Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Sepuluh Tahun Berjuang dari Ambeien

Peluh keringat terlihat mengucur di wajah Bapak Suprapto (60 tahun) selepas pulang bekerja di sawah sore itu. Lelah terasa oleh Bapak Suprapto warga Desa Pegadingan, Cipari, Cilacap setelah bekerja seharian untuk menafkahi keluarganya. Suparjo harus bekerja keras demi perjuangan istrinya Nasikem (59 tahun) sepuluh tahun ingin sembuh dari penyakit ambeien.

(Kondisi Ibu Nasikem Saat Ini)

Nasikem mulai menderita sakit ambeian pada 2009 karena salah minum obat. “Kelelahan setelah seharian bekerja, Ibu beli obat murah di warung, tapi ternyata obat itu tidak cocok,ungkap anaknya, Dedi Wahyudi (30 tahun).

Setelah mengkonsumsi obat-obatan tersebut, bukannya semakin membaik. Badan Ibu Nasikem justru melemah dan akhirnya jatuh sakit. Dalam beberapa bulan terakhir Ibu Nasikem kehilangan nafsu makan, sehingga badannya bertambah kurus.

Ketika Tim Badan Wakaf Alquran (BWA) mendatangi Ibu Nasikem, kondisinya semakin memprihatinkan. Penyakit ambeien yang dideritanya semakin parah hingga menyumbat lubang anusnya dan mengharuskan Ibu Nasikem segera dioperasi.

Karena kondisinya semakin parah, akhirnya keluarga membawa Ibu Nasikem ke Rumah Aakit Jakarta Timur untuk menjalani tindakan operasi. Namun, saat ini Suprapto tengah kebingungan akan biaya yang harus ia bayar. Penghasilan yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sementara berbagai usaha sudah ia lakukan, tetapi belum membuahkan hasil.

Betapa berat perjuangan Ibu Nasikem sepuluh tahun melawan penyakit ambeien. Mari, bantu biaya pengobatanya melalui Program Sedekah Kemanusiaan (BWA) agar ia dapat sembuh dan beraktivitas normal kembali seperti sedia kala. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal sholeh.

 

Donasi yang dibutuhkan

Rp.55.000.000

Partner Lapangan

Rifai

 

Sepuluh Tahun Berjuang dari Ambeien

Update #1: Ibu Nasikem Kembali Ke Pangkuan Ilahi

Sepuluh tahun lamanya ibu Nasikem (59 tahun) harus menjalani ujian hidup dengan penyakit ambeiyen, hari-hari yang dijalani tentu begitu berat. Namun, saat ini Ibu Nasikem tidak lagi merasakan ujian dari penyakitnya, karena pada awal Oktober 2019 Ibu Nasikem telah dipanggil oleh Allah SWT dan kembali kepangkuan-Nya.

(Pemakaman Ibu Nasikem)

(Pemakaman Ibu Nasikem)

Kesedihan begitu terasa dari raut wajah Dedi Wahyudi (30 tahun). Putra ibu Nasikem terlihat sangat pasrah dan ikhlas atas kepergian Ibu tercinta, semua usahanya harus terhenti sampai disisni.

“Kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiira kepada tim BWA dan lain-lain yang telah membantu kami dalam merawat ibu tercinta,” Ujar Dedi Wahyudi.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.