Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Setahun Menunggak Kontrakan, Pengemudi Opang Ini Terancam Diusir

Amir (50 tahun) sangat khawatir bila dirinya bersama istri dan kelima anaknya akan diusir dari tempat kontrakannya di Jalan Musyawarah Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pasalnya ia sudah bolak-balik ditagih bayar sewa karena sudah menunggak hingga hampir satu tahun.

Sudah sepuluh tahun Amir dan keluarga mengontrak di rumah itu dan pada sembilan tahun pertama, bayaran sewanya relatif lancar. Namun anaknya Miranda Melati (almarhumah) menderita penyakit Lupus selama 8 bulan membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga Amir dan keluarganya tidak bisa mengumpulkan uang untuk membayar sewa kontrakan.

(Bapak Amir, Tukang Ojek Pangkalan)

Maklumlah Amir hanya berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan (opang) yang penghasilannya tidak seberapa. Sehingga ia pun pusing tujuh keliling untuk mencari uang untuk berobat anaknya itu. Karena usianya yang sudah tua dan gagap teknologi sehingga ojek pangkalan yang selama ini dijalaninya tidak memungkinkan untuk mendapatkan sewa yang banyak karena kalah bersaing dengan ojek online (ojol) yang aksesnya lebih mudah. “Dari hasil ngojek bisa beli makan saja sudah Alhamdulillah,” ujar Amir.

Sebagai orang yang beriman Amir dan keluarganya terus bersabar dan berdoa serta meyakini bahwa ujian yang tengah dihadapinya adalah dari Allah SWT. Mereka meyakini bahwa Allah SWT akan menolong hamba yang sedang kesulitan melalui para hambanya yang dermawan.

Untuk mengurangi beban keluarga Amir, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak muzaki menunaikan kewajiban zakat hartanya melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP) sehingga tunggakan sewa kontrakan rumah mereka terlunasi.

Semoga zakat harta yang disalurkan melalui program ini diterima Allah SWT serta mensucikan dan menambah keberkahan harta Anda. Aamiin.

 

Nilai Zakat Harta yang Dibutuhkan:

Rp 6.600.000,- (untuk melunasi tunggakan sewa kontrakan rumah.)

Patner Lapang:

Rifai

Setahun Menunggak Kontrakan, Pengemudi Opang Ini Terancam Diusir

Update #1: Alhamdulillah Tunggakan Kontrakan Bapak Amir Sudah Terlunasi

(Bapak Amir)

Amir adalah seorang ayah yang bekerja menjadi pengemudi Opang (ojek pangkalan). Karena penghasilannya yang terbatas dan juga Amir membiayai anaknya Miranda Melati (almarhumah) yang sempat menderita penyakit Lupus, membuat dirinya tidak bisa mengumpulkan uang untuk membayar sewa kontrakan di Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Awalnya Amir sangat khawatir diusir karena menunggak kontrakan selama satu tahun, namun kekhawatiran itu berubah menjadi kebahagiaan setelah para muzaki membantunya melalui Program Zakat Peer To Peer BWA.

“Terima kasih banyak para muzaki yang sudah membantu saya melunasi tunggakan kontrakan. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki dengan berlipat ganda,” ujar Amir mendoakan.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Para Donatur