Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Biaya Berobat Ataya

Ataya, Balita Lucu yang Sedang Diuji Cerebral Palsy

Balita lucu yang sedang diuji dengan penyakit cerebral palsy (kelumpuhan otak) sejak usia enam bulan tersebut bernama Muhammad Rasya Ataya (4,7 tahun). Kondisinya sangat memprihatinkan. Ketika bernafas ia mengeluarkan suara seperti sedang mendengkur dan diiringi dengan sesak di dada. Ataya juga sering kejang-kejang jika kondisinya sedang drop.

Sepekan sekali Ataya rutin ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani terapi dan pengobatan. Selang NGT selalu terpasang di hidungnya sebagai alat untuk membantunya menerima asupan nutrisi dari susu formula. Ia hanya bisa mengkonsumsi makanan yang berbentuk cairan.

(Muhammad Rasya Ataya)

(Muhammad Rasya Ataya)

Sementara sang ayah, Ahmad Sopian (36 tahun) bekerja sebagai pengendara ojek online.  Hasil yang ia peroleh tak menentu, hanya dapat mencukupi kebutuhan makan sehari-hari dan menyisihkan sebagian uangnya untuk membayar sewa rumah kontrakan. Dan sang ibu, Novi Agnita Sari (25 tahun) tak lagi bekerja, ia hanya mengurus keluarga dan Ataya untuk pergi berobat.

(Kondisi Terakhir Ataya)

(Kondisi Terakhir Ataya)

Warga Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut sangat kewalahan untuk menutupi biaya berobat dan perawatan Ataya, karena tidak semua biaya tercakup BPJS.

Untuk mengurangi beban keluarga Ataya, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga semua biaya pengobatannya terpenuhi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.79.730.000

Mitra Lapang:

Aldo

 

#WakafQuran #Wakaf #SedekahKemanusiaan #Sedekah

SK Biaya Berobat Ataya

Update #1: Ataya Masih Suka Kejang Jika Terlambat Minum Obat

Kondisi Ataya masih lemah. Ataya hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya.  Selang NGT masih terpasang sebagai alat untuk minum susu sebagai asupan nutrisinya.

(Penyerahan donasi secara simbolis kepada Ataya dan orangtuanya)

Setiap dua kali seminggu sang ibu rutin membawa Ataya ke RSCM untuk kontrol rutin dan mengganti selang NGT. Ataya diharuskan untuk menkonsumsi obat-obatan pereda kejang, dan diuap untuk mengeluarkan dahak yang ada di dalam paru-parunya.

Dokter juga menganjurkan agar Ataya rutin difishioterapi dan rutin minum obat. Secara medis, dokter menyebut  kondisi Ataya tidak bisa  kembali normal jika sembuh nanti. Maksimal hanya bisa duduk dan makan sendiri. “Kesembuhan maksimal yang akan Ataya dapati hanya dapat duduk dan makan sendiri,” ujar dokter di rumah sakit.

Ibu Ataya sangat bersyukur karena masih banyak orang baik yang mau peduli terhadap kondisi anaknya, Ia sangat bersyukur dipertemukan dengan BWA. “Alhamdulillah uang yang diberikan BWA sudah saya belikan untuk stok susu Ataya,” ujar Novi Agnita Sari (27 tahun).

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis