Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Si Kembar Alexa dan Alea Berhenti Terapi Bronkitis Karena Kehabisan Biaya

Si Kembar Alexa dan Alea Berhenti Terapi Bronkitis Karena Kehabisan Biaya

Meski sangat bersyukur dikarunia dua anak kembar, namun pasangan suami istri Dede Muhammad Solihan (31 tahun) dan Nisma Fransiska (24 tahun) harus banyak-banyak bersabar karena kedua anak yang banyak kemiripan ini sama-sama mengidap bronkitis.  

(Si Kembar Alea dan Alexa)

(Si Kembar Alea dan Alexa)

Pada September 2019, si kembar Alexa Sakena Raudha dan Alea Davina Raudha (sama-sama berusia 2 tahun) terkena step berulang-ulang selama dua bulan. Bulan ketiga si adik, Alea, mulai batuk-batuk. Belum juga Alea sembuh, bulan ketiga sang kakak, Alexa, batuk-batuk juga. 

Keduanya menunjukkan gejala yang sama ketika kambuh yakni sesak nafas, batuk-batuk hingga sampai muntah. “Kami sudah bawa berobat baik ke dokter, herbal, kampung, bahkan ruqiyah,” ujar Solihan. Namun penyakit yang kata dokter bernama bronkitis tersebut tak juga sembuh hingga sekarang.

Solihan memperkirakan salah satu faktornya karena tidak berobat rutin lantaran ketiadaan biaya. BPJS Kesehatan pun sudah menunggak lama, sehingga tak bisa menggunakan layanan asuransi tersebut.  

 “Akhirnya karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk, kami masukan kembar ke rumah sakit dengan umum (bukan BPJS) agar segera ditangani,” beber warga Jalan Rela Sei Agul, Medan Barat, Sumatera Utara.

Ia menegaskan hal itu dilakukan bukan karena tidak mau mengurus BPJS tetapi prosedur yang lama dan memang banyak berkas yang kurang. 

Setelah beberapa hari berobat, Solihan kehabisan biaya. “Akhirnya walaupun belum sembuh, kami paksa bawa pulang dengan catatan sembuh, setelah di rumah kami dapat sumbangan alat uap, akan tetapi kondisi kembar hanya sebentar baik kemudian kumat lagi,” ungkapnya sedih. 

Sebelum keluar dari rumah sakit, dokter belum bisa memprediksi kapan bisa sembuh karena si kembar perlu perawatan yang intens. Artinya, sepekan dua kali si kembar harus diterapi ke rumah sakit. Tetapi sudah beberapa bulan ini baru sekali saja si kembar kontrol dokter. “Karena terkendala biaya dan transport, motor tergadai untuk biaya berobat sebelumnya, jadi selama di rumah sakit pun kami pakai ojek online ataupun becak motor,” ungkapnya.

Sebelum si kembar sakit, Solihan mempunyai usaha warung kecil-kecilan. Akan tetapi selama si kembar sakit ditambah dampak Covid-19, usahanya hancur. Sekarang ia hanya menjadi buruh serabutan itu pun jika ada yang memanggilnya, biasanya membersihkan rumah maupun halamannya. Sedangkan Nisma, hanya berdagang pakaian, itu pun hanya dijajakan ke tetangga karena repot harus mengurus si kembar juga.

Untuk mengurangi beban keluarga si kembar, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK) sehingga keduanya bisa terapi sepekan dua kali dalam beberapa bulan ke depan dan motor orang tuanya yang digadai dapat ditebus.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan: 

Rp.46.430.000

Mitra Lapangan:

Dadan

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

 

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis