Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Biaya Berobat Hasan

Hairul Bingung Cari Biaya Berobat Ayah yang Terkena Prostat

Memasuki tahun kedua sejak akhir 2017, La Hasan Buton (68 tahun) menderita prostat atau ganguan pada saluran kencing. Gejala awal mulai terasa ketika Pak Hasan kesulitan membuang air kecil dan berdampak pada perutnya yang mengeras disertai dengan kejang-kejang.

(La Hasan Buton)

(La Hasan Buton)

Hal ini membuat keluarganya panik. Ia pun segera dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peralatan medis yang kurang memadai membuat pihak rumah sakit merujuknya ke RS Haji Jakarta, agar mendapat tindakan yang lebih baik.

Diawal Juli 2019, ia mulai menjalani perawatan di RS Haji. Dokter segera memasangkan selang kateter untuk mempermudah Pak Hasan untuk membuang air kecil. Selama di Jakarta, ia diurus oleh keenam anaknya. Hairul (31 tahun) merupakan anak tertua, hanya ia saja yang sudah menikah dan bekerja.

Upah yang minim harus Hairul bagi untuk kebutuhan keluarga serta mengurus biaya sekolah adik-adiknya. Gaji yang diterima cepat sekali habis, sehingga ia mencari tambahan uang dengan menjadi sopir freelance jika ada tetangga/teman-temanya yang minta untuk disopiri. Namun, uang yang ia dapati juga belum cukup untuk menutupi biaya berobat ayahnya.

Untuk mengurangi beban keluarga Pak Hasan, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga semua biaya pengobatannya terpenuhi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.35.000.000

Mitra Lapangan:

Aldo

 

#WakafQuran #Wakaf #SedekahKemanusiaan #Sedekah

SK Biaya Berobat Hasan

Update #1: Pak Hasan Bisa Operasi Prostat, Jika Gejala Stroke Menghilang

Memasuki bulan kedelapan, Pak Hasan (68 tahun) harus menjalani hari-hari dengan kateter urine yang dimasukkan ke dalam saluran kencing, agar Pak Hasan dapat buang air kecil dengan lebih mudah. Setiap tiga bulan sekali, Pak Hasan pergi ke Rumah Sakit Asrama Haji Jakarta Timur untuk mengganti kateter.

(Penyerahan donasi secara simbolis kepada Pak Hasan)

Pada awal Februari 2020, Pak Hasan mencoba untuk pengobatan alternative. Ia memilih terapi akupuntur disalah satu klinik yang ada di Sawangan, Depok. Hairul (31 tahun) menemani sang ayah untuk terapi di klinik tersebut. Hairul juga memberi tau kepada kami jika sang ayah mengalami gejala stroke, sehingga ayahnya belum bisa diambil tindakan operasi prostat.

“Akan dilakukan tindakan operasi setelah gejala stroke menghilang,”ujar Hairul.

Hairul sangat bersyukur jika banyak donatur yang membantu biaya berobat ayahnya melalui program Sedekah Kemanusiaan BWA. Ia menyampaikan kepada tim BWA, donasi yang telah ia terima akan digunakan sebaik mungkin untuk biaya berobat ayahnya.

“Terimakasih atas donasi yang diberikan, semoga Allah SWT ganti dengan pahala yang berlimpah,” tutup Hairul.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.