Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Sering Jebol Diterjang Banjir, Warga Tegalsari Butuh Bendung Air Bersih Yang Kokoh

Sering Jebol Diterjang Banjir, Warga Tegalsari Butuh Bendung Air Bersih Yang Kokoh

Bendung air yang dibuat warga Tegalsari hampir setiap tahun jebol diterjang banjir bah. Hampir setiap tahun warga terpaksa membangun kembali bendung baru, karena yang lama berikut dengan pipanya habis disapu air bah yang biasanya datang tiba-tiba di musim hujan. Bendung air tersebut adalah jantung penyedia air bersih di Dusun Tegalsari. Tanpa bendung, air tak bisa "ditarik" ke bak penampung. Bak menjadi kosong, akibatnya tidak ada air yang dialirkan ke rumah-rumah. Ketika bendung jebol, warga terpaksa menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

(Penampakan bak penampung air bersih yang rusak diterjang air banjir bah)

Dusun Tegalsari berlokasi di Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Berada di lereng Gunung Merapi, terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan air laut  (MDPL). Daerahnya sejuk. Dusun yang dihuni oleh 225 KK (sekitar 1.000 orang) ini dialiri sebuah sungai kecil yang airnya jernih. Sumber airnya berasal dari mata air yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari dusun, selain itu juga dari air yang keluar dari tebing-tebing gunung. Warga memanfaatkan air sungai ini sebagai sumber air bersih untuk keperluan sehari-hari, termasuk makan, minum, dan MCK. Untuk memudahkan pemanfaatan air sungai, warga secara swadaya bergotong royong membuat bendung (pengempang untuk menahan air sungai). Dengan begitu air sungai menjadi lebih tinggi dan bisa dialirkan dengan menggunakan pipa ke bak penampung yang terletak di pinggir sungai. Dari bak penampung ini air dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah warga.

(Tim BWA meninjau bak penampung air bersih milik warga yang rusak)

Menurut Pak Ali, mitra Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) di lapangan, sedikitnya sudah empat kali warga Dusun Tegalsari bolak balik membangun bendung yang selalu hancur dilanda banjir bah. Warga Dusun Tegalsari berharap, mereka bisa memiliki bendung yang kokoh, agar air sungai yang jernih dapat mengalir lancar ke rumah-rumah penduduk sepanjang waktu.

Rencana Project

Tim BWA telah melakukan survei ke Dusun Tegalsari pada tanggal 2 September 2019 dan memetakan permasalahan yang dihadapi warga, serta merumuskan solusi yang dapat ditempuh. Rencananya BWA akan membuat program pembangunan sarana air bersih atau Water Action for People (WAFP) dengan memfokuskan kegiatan pada empat hal berikut:

  1. Memperbaiki dan memperkuat bendung yang sudah ada dengan meninggikan fisik bendung sekitar 1 meter ke atas, membentang sepanjang 8 meter. Perbaikan bendung menggunakan konstruksi batu kali dan beton bertulang.
  2. Membuat pasangan batu kali untuk dijadikan sebagai tanggul di sisi kiri dan kanan sungai. Tanggul ini dibuat dengan tinggi 2 meter, membentang sepanjang 20 meter sampai ke posisi bendung.
  3. Memperbaiki dan meninggikan bak penampung air atau penangkap air yang sudah ada, kemudian menutupnya dengan konstruksi beton agar kebersihan air selalu terjaga (bak penampung yang ada sekarang masih dalam keadaan terbuka). Dengan konstruksi bak penampung yang kokoh dan kapasitas lebih besar, diharapkan debit air yang mengalir ke rumah warga dapat lebih kencang.
  4. Memperbaiki jaringan pipa utama yang membentang di sisi sungai sepanjang 110 meter, dengan tujuan agar kondisi pipa aman, dan tidak mudah tersapu banjir pada saat musim hujan tiba.

BWA membuka penggalangan dana untuk merealisasikan program WAFP di Dusun Tegalsari, dan mengajak para wakif untuk berpartisipasi sehingga masyarakat tegalsari memiliki bendung air yang kokoh. Bendung air yang kokoh akan memudahkan masyarakat untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari dan juga beribadah. Semoga amal shalih para wakif semakin mengokohkan kita menjadi penolong-penolong agama Allah yang berjihad dengan harta kita.

 

Donasi Wakaf Yang Dibutuhkan:

Rp 690.350.000

Partner Lapangan:

Pak Ali

 

Sering Jebol Diterjang Banjir, Warga Tegalsari Butuh Bendung Air Bersih Yang Kokoh

Update #4: Selesaikan Pekerjaan Tahap Akhir, Wakaf Sarana Air Bersih di Tegalsari Segera Diresmikan

Akhir tahun 2021 menjadi hari yang membahagiakan untuk masyarakat di dusun Tegalsari, setelah serangkaian proses panjang yang dilakukan tIm BWA dan masyarakat akhirnya pembangunan wakaf sarana air bersih memasuki tahap akhir pekerjaan (finishing).

(Air Sudah Mengalir melalui Pipa HDPE)

(Air Sudah Mengalir melalui Pipa HDPE)

Menurut Bapak Ali selaku patner lapangan BWA untuk project ini, proses pekerjaan fisik wakaf sarana  sudah hampir bisa dinyatakan selesai. “Alhamdulillah, pekerjaan di Tegalsari ini berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa kendala teknis, tapi tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam bergotong royong,” tuturnya.

Dalam pembangunan wakaf sarana air bersih ini, BWA melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Tegalsari. Harapannya ke depan agar masyarakat mempunyai rasa memiliki  bersama dan membangun rasa tanggung jawab untuk bersama-sama merawat dan menjaga.

(Pemasangan Batu Kali untuk Bendungan)

(Pemasangan Batu Kali untuk Bendungan)

(Bak Tampung Air)

(Bak Tampung Air)

“Kita mencoba untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Tegalsari. Kita ingin masyarakat merasa memiliki bersama dan ikut menjaga merawat sarana air bersih ini agar kebermanfaatannya selalu terjaga,” tutur Luthfi penanggungjawab program WAFP BWA.

(Penarikan Pipa HDPE sampai ke Dusun Tegalsari)

(Penarikan Pipa HDPE sampai ke Dusun Tegalsari)

“Untuk pekerjaan finishing insyaAllah dalam waktu dekat akan diselesaikan, mohon doanya,” lanjutnya.  

Wakaf sarana air bersih untuk masyarakat Tegalsari insyaAllah segera diresmikan. Pekerjaan yang telah dilakukan ini adalah bentuk nyata BWA dalam merealisasikan salah satu program Water Action for People (WAFP). Terima kasih para wakif dalam dukungan dan doa-doanya semoga apa yang para wakif berikan di balas oleh Allah SWT, aamiin.

 

Update #3: Gotong Royong Warga Tegalsari Selesaikan Wakaf Sarana Air Bersih

Alhamdulillah menjelang akhir tahun, project wakaf sarana air bersih di Tegalsari, Boyolali sudah memasuki tahap-tahap akhir pengerjaan bangunan fisik. Nampak antusiasme warga Tegalsari bersemangat bergotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan fisik wakaf sarana air bersih ini.

Pada tahap ini tim BWA dan warga Tegalsari berfokus untuk memperbaiki bendungan, guna untuk menangkap dan menampung air di sumber yang nantinya akan dialirkan ke bak tampung di sisi bendungan. Pekerjaan yang dilakukan antara lain pecah batu yang ada di sungai, yang nantinya akan digunakan untuk perbaikan bendungan, perangkaian besi untuk sloof bending, sloof bak dan tiang bak, serta pemasangan batu kali di bagian bawah bendungan dan perbaikan bawah bendungan yang sudah rusak.

(Pecah Batu)

(Pecah Batu untuk Perbaikan Bendungan)

(Bendungan)

(Perbaikan Bendungan)

“Warga disini sangat antusias, Pak. Alhamdulillah semua ikut berkontribusi. Dari pengerjaan dan pembangunan wakaf sarana air bersih ini,” tutur Pak Ali partner lapangan BWA untuk project ini.

Selain memperbaiki bendungan, dilakukan juga perbaikan pada bak tampung lama dan pembuatan bak tampung, guna untuk menampung air dari bendungan yang nantinya akan dialirkan ke bak induk yang berada di dekat dusun.

“Kami sekarang sedang memperbaiki bak tampung lama, karena beberapa bagian ada yang sudah rusak. Kami juga sedang memasang pondasi, lantai kerja dan pembesian pada bak tampung baru. Pemlesteran bak dan pengecoran pada bagian atas bak dan pemasangan bak kontrol,” lanjut pak Ali.

(Pembangunan Bak Induk)

(Pembangunan Bak Induk)

Pembangunan ini merupakan tahapan sebelum pekerjaan gelar pipa atau pipanisasi di dusun Tegalsari dilakukan. Masyarakat sangat berperan aktif dalam pekerjaan ini, mulai dari pendistribusian material sampai proses pekerjaan pembangunan ini, masyarakat bergotong royong dan sangat antusias.

Ini adalah bukti bahwa masyarakat yang selama bertahun tahun mengalami kesulitan dalam mencukupi air bersih, sangat semangat dalam proses pembangunan untuk segera menyelesaikan masalah air bersih yang ada, meskipun masih ada tahapan pekerjaan lain yang harus dilakukan

Untuk itu sahabat wakif, mari bersama doakan dan dukung kegaiatan pembangunan sarana air bersih di dusun Tegalsari, Boyolali. Semoga apa yang diwakafkan oleh para wakif menjadi pahala jariyah sampai ke yaumil akhir, insyaallah…aamiin.

UPDATE#2:HUJAN DATANG TAPI WARGA TEGAL SARI TETAP KESULITAN AIR BERSIH

Alhamdulillah, sudah memasuki musim hujan. Ini tandanya beberapa daerah yang krisis air bersih sudah tidak bermasalah lagi memperoleh air bersih. Tapi tidak dengan warga Tegalsari, Boyolali, Jawa Tengah. Bendungan yang kerap mereka gunakan selama ini untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah, kerap keropos. Adapun pipa yang menyalurkan air ke bak penampungan warga sering terseret banjir. BWA berencana menuntaskan dua problem utama ini dengan dengan membangun bendungan air yang kokoh dan memperkuat jaringan pipa sehingga di musim hujan ini, warga Tegalsari tidak kesulitan memperoleh air bersih.

Update #1: Bendung Milik Warga Tegalsari Semakin Keropos dan Ratusan Pipa Hanyut Terbawa Aliran Sungai

Musim hujan tahun ini kembali menyisakan kesedihan bagi warga Dusun Tegalsari, Desa Kembangsari Kecamatan Musuk, Boyolali. Pasalnya, lebih dari 120 batang pipa yang terhubung ke bendung air hanyut terbawa aliran sungai saat musim hujan tahun 2020 ini. “Kami bersama beberapa warga hampir setiap minggu mengganti pipa air yang hanyut terbawa aliran sungai, dan memperbaiki bendung yang mulai terkikis”, ujar Pak Ali kepada Tim BWA.

Bendung air milik warga Dusun Tegalsari ini adalah sumber air primer yang mengaliri semua rumah di Tegalsari, mereka membangun bendung secara swadaya masyarakat dimulai sejak puluhan tahun silam. Namun karena minimnya dana menyebabkan kekuatan konstruksi bendung menjadi kurang handal, dalam 5 tahun terakhir saja bendung sudah dibangun hingga dua kali pembangunan. Selain itu jaringan pipa di sekitar area bendung juga sangat rentan hanyut saat musim hujan karena kurang kuatnya sambungan pipa PVC dan lokasi penempatan jaringan pipa yang kurang strategis (terkena hantaman air sungai saat curah hujan tinggi).

Uniknya saat kemarau seperti sekarang, bendung dan jaringan pipa beroperasi secara normal memenuhi kebutuhan air masyarakat tanpa ada masalah yang berarti.

 

(kondisi bendung saat kemarau)

Jika pipa hanyut maka warga harus iuran untuk membeli kembali pipa yang hanyut dan otomatis air dari bendung tidak mengalir ke rumah mereka. Alternatifnya, mereka menghubungi jasa mobil tangki keliling untuk menyuplai daerah mereka dan membelinya dengan harga 150ribu/tangki. Hal ini dilakukan karena tampungan air hujan tidak mampu mencukupi kebutuhan. Kejadian yang terus berulang ini menjadi kegelisahan tersendiri di masyarakat, sementara keterangan yang didapat dari pihak desa belum ada alokasi anggaran biaya perbaikan bendung karena nominalnya yang sangat besar sehingga hingga saat ini masih mengandalkan dana swadaya masyarakat.

Melihat kondisi di atas, BWA mengajak para wakif untuk bersama-sama berburu pahala jariyah dengan membantu warga Tegalsari dengan berpartisipasi dalam Proyek Wakaf Sarana Air Bersih (Water Action for People) yakni dengan membangun bendung air yang kokoh dan jaringan pipa yang lebih kuat. Sehingga warga Tegalsari dapat terhindar dari masalah air bersih saat musim hujan datang. Semoga kuatnya bendung bisa semakin menguatkan ekonomi, sosial dan peribadatan di masyarakat Tegalsari.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.