Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Setelah Lama Mengkonsumsi Obat Dosis Tinggi, Kini Ginjal Dezi Terganggu

[Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat]

BWA - Sedekah Kesehatan. Harapan bisa merubah nasib dengan ikut program transmigrasi ke Balikpapan pupus sudah begitu dokter memvonis Dezi (26 tahun) mengalami gagal ginjal kronis. Ia dan suami tercinta Muhammad Anggi mau tak mau tinggal di kos-kosan satu petak kecil belakang stasiun Bekasi yang disewakan oleh sebuah lembaga zakat. Di sana hanya ada satu alas tipis untuk tidur dan potongan kardus untuk alas pakaian.

SK - Desi 1

SK - Desi 2

Dezi bersama suami dan ke 2 anaknya yang tinggal di sebuah kontrakan.

Menurut dokter yang memeriksanya enam bulan lalu, terdapat bercak pada kedua ginjalnya sehingga mengganggu kerja ginjal. Bercak itu disebabkan konsumi obat secara rutin dalam jangka panjang. Dezi memang selama ini mengkonsumsi obat asma yang sejak belasan tahun lalu dideritanya. Karena bercak itulah saat ini Dezi harus menjalani cuci darah dua kali seminggu.

Untuk biaya cuci darah setiap minggunya, Dezi menggunakan kartu jaminan kesehatan yang dibuatkan oleh Dinas Sosial.

Kartu jaminan kesehatan tidak sepenuhnya memberikan solusi atas penyakit yang dideritanya ini. Tidak semua obat-obatan yang diperlukan bisa diperolehnya gratis. Terutama untuk deposit transfusi darah yang cukup besar setiap minggunya. Karena saat ini BPJS hanya meng-cover-nya dua kali transfusi dalam setiap bulannya, sedangkan kadang-kadang kebutuhannya melebihi dari itu, tergantung kondisi darahnya.

Beban dan cobaan hidup yang dialami Dezi bukanlah hal mudah untuk dicarikan solusi. Kebutuhan dana untuk berobat, keluarga dan hal lainnya saling tarik-menarik. Kedepanya mereka juga harus mempersiapkan sekolah bagi kedua anaknya.  “Kami sepenunya pasrahkan kepada Allah SWT, ini ujian di awal keimanan kami kepada-Nya,” jawab Dezi ketika ditanya bagaimana bisa bertahan menghadapi ujian yang datang bertubi-tubi ini.

Dezi dan Anggi dulunya beragama Nasrani. Walau begitu mereka juga tidak pernah pergi ke gereja karena sibuk mencari uang di jalan. Seringnya mereka berinteraksi dengan sesama anak jalanan yang beragama Islam membawa keduanya bersyahadat pada 2014 lalu kemudian memutuskan untuk menikah.

Untuk mengurangi beban keluarga Dezi, melalui program Sedekah Kesehatan (SK), Badan Wakaf  Al-Qur’an (BWA) mengajak Anda bersedekah. Mumpung masih Ramadhan, mumpung pahala sedang gencar-gencarnya dilipatgandakan.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp 15.428.000,- (untuk biaya transfusi 6 bulan dan biaya obat-obatan)

Mitra Lapang :

 Marteen

Setelah Lama Mengkonsumsi Obat Dosis Tinggi, Kini Ginjal Dezi Terganggu

Update # 1 Ada Harapan Dezi Berhenti Cuci Darah

BWA-Sewdekah Kesehatan. Dezi penderita gagal ginjal kronis mendapatkan kabar gembira dari dokter RS Ainun Habibi Bandung. Tim dokter menyatakan masih ada peluang bercak penyebab gagal ginjalnya bisa sembuh. Pemeriksaan dilakukan selama dua hari tanggal 17-18 September 2016 di RS Ainun Habibi Bandung.

Dezi dan keluarga semakin optimis bisa sembuh dengan dukungan dari pada donatur BWA yang selama ini membantu proses pengobatannya. Dezi hanya bisa membalas kebaikan para donatur dengan do’a. Semoga para donatur selalu dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT.

Rencananya Dezi akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RS Ainun Habibi Bandung setelah mengurus berkas-berkas di rumah sakit lama di Bekasi tempat cuci darahnya. Namun rencana ini akan sedikit terkendala mengingat jarak Bekas-Bandung yang sangat jauh. Hal ini karena Dezi masih harus cuci darah di rumah sakit lama. Artinya selama berobat di Bandung harus bolak balik.

Kita doakan agar saudari kita Dezi Arisandi bisa sembuh seperti sedia kala, karena masih ada suami dan anak yang masih kecil yang sangat membutuhkannya. 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 15.428.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.