lokasi pembuatan sepatu, Pak Wasno berulang kali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Dia begitu  terharu ternyata masih banyak orang yang peduli terhadap kesulitannya. Dia juga mendo’akan agar orang-orang yang telah membantu mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah SWT.

proses pengukuran untuk pembuatan kaki palsu

"Pak Wasno menjalani proses pengukuran"

Sebelum proses pengukuran, diperlukan 7 menit untuk membuka beberapa kaos kaki dan beberapa helai kain yang selama ini digunakan untuk membungkus kakinya.  Untuk proses produksinya sendiri dibutuhkan waktu 2-4 hari. Menurut Misbah, produsen kaki palsu tersebut, nanti pihaknya akan memberikan pelatihan singkat untuk Pak Wasno agar terbiasa dengan kaki palsu barunya.

 

Semoga “kaki baru” Pak Wasno memudahkannya untuk beraktifitas seperti sediakala.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 8.858.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.