Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Gilang

Tidak Ada Biaya, Sumarni Menunda Operasi Hernia Anaknya

Terlahir secara premature dan harus mendapat tindakan intensif di ruang NICU, harus dialami oleh Muhammad Gilang Ramadhan ketika ia dilahirkan dari Rahim sang Ibu di RSUD Bekasi. Satu setengah bulan lamanya Gilang menjalani kehidupan barunya di ruang NICU. Namun, tak hanya sampai disitu, ujian hidup bayi mungil ini semakin bertambah ketika dokter memvonis jika Gilang menderita hernia, mengakibatkan ada benjolan disekitar selangkangannya.

(Gilang bersama Sumarni, Ibunya)

(Gilang bersama Sumarni, Ibunya)

Sumarni (34 tahun/Ibu) sempat tidak percaya jika putra keduanya itu menderita hernia. Dokter di rumah sakit tersebut, masih sangat ragu untuk segera mengambil tindakan operasi, karena kondisi Gilang yang masih sangat lemah akibat lahir secara premature.

Hari demi hari dijalani Gilang di rumah sakit, hingga sang ibu memutuskan untuk membawa bayinya pulang. Bukan tanpa alasan Ibu Sumarni membawa pulang “paksa” putranya, biaya rawat inap yang membengkak menjadi salah satu alasannya. Pihak rumah sakit meminta Ibu Sumarni untuk membuat surat pernyataan, agar diperbolehkan membawa pulang bayinya.

Dua tahun berlalu, Gilang banyak mengalami pertumbuhan yang cukup baik, meskipun ia belum mampu untuk berjalan karena penyakit hernia yang ia derita tak kunjung sembuh. Alhamdulillah, kondisi Gilang mengalami pertumbuhan yang baik,”  ujar sang Ibu.

“Saya merawat Gilang di posyandu dan berobat jalan saja ke rumah sakit, untuk kontrol kondisi Gilang,”  tutupnya.

Setelah Gilang menjalani berobat jalan di rumah sakit, dokter menganjurkan agar Gilang segera mengmbil tindakan operasi. Dokter berani memberi instruksi seperti itu karana ia yakin usia Gilang sudah cukup untuk dioperasi, sang ibu cukup senang mendapati kabar ini. Namun, biaya operasi yang cukup mahal dan tidak semua biaya tercakup BPJS membuat Sumarni menunda operasi putranya.

Sehari-hari Sumarni menjadi tenaga pengajar di sebuah Yayasan Yatim dan Dhuafa di sekitar perumahan yang terletak di Desa Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat. Dan sang suami, Anton (35 tahun) bekerja sebagai security di salah satu perumahan dekat tempat dia tinggal. Upah yang mereka dapati selama ini baru mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, dan harus berusaha menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya berobat Gilang, namun tetap saja belum cukup.

Untuk mengurangi beban keluarga Gilang, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK). Sehingga semua biaya perawatan dan operasi Gilang selama di rumah sakit dapat ditutupi, dan semoga kita semua mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.

 

Donasi yang dibutuhkan:

Rp.56.150.000

Partner lapangan:

Wahyu

 

#WakafQuran #Wakaf #BWA #SK #SedekahKemanusiaan

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 56.150.000



29.43%
Butuh Rp 39.625.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.