Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

SK Bencana Banjir

BWA Dirikan Posko Kebencanaan di Lokasi Banjir

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) di malam pergantian tahun baru 2020, menyebabkan 13 sungai meluap. DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya dilanda banjir besar. Inilah banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak rumah terendam air dengan ketinggian ekstrim. Di beberapa tempat ketinggian air mencapai atap rumah. Jalan raya berubah menjadi sungai-sungai berarus deras. Mobil-mobil terendam dan hanyut dibawa arus.

Yang memilukan, banyak warga tidak siap dengan kondisi ini, lantaran selama ini rumah mereka temasuk dalam kawasan aman alias bebas banjir. Atau, kalau pun pernah air masuk ke dalam rumah, biasanya hanya sebatas mata kaki. Namun kali ini, banjir begitu dahsyat dan hampir merata ke segala penjuru. Di sejumlah daerah seperti Jatiwaringin, Jatiasih, dan Ciledug ketinggian air sampai menyentuh atap rumah.

(Bersama BWA, Bantu Mereka)

(Bersama BWA, Mari Bantu Mereka)

Seperti yang dialami Keluarga Hendrawan yang tinggal di kawasan Vila Nusa Indah, Jatiasih, Bekasi. Tahun-tahun sebelumnya, kalau terjadi banjir air yang masuk ke rumah paling tinggi sebatas betis orang dewasa. Karenanya, Hendrawan dan masyarakat di sekelilingnya melakukan antisipasi seperti biasanya. Namun kali ini tak diduga, air naik begitu cepat melebihi tinggi badan orang dewasa dan terus bertambah sampai hanya menyisakan atap. Keluarga dengan dua anak yang berusia sekolah dasar ini sempat terjebak di dalam rumah. Alhamdulillah, dalam kondisi listrik mati Hendrawan dan keluarga berhasil dievakuasi.

Tidak ada barang yang dapat diselamatkan. Rumah bagai kapal pecah. Barang bercampur aduk mengapung ke sana kemari. Semua surat-surat penting dan kartu atm entah di mana. Sudah pasti terendam air. Satu-satunya harta yang dibawa keluarga Hendrawan saat mengungi hanyalah baju yang melekat di badan. Ribuan orang mengalami hal yang sama dengannya. Tidak punya apa-apa di pengungsian, selain yang diberikan oleh relawan.

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, pada tanggal 2 Januari 2020 menyebutkan untuk beberapa wilayah di Jakarta, jumlah pengungsi mencapai lebih dari 62.000 orang, termasuk di antaranya bayi baru lahir, balita, hingga lansia. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik-titik pengusian. Data ini belum termasuk Bekasi, Bogor, Tangerang, dan daerah penyangga Jakarta lainnya yang jumlahnya diperkirakan lebih besar lagi.

 

Posko Kebencanaan

BWA terpanggil untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. Rencananya BWA akan membuat posko-posko kebencanaan untuk menyalurkan logistik, sandang, dan obat-obatan untuk masyarakat korban yang mengalami musibah banjir. Kemudian melakukan recovery pasca bencana, di antaranya membantu masyarakat membersihkan sisa-sisa lumpur dan puing yang hanyut akibat meluapnya sungai.  

Mengingat musim hujan masih berlangsung dan diperkirakan curah hujan belum mencapai puncaknya, maka BWA mengutamakan mendirikan posko-posko di kawasan bantaran sungai. Karena masyarakat di sekitar sungai yang paling berat terkena dampak banjir. Sekarang ini masyarakat masih was-was. Situasi masih belum sepenuhnya aman. Bila hujan tiba, ditambah tingginya debit air dari hulu, banjir yang sudah sudah surut setiap saat bisa datang kembali.

BWA mengajak para wakif mendukung program Penanganan Bencana Banjir Jakarta ini, agar posko-posko pengungsian selalu terisi dengan ketersediaan logistik dan obat-obatan yang cukup, serta sandang seperti selimut dan pakain hangat yang memadai. Semoga musibah banjir ini segera berlalu, dan masyarakat dapat melakukan recovery, kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari. Dan, semoga para wakif yang membantu penanganan banjir ini mendapatkan balasan kebaikan berlipat ganda dari Allah Subhanahu wata’aala.

 

Sedekah yang diperlukan:

Rp.500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah)

Parner Lapangan:

Agus Niamilah

 

#Wakaf #WakafQuran #SedekahKemanusiaan #Sedekah #DaruratBanjir

SK Bencana Banjir

Update #5: BWA dan ISN Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir Kalsel

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN – Badan Wakaf Alquran (BWA) yang merupakan lembaga wakaf dan kemanusiaan bersinergi dengan ISN (Islam Selamatkan Negeri) dalam mengantarkan dan menyalurkan bantuan untuk saudara saudara korban banjir di Kalimantan Selatan.

Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung mulai Rabu (27/1) sampai beberapa ke depan berpusat di posko induk relawan ISN , Desa Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tim relawan BWA dan ISN menyiapkan 70 paket sembako dari donatur BWA untuk didistribusikan ke Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Tengah. “Bantuan yang masuk ke desa tersebut masih minim dikarenakan bantuan yang masih terpusat di Kota Banjarmasin dan lokasi memang sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat,” kata Novi Wahyudi, program executive BWA melalui rilis yang diterima Republika.co.id.

Ia mengemukakan, dalam dua jam perjalanan menuju lokasi, terlihat kondisi pusat kota Banjarmasin yang berangsur pulih. Tak seperti minggu yang lalu, yang sempat lumpuh karena banjir. 

Bencana

Tim relawan BWA dan ISN menyiapkan 70 paket sembako dari donatur BWA untuk didistribusikan ke Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.

Namun, ia menambahkan, curah hujan yang cukup tinggi membuat beberapa ruas jalan menuju Desa Tanipah kembali tergenang. Parahnya genagan air bisa mencapai lutut orang dewasa, tak sedikit juga kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan mesin karena terendam air.

“Ketinggian air hampir menutupi lampu mobil sehingga mobil pick up yang kami bawa hanya bisa masuk sampai tepi sungai di Desa Tanipah, tepatnya di depan Masjid Darul Aman, Desa Bangkit Baru. Hal itu karena akses jalan  teputus oleh luapan sungai dan perjalanan mengantarkan bantuan sembako harus dilanjutkan dengan menggunakan sampan dan perahu karet,” ujarnya.

Alhamdulillah setelah melalui perjalanan yang tidak mudah dan menantang, akhirnya tim relawan BWA dan ISN berhasil mencapai lokasi menjelang Maghrib dan lansung membagikan bantuan sembako ke warga Desa Tanipah.

Saat ini, kata dia,  sebagian besar warga desa masih bertahan di rumah dan kondisi banjir di lokasi Desa Tanipah sudah mulai surut. Hanya saja,  mengingat curah hujan masih tinggi, tentu membuat warga desa khawatir akan adanya banjir kembali.

“Mari kita doakan saudara saudara kita yang saat ini tertimpa musibah agar segera diberikan solusi dalam menghadapi musibah ini. Kita doakan juga para relawan kemanusiaan diberikan kesehatan, kekuatan dan kerendahan hati dalam mengawal bantuan ke lokasi bencana dan memastikan sampai ke penerima manfaat,” kata Wahyu, panggilan akrabnya.

Atas nama BWA, Wahyu mengucapkan terima kasih kepada para donator. “Alhamdulillah bantuan logistik sudah kami sampaikan dan diterima oleh para korban banjir hari ini.  Semoga donasi dari donatur yang diamanahkan melalui BWA diganti oleh Allah dengan pahala yang melimpah, aamiin,” tutup Wahyu.

 

Sumber: https://republika.co.id/berita/qnmfv2374/bwa-dan-isn-salurkan-bantuan-logistik-korban-banjir-kalsel

Update #4: Mari Bantu Saudara Kita yang Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

Duka yang mendalam kembali kita rasakan ketika mendapati kabar bencana banjir yang menerjang Kalimantan Selatan sejak sabtu, 9 Januari 2021. Cuaca yang tak kunjung membaik membuat wilayah yang terdampak kian parah dan meluas.

Curah hujan yang cukup tinggi membuat akses jalan di Kota Banjarmasin dan beberapa Kabupaten lain terputus karena terendam banjir, hal ini mengakibatkan akses jalan terputus yang membuat distribusi bantuan dan logistik terhambat. Tak hanya curah hujan yang tinggi, naiknya air laut kian memperparah kondisi disana.

(Bencana Banjir Kalimantan Selatan

(Bencana Banjir Kalimantan Selatan)

Selain memutus akses jalan, banjir di Kalimantan Selatan membuat ribuan rumah ikut terendam, ketingian air bisa mencapai atap rumah. Hal ini memaksa penghuninya untuk mengungsi ke tempat yang jauh lebih aman.

Kebutuhan yang sangat diperlukan oleh para pengungsi saat ini berupa sembako, selimut, pakain anak dan dewasa, dan juga alas tidur. Kapal Klothok dan perahu karet sementara menjadi sarana bagi Tim Penanggulangan Bencana dan juga relawan untuk mengevakuasi dan mendistribusikan bantuan logistik, karena akses jalan yang masih terendam.

Semoga Allah SWT cepat mengangkat banjir ini dan memberikan ketabahan bagi warga Kalimantan Selatan. Tak henti kami terus mendoakan agar kondisi di sana cepat pulih seperti sedia kala.

Kami juga mengajak kaum muslimin sekalian untuk turut peduli untuk meringankan beban saudara kita yang sedang di uji musibah banjir. Insyaallah, melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA akan menyalurkan bantuan untuk saudara kita yang terdampak banjir di Kalimantan Selata, semoga niat baik kita digantikan pahala oleh Allah SWT, dengan ikut berbagi dan peduli.

Update #3: BWA Komitmen Membantu Penyintas di Kab. Lebak Hingga Tiga Bulan Kedepan

Posko Kebencanaan yang dibuat oleh Badan Wakaf Qur’an (BWA) bersinergi dengan Relawan Solidaritas Umat Peduli Bencana rencananya akan tetap membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak. Mengingat banyaknya penyintas yang mengungsi di tempat sanak saudara yang aman dan jauh dari lokasi bencana.

(Posko Penyimpanan Logistik)

(Posko Penyimpanan Logistik)

(Penyerahan Bantuan Sembako dan Pakaian Layak Pakai)

(Penyerahan Bantuan Sembako dan Pakaian Layak Pakai)

Seperti yang diungkapkan oleh Solihin (45 tahun), ia menjelaskan jika di desa Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak setidaknya ada 203 rumah yang rusak dan tidak bisa ditempati lagi akibat tanah yang bergeser membuat posisi rumah menjadi miring. “Saya memilih untuk mengungsi di desa Sipayung hingga dua bulan kedepan atau sampai kondisi aman,” ujarnya.

(Bantuan Lilin Diberikan Untuk Membantu Penerangan Sementara Warga)

(Bantuan Lilin Diberikan Untuk Membantu Penerangan Sementara Warga)

BPBD Kabupaten Lebak menginformasikan jika masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor diperpanjang hingga 28 Januari 2020. Rencananya posko kami yang ada di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak Insyaallah akan tetap membantu para korban bencana banjir bandang dan longsor hingga bulan maret 2020. Langkah ini kami ambil untuk melakukan recovery terhadap penyintas agar mereka tetap bersemangat untuk menjalani hari-hari kedepan.

Setidaknya lebih dari 4.368 kepala keluarga harus mengungsi dari 12 desa di empat kecamatan akibat luapan Sungai Ciberang. BWA melalui program Sedekah Kemanusiaan masih membuka peluang untuk tetap membantu para korban bencana banjir bandang dan longsor yang masih mengungsi. Semoga apa yang kita lakukan digantikan pahala yang melimpah dari Allah SWT karena kita mau peduli terhadap sesama muslim yang sedang kesusahan.

Update #2: Bersinergi Dengan Galena Rescue BWA Siap Membantu Korban Bencana

Bogor 06/01/2020, Ditengah bencana banjir dan longsor yang melanda desa Sukajaya, Kabupaten  Bogor dan beberapa titik desa lainya Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bersinergi dengan Galena Rescue  yang terbiasa untuk melakukan kegiatan evakuasi penyelamatan dan membangun dapur umum di lokasi yang terdampak bencana.

(Posko Siaga Bencana Banjir BWA dan Galena Rescue)

(Posko Siaga Bencana Banjir BWA dan Galena Rescue)

Kami membangun posko dan dapur umum di desa Sukamulih, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. Di posko kemanusiaan ini juga kami bersinergi dengan beberapa personil relawan gabungan yang terdiri dari relawan Indonesian Off-road Federation IOF, dan relawan Missi Islam.

Mengingat banyaknya masyarakat yang menjadi korban bencana longsor, BWA bersinergi dengan Galena Rescue mendirikan dapur umum untuk mensuplai kebutuhan makanan untuk korban bencana dan juga beberapa relawan kemanusiaan lainnya. Setidaknya apa yang kita lakukan sedikit membantu untuk meringankan beban para korban bencana yang saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian, karena tepat tinggal dan harta mereka ludes tertimbun tanah, sehingga kondisi ini mamaksa para korban untuk tinggal sementara di pengungsian.

Cukup banyak posko-posko yang didirikan oleh relawan, hanya saja hampir kebanyakan dari mereka hanya menyediakan paket sembako dan pakaian layak pakai, sedangkan untuk dapur umum sangatlah minim. Dengan adanya dapur umum yang di dirikan oleh Galena Rescue dan BWA, sangat membantu para korban bencana alam yang tengah melanda di desa ini.

(Tampak Kesibukan Tim dalam Menyiapkan Logistik bagi Para Korban)

(Tampak Kesibukan Tim dalam Menyiapkan Logistik bagi Para Korban)

Selain dapur umum Galena Rescue juga menurunkan 3 unit motor trail dan juga kendaraan 4x4 dari relawan Indonesia Off-road Federation IOF karena  sulitnya akses jalan yang sebagiannya hanya bisa di tempuh dengan kendaraan 4x4 dan motor trail.

BWA mengajak kaum muslimin dan para donatur untuk turut serta membantu dan meringankan beban penyintas bencana yang menimpa saudara kita di Kabupaten Bogor melalui program Sedekah Kemanusiaan. Semoga apa yang kita perbuat untuk membantu penyintas bencana digantikan pahala oleh Allah SWT karena mau peduli dan berbagi sesama muslim yang sedang tertimpa musibah.

 

 

 

Update #1: BWA Dirikan Posko Bencana di Kabupaten Lebak, Banten

Cukup sigapnya pemerintah kota DKI Jakarta dalam menangani musibah banjir yang melanda, dan cukup banyaknya relawan yang tergerak untuk mendirikan posko dan memberikan bantuan kemanusiaan, kami memutuskan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di luar ibu kota. Kabupaten Lebak dan Bogor menjadi konsentrasi kami, karena dampak dari bencana banjir dan longsor yang dialami sangat parah selain itu banjir dan longsor juga menerjang dibeberapa desa di kedua kabupaten tersebut.

(Kondisi Pasca Banjir)

(Kondisi Pasca Banjir)

Kabupaten Lebak, Banten 04/01/2020, tim Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) mendirikan posko bantuan kemanusiaan bersinergi dengan relawan untuk menyuplai logistik, bahan sandang, dan obat-obatan. Posko yang kami dirikan berlokasi di desa Sipayung, kecamatan Cipanas, kabupaten Lebak Banten tepatnya di rumah ibu Hj Ila (45 tahun).

Dihari itu juga tim mulai bergerak untuk menyiapkan dan mendistribusikan bantuan yang terkumpul menuju desa Ciladaeun, kecamatan Lebak Gedong, kabupaten Lebak, Banten. Kami bergerak menuju desa yang cukup terisolir, perjalanan darat yang kami lakukan memakan waktu hampir lima jam.

(Posko BWA di Desa Sipayung)

(Posko BWA di Desa Sipayung)

Jalan yang licin harus kami lewati karena hujan yang turun, beberapa kali kami harus turun dari mobil ketika jalan menanjak karena beban yang kami bawa cukup banyak dan berat. Pada pukul dua pagi dini hari tim berhasil tiba di lokasi dan mendroping barang bantuan di kantor Polisi Sektor Sobang, kampung Muhara, yang dijadikan posko utama oleh masyarakat setempat, karena akses jembatan menuju desa Ciladaeun terputus diterjang banjir bandang dan longsor. Tim kembali ke posko utama di keesokan hari.

(Penyerahan Bantuan kepada Warga Penyintas Banjir)

(Penyerahan Bantuan kepada Warga Penyintas Banjir)

Melihat banyakanya titik lokasi bencana yang menyebar di berbagai desa akibat bencana banjir dan longsor, membuat tim harus lebih selektif dalam mendistribusikan bantuan agar tepat sasaran dan dapat digunakan dengan baik oleh penerima bantuan. Rencananya posko akan tetap berdiri hingga masa tanggap darurat bencana ditutup.

BWA mendirikan posko didekat lokasi bencana agar dapat membantu secara langsung penyintas banjir dan longsor yang menimpa disebagian kabupaten Lebak, Banten. Saat ini penyintas bencana sangat membutuhkan perlengkapan sekolah, (buku, seragam, sepatu, dan tas), perlengkapan sholat (sajadah, sarung, mukena), karpet untuk musholla, pakaian Muslimah, dan kebutuhan bahan makanan pokok.

Melalui program Sedekah Kemanusiaan, BWA mengajak kaum muslimin dan para donator untuk turut serta membantu dan meringankan beban penyintas bencana yang menimpa saudara kita di Kabupaten Lebak, Banten. Semoga niat baik kita digantikan pahala oleh Allah SWT karena mau peduli dan berbagi sesama muslim yang sedang tertimpa musibah.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.