Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Aishwa

Tidak Dicakup BPJS, Saridi Bingung Biayai Operasi Cangkok Hati Anaknya

 

Tanda-tanda kelainan hati Aishwa (1,2 tahun) mulai terlihat ketika ia berusia dua bulan. Saat itu seluruh kulitnya menguning dan perutnya membesar. Memasuki usia enam bulan barulah terlihat jika balita mungil itu menderita atresia bilier (kegagalan fungsi hati) setelah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

(Aishwa)

(Aishwa, 1,2 tahun)

Pada pertengahan April 2019 Aishwa dilarikan ke IGD RSCM, tubuh Aishwa tak lagi mampu melawan penyakit yang diderita, Aishwa pingsan dan tak sadarkan diri hingga tiga hari.

“Mohon do’anya, agar Aishwa bisa sehat kembali, dan bisa ditransplantasi hati secepatnya,” ujar Rusmiati (39 tahun) penuh harap saat ditemui Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) beberapa waktu lalu di rumah kontrakan yang terletak di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dokter di RSCM memberitahu kepada kedua orang tua Aishwa jika balita yang mengidap atresia bilier tidak mampu bertahan hidup lebih dari dua tahun, sontak saja hal ini membuat perasaan sang ibu cemas dan khawatir terhadap kondisi putri bungsunya. Dokter juga memberitahukan kepada kedua orang tua Aishwa jika anaknya sudah bisa dioperasi pencangkokan hati.

Keluarga Aishwa kebingungan karena biaya operasi pencangkokan hati dan kebutuhan susu medis tidak tercakup BPJS. Maklumlah, Saridi (44 tahun/ayah) hanya kerja serabutan, penghasilan yang didapat baru cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan membayar kontrakan.

Untuk mengurangi beban keluarga Aishwa, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga biaya operasi dan kebutuhan susu medis Aishwa terpenuhi dan kita semua semoga mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.137.800.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#WakafQuran #Wakaf #SedekahKemanusiaan #Sedekah

SK Aishwa

Update #1: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Aishwa Telah Kembali Kepangkuan Illahi

Diawali tersendak karena dahak, Aishwa (1,8 tahun), diharuskan kembali ke RSCM pada kamis, 18 juli 2020. Tak lama berselang terjadi pendarahan pada tubuh balita mungil itu, hal ini semakin membuat sang ibu panik sejadi-jadinya dan meminta tenaga medis di RSCM segera mengambil tindakan untuk menolong Aishwa.

Keesokan harinya Aishwa dilakukan test swab, setelah selesai tidak tau kenapa kembali menjadi pendarahan pada Aishwa, ia batuk disertai dengan darah yang cukup banyak dan membuatnya semakin drop. Dokter segera melakukan tindakan transfusi darah pada Aishwa, namun darah yang masuk tak lagi bisa diterima tubuh aishwa dan kembali keluar melalui mulut, hidung, dan anusnya.

Kondisi Aishwa semakin memburuk, hingga keesokan hari Aiswa tak lagi sadarkan diri. Sang ibu hanya bisa pasrah menerima ketetapan yang Allah SWT berikan padanya. Aishwa kembali kepada Allah pada sabtu, 20 juli 2020 pukul lima pagi. Pihak keluarga memakamkan Aishwa di TPU dekat tempat mereka mengontrak di daerah Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

(Makam Aishwa)

(Makam Aishwa)

Ditengah rasa haru dan sedih karena ditingal pergi sang buah hati, kedua orangtua Aishwa menitipkan ucapan terimakasih kepada donatur BWA yang telah membantu putrinya selama menjalani masa perawatan di rumah sakit. Bantuan yang ketika itu ia dapati sangat bermanfaat untuk Aishwa dan keluarga.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis