Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Khusus Dakwah

Semburat Cahaya Alquran dari Wanayasa untuk Indonesia

(Beberapa santri dan salah seorang pengajar)

Bacaan surat Al Baqarah terdengar lirih dari pesantren sederhana berdinding bilik di dusun Cigintung, Legokhuni Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. Seorang santri terlihat berdiri di selasar bangunan berbilik, tatapan matanya mengarah pada petak-petak sawah dan kebun terhampar di depannya. Lisannya tak henti melantunkan ayat-ayat Alquran. Ia adalah salah satu santri yang memilih Al Quran sebagai sahabat hidupnya. Banyak lagi santri lainnya yang juga menjadikan Al Quran sebagai sahabatnya, mereka berjuang menghafal Al Quran di bawah bimbingan Seorang Hafifz bersanad di Pesantren Qoryah Quran Wanayasa. Mereka disiapkan menjadi pemimpin qurani dalam program “One Hafidz for One Masjid”. Mereka diharapkan menjadi solusi akan sulitnya mendapatkan seorang imam masjid yang memiliki bacaan Al Quran berkualitas (bersanad).

(Salah Satu Santri Tahfiz di Qoryah Quran Wanayasa)

Untuk mewujudkan harapan ini, Qoryah Quran Wanayasa berpegang pada prinsip Ta'awwun dan Tabarruk. Ta’awwun adalah sinergi berbagai pihak, termasuk orang tua, pesantren dan masyarakat.. Sedangkan "Tabarruk" adalah tradisi pesantren mencari keberkahan kepada Allah SWT melalui aktivitas kebaikan termasuk ber-infaq dan ber-wakaf. Oleh karena itu,  siapa saja, termasuk yatim / dhuafa, bisa belajar Al Quran di Qoryah Quran, tanpa khawatir putus pendidikan akibat kesulitan ekonomi. Tidak ada kapitalisasi pendidikan, tidak ada akad ijarah antara lembaga dengan santri (via orang tua) yang menjadikan dunia pendidikan mengarah pada akad transaksional seperti halnya jual beli. Tidak ada uang gedung atau uang pangkal, tidak ada biaya jasa pendidikan kecuali infaq dan wakaf yang dilandaskan pada keikhlasan ta’awwun berdasarkan standar rata-rata kebutuhan pendidikan yang telah disepakati.

Ta'awwun seperti ini ditujukan untuk meraih keberkahan dan pertolongan dari Allah SWT, yaitu berupa lahirnya generasi qurani yang dapat menjadi semburat cahaya cemerlang yang menerangi Indonesia, sebagaimana hadist Rasulullah SAW :

"Sesungguhnya Allah senantiasa menolong hambaNya selama hamba menolong saudaranya" (HR. Muslim).

Amanah ini memang berat. Ratusan juta umat Islam di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,  menanti mereka. Banyak umat yang masih terbata-bata, belum bisa membaca Alquran, bahkan banyak pula imam masjid yang sangat memprihatinkan bacaannya. Harapan inilah yang mendorong Qoryan Quran Wanayasa bertekad untuk melangkah dan terus maju berbenah diri, menjalin sinergi kekuatan dengan berbagai elemen masyarakat.

Untuk itu, kami mengajak Anda dan  para muhsinin lainnya agar terlibat membangun Qoryah Quran Wanayasa demi mewujudkan Indonesia yang diberkahi dengan cahaya Rabbani.

Mari ! Dukung Qoryah Qur’an Wanayasa Melahirkan “One Hafidz for One Masjid”.

 

Dana yang dibutuhkan:

Tahap I

Pembebasan Tanah untuk Masjid dan Sarana Pembangunan 2200 m2 x Rp 1.250.000 = Rp 2.750.000.000,-

Tahap II

Pembangunan Sarana Pendidikan 500 m2 = Rp 1.500.000.000,-

Tahap III

Pengembangan Wakaf Produktif Penunjang Pendidikan = Rp 750.000.000,-

Tahap IV

Pengembangan Sarana Pendidikan 500 m2 = Rp 1.500.000.000,-

 

Total:

Rp. 6.500.000.000,-

Partner Lapang :

Ust. Abdurrahman Dihya Ramadhan

Semburat Cahaya Alquran dari Wanayasa untuk Indonesia

Update #4: One Masjid One Hafidz

Alhamdulillah, tidak terasa kita telah menginjak hari ke-11 di bulan suci Ramadhan 1442 H. Seperti Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk praktik langsung mempimpin Shalat Tarawih di Pesantren. Beberapa santri yang bacaannya telah baik ditambah dengan hafalan yang tinggi memiliki kewajiban untuk menjadi Imam.

Sepintas mungkin menjadi Imam tarawih tidaklah sulit bagi yang telah terbiasa. Namun bagi beberapa santri yang baru menjadi Imam tarawih, tentu hal ini cukup memberikan tantangan tersendiri. Apalagi tarawih di Pesantren itu harus satu juz dalam satu malam.

Praktik ini juga menjadi salah satu pembiasaan di Qoryah Quran Wanayasa. Sebab kelak seusai para santri menyelsaikan pendidikannya di Pesantren, mereka diharapkan mampu untuk langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat. Berkhidmat untuk umat, salah satunya dengan menjadi Imam Shalat di masjid-masjid setempat.

Ya, program ini selaras dengan program Qoryah Qur’an Wanayasa yaitu  “One Masjid One Hafidz”. Kelak kami berharap ratusan bahkan ribuan alumni dari Qoryah Qur’an Wanayasa mampu memberikan warna di masjid-masjid seluruh Nusantara. Melantunkan Kalam mulia yang memberikan cahaya terang kepada seluruh alam semesta.

Para muhsinin yang dirahmati Allah Subhanahu wata’ala. Mari dukung project Wakaf Khusus Dakwah Qoryah Qur’an Wanayasa agar mampu mencetak ribuan hafidz penghafal Qur’an untuk Indonesia dan dunia. Salurkan wakaf terbaik anda, atau bisa juga dihadiahkan pahala wakaf untuk orang tua tercinta anda. Tak lupa selalu terselip doa-doa terbaik dari para penghafal al-Quran kepada para muhsinin semua.

Update #3: Doa Terbaik di Bulan Ramadhan

"Aamiin" serentak diucapkan oleh lebih dari 50 santri penghafal Al-Qur'an di Qoryah Qur'an Wanayasa. Setiap harinya khususnya di hari Jum'at, para santri rutin mendoakan kebaikan kepada seluruh muhsinin. Tidak ada balasan yang bisa diberikan selain doa terbaik kepada muhsinin yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan pesantren di Qoryah Qur'an Wanayasa.

Alhamdulillah di Ramadhan 1442 H ini, masjid pesantren telah berdiri kokoh, meski belum rampung seratus persen tapi kini para santri telah bisa menggunakannya untuk shalat berjamaah, tadarus Al-Qur'an dan belajar banyak ilmu dari para asatidz disini.

Kami ucapkan jazakumullah khairan katsiron kepada para muhsinin, semoga Allah balas kedermawanan muhsinin semua dengan pahala berlimpah, dilapangkan rezekinya, diberkahi usianya, serta mendapat balasan Syurga Nya kelak di akhirat. Tak lupa di momen Ramadhan ini, kami juga berdoa semoga apa-apa yang menjadi hajat muhsinin semua Allah kabulkan dan berikan yang terbaik. Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Ramadhan masih berjalan, masih terbuka kesempatan kepada kaum muslimin dimanapun anda berada untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pesantren di Qoryah Qur'an Wanayasa. Mari dapatkan pahala berlimpah ruah dengan menyalurkan infaq dan wakaf terbaik anda atau bisa juga dihadiahkan untuk orang tua tercinta anda. Insya Allah pahala kan terus mengalir dan menjadi kebaikan untuk semua. Aamiin

Update#2: Para Santri Qoryah Qur'an Diwajibkan Mengajar Setiap Harinya

Di tengah kesibukan santri setiap hari seperti qiyamul lail, belajar di kelas, menjaga kebersihan lingkungan pesantren juga mengejar target setoran hafalan dan mempertahankannya....para santri pun diwajibkan untuk mengajarkan setiap ilmunya kepada anak-anak di lingkungan sekitar pesantren.

Alhamdulillah meskipun awalnya ragu dan malu, namun lambat laun mereka pun mulai terbiasa. Satu per satu lantunan huruf hijaiyyah terdengar dari mulut para santri mencoba memberikan contoh kepada anak yang sedang diajarkannya.

Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Qoryah Qur'an Wanayasa dalam rangka melahirkan para pengajar-pengajar Al-Quran di masa depan. Kami menyebutnya Khadimul Qur'an.

Kelak para santri setelah menyelesaikan masa pendidikannya di pesantren mampu menjadi Khadimul Qur'an di lingkungan mereka masing-masing.

Mengajarkan Al-Qur'an serta menjadi cahaya yang akan membawa kemuliaan bagi peradaban di masa depan.

Mari dukung program Qoryah Qur'an Wanayasa dalam melahirkan para penghafal-penghafal Al-Qur'an. Salurkan infaq dan wakaf terbaik Bapak Ibu melalui Badan Wakaf Al Qur'an. Semoga Allah SWT membalas setiap infaq dan wakaf yang Bapak Ibu berikan dengan limpahan pahala yang besar, diluaskan rezekinya, disehatkan badannya dan mendapat balasan Syurga di akhirat kelak. Aamiin ya rabbal 'alamiin

Update #1. Pembebasan Lahan Terkendala Biaya, Guru Dan Santri Tetap Semangat Cetak Prestasi

Upaya Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) menghimpun dana wakaf untuk membantu pengembangan Pesantren Qoryah Qur’an di daerah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Hingga bulan Desember 2019, telah terhimpun dana wakaf untuk kegiatan pembangunan tahap pertama, yaitu pembebasan lahan, sebesar 5,9% dari yang dibutuhkan. Lahan tersebut memiliki luas 2.200 meter persegi, dan pembebasannya membutuhkan dana sebesar Rp2.750.000.000. Di sana akan dibangun fasilitas pendidikan dan sarana penunjang, termasuk di antaranya masjid.

(Salah seorang santri Qoryah Qur'an menjadi juara 2 Musabaqah Hifdzil Qura'n Kategori 5 Juz tingkat Kabupaten Purwakarta)

Dilihat dari segi usia, Pesantren Qoryah Qur’an yang berlokasi di daerah Wanasaya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memang terbilang masih “balita”. Fasilitas belajar dan mengajar yang dimiliki pun sangat terbatas. Namun semangat untuk berkiprah dalam membina umat mengalir kuat dalam diri para guru dan penyelenggara lembaga ini.

( Proses Belajar Santri Qoryah Qur'an)

Setiap hari santri-santri dibina dan didampingi dalam menghafal Al Qur’an agar memiliki kemampuan membaca Al Qur’an yang sesuai dengan kaidah tahsin.  Di Pesantren Qoryah Qur’an Wanayasa ini para santri disiapkan menjadi pemimpin qur’ani. Mereka diharapkan dapat menjadi imam masjid-imam masjid yang memiliki bacaan Al Qur,an berkualitas (bersanad), yang sangat dibutuhkan masyarakat sekarang ini.

Capaian-capaian hafalan para santri sangat menggembirakan dan mendapat pengakuan dari masyarakat sekitar. Baru-baru ini santri Pesantren Qoryah Qur’an Wanayasa berhasil meraih juara kedua dalam kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an  setingkat Madrasah Tsanawiyyah (MTs) di Purwakarta.

Para gurunya juga berkiprah dalam membangun umat di tataran yang lebih luas. Pada Bulan November 2019 Mudir Pesantren Qoryah Qur’an Wanayasa, Ustadz Abdurrahman Dihya, bersama-sama dengan Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bertolak ke daerah Ternate dan Halmahera di Provinsi Maluku Utara guna membina para guru-guru pengajar Al Qur’an.

Melihat eksistensi dan kiprahnya yang tinggi bagi kemashalatan umat, BWA mengajak para wakif untuk membantu mempercepat pengembangan Pesantren Qoryah Qur’an Wanayasa ini. Target pertama, mengupayakan pembebasan lahan selekas mungkin, karena pihak-pihak yang terkait sudah mendesak untuk dilakukan penyelesaikan pembebasan lahan. Sementara dana yang terkumpul masih belum mencukupi.

Setelah itu barulah difokuskan pada pengembangan tahap kedua, yaitu pembangunan sarana pendidikan dan fasilitas penunjang yang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp6.500.000.000. Dengan tambahan fasilitas, diharapkan lembaga ini dapat menampung santri dalam jumlah yang lebih banyak, dan para santri dapat belajar dengan suasana yang lebih layak.

Semoga Allah Subhanahu wata’ala membukakan jalan dan kemudahan bagi terwujudnya pengembangan Pesantren Qoryah Qur’an Wanayasa. Dan bagi para wakif yang turut membantu, semoga Allah Subhanahu wata’ala membalasi dengan kemuliaan dan kebaikan berlipat ganda.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur