Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Separuh Pondasi Rumah Sriyono (54 Tahun) Dua Kali Tersapu Longsor

Luas rumah Sriyono (54 tahun) memang 4 X 7 meter. Namun yang dapat ditinggali dengan aman hanya seluas 2 X 1,5 meter. Sisanya, menggantung di atas slub lantaran pondasi dan tanahnya habis terbawa longsor sebulan yang lalu. Di ruang sekecil itu pula, ia bersama istri dan kedua anaknya tidur berhimpitan.

“Habis kita mau tidur dimana lagi, mau gak mau kami tidur berjejer di ruangan ini,” ungkapnya menunjuk ruangan sempit sebelah kanan dalam rumah yang tanahnya tidak turut terbawa air hujan, Selasa (22/7) di RT 011/03 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,  Jakarta Selatan.

Longsor terjadi tatkala hujan lebat menerpa Jakarta termasuk daerah tempat tinggal Sriyono yang berundak (sengkedan) pada Kamis, 19 Juni lalu. Setelah diguyur hujan seharian, seperempat bagian tanah yang menjadi tempat berdirinya rumah Sriyono longsor. Walhasil rumah tersebut bagian sebelah kirinya jadi menggantung.

zpp

Saat istri Sriyono menunjuki Pondasi rumah yang longsor

Bermodalkan uang pinjaman dari mandor bangunan ditempatnya bekerja, keesokan harinya Sriyono dengan dibantu istri dan kedua anaknya bergotong royong memugar pondasi agar tidak terjadi longsor susulan. Karena lokasi rumahnya sulit dijangkau oleh kendaraan atau pun gerobak maka pengerjaan menjadi lebih berat dan lama.

Baru sepekan pondasi tersebut selesai dikerjakan, tepatnya pada Kamis, 26 Juni, hujan deras kembali turun.  Rasa waswas menyelimuti dada Sriyanto karena kuatir longsor terjadi lagi. Ia pun berdoa agar hal itu tidak terjadi. Namun Allah SWT berkehendak lain. Pondasi yang dibangun menggunakan uang pinjaman itu roboh karena seharian diguyur hujan. Lebih dari itu, longsoran pondasinya menimpa rumah yang berada persis dibawah rumahnya.

Sebagai hamba yang ditimpa musibah, Sriyono pasrah seraya bertanggung jawab mengganti kerusakan rumah tetangga tersebut. “Kami tidak ingin mengecewakan orang lain, semampu kamu perbaiki rumah tetangga,” ujarnya.

Sriyono lebih mementingkan memperbaiki rumah tetangga dari pada rumahnya sendiri walau posisi gantungnya kini semakin parah. Yang bisa dilakukannya hanya menutupi bagian tanah yang longsor dengan plastik agar tidak tergerus air hujan lagi.

Kini Sriyono hanya bisa melihat kondisi rumahnya yang seperti itu serta berharap hujan lebat tidak turun sebelum rumahnya kembali kokoh. Namun ia tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya. Meminjam uang ke tetangga sudah tidak mungkin, mengingat utang untuk pembangunan pondasi awal saja belum terbayar. Bukan hanya itu, karena sibuk membangun mengurusi rumah yang longsor, akhirnya Sriyono dipecat dari tempat kerjanya dengan alasan jarang masuk.

Cobaan yang bertubi-tubi ini berusaha ia hadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan seraya berpasrah kepada Allah SWT. “Saya pasrah saja, semoga semua ini berakhir dengan kebaikan,” ungkapnya.

Melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang  zakat harta (mal) atau pun donasi dari kaum Muslimin untuk Sriyono. Dengan demikian, beban Sriyono terkurangi dan kewajiban zakat kita tertunaikan. Dan semoga ini menjadi tiket kita semua untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT di Hari Pembalasan kelak.

Karena Nabi Muhammad SAW bersabda seperti yang dijanjikan Allah SWT seperti yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah, yang artinya: “Barangsiapa yang melapangkan dari seorang Mukmin sebuah kurbah (kesulitan yang besar yang menjadikan orang yang mendapatkannya dalam penderitaan) dari kurbah dunia, niscaya Allah melapangkannya dari kurbah pada hari kiamat...” Aamiin.[]

Donasi yang dibutuhkan: 

 Rp 26.000.000,- (biaya membangun pondasi 2 X 14 meter berundak Rp 21 juta dan bayar utang Rp 5 juta)

Partner Lapang

Alimudin Bahrsyah

Separuh Pondasi Rumah Sriyono (54 Tahun) Dua Kali Tersapu Longsor

Sekarang Sriyono Semangat Bekerja dan Tenang Meninggalkan Keluarga

BWA-ZPP. Usai dipugar pertengahan September 2014 lalu, pondasi rumah Sriyono (54 tahun) kini sudah kuat kembali.  “Alhamdulillah sekarang saya sangat bersemangat bekerja karena sudah tidak kuatir lagi untuk meninggalkan rumah dan keluarga saya,” ungkap lelaki yang kembali mendapat pekerjaan sebagai buruh bangunan, Rabu (1/10) di rumahnya RT 011/03 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,  Jakarta Selatan.

Zakat Peer To Peer | BWA

Pondasi Rumah Sriyono dalam perbaikan

 

Sebelumnya, separuh pondasi rumah Sriyono sempat tersapu longsor dua kali saat hujan lebat pada 19 dan 26 Juni 2014 lalu. Sehingga rumah ukuran 4 X 7 meter  yang dapat ditinggali dengan aman tersisa 2 X 1,5 meter saja. Sisanya, menggantung di atas slub lantaran pondasi dan tanahnya habis terbawa longsor. Di ruang sekecil itu pula, ia bersama istri dan kedua anaknya tidur berhimpitan.

Sejak saat itu, takut longsor akan menyapu bersih rumahnya selalu dirasa Sriyono dan keluarganya setiap kali hujan turun. “Tapi sekarang ketika sudah dibangun dan dibantu oleh BWA, Alhamdulillah kami merasa tenang,” ungkapnya.

Pada 1 September lalu, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menyalurkan dana zakat dan donasi dari kaum Muslimin yang dikumpulkan melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sebesar Rp 26 juta untuk merenovasi pondasi rumah di tanah sengkedan tersebut.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan banyak terima kasih kepada BWA yang telah memberikan bantuan kepada saya dan semoga Allah memberikan berkah-Nya dan pahala yang mengalir terus kepada donatur yang membantu saya,” doanya.

Aamiin, aamiin, Yaa Rabbal ‘Aalamiin...[]

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 26.000.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.