Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Rafidah Zainah

Kebocoran Jantung Rafidah Membesar dari 5,2 Menjadi 9 mm

Menjalani hidup dengan kondisi jatung yang cacat harus diterima Rafidah Zainah (26 tahun). Menurut dokter, jantungnya bocor merupakan dampak dirinya dilahirkan dari seorang ibu yang penyakit diabetesnya tidak terkontrol secara medis. Selain Rafidah, dua dari tiga saudara lainnya juga bernasib sama: jantung bocor.

(Rafidah Zainah 26 tahun)

(Rafidah Zainah 26 tahun)

Dua saudaranya telah meninggal karena penyakit itu, menyusul sang ibu yang berpulang lebih dahulu. “Alhamdulillah saya yang masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT,” ujar Rafidah.

Setahun belakangan penyakit jantung bocor yang diderita Rafidah semakin parah, tubuhnya menjadi lemah dan cepat lelah. Sering sekali ia merasakan sesak nafas, wajahnya memucat dan tubuhnya membiru.

Pada pertengahan Agustus 2019 Rafidah bersama sang suami menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru. Setelah menjalani pengecekan didapati hasil, bahwa kebocoran pada jantung yang diderita Rafidah sebesar 5,2 mm dan katup jantung ada sedikit kerusakan. “Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan cepat operasi jantung,” ujarnya.

Ketiadaan biaya untuk menjalani operasi di Pekanbaru yang mencapai angka ratusan juta, membuatnya memilih untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sebab tindakan operasinya ditanggung penuh oleh BPJS. 

Rafidah dan suami berangkat ke Jakarta pada akhir September 2019 dengan biaya yang didapat dari hasil meminjam sanak saudara untuk membeli tiket pesawat, serta mendapat sedikit tambahan biaya dari keluarga dan teman kerja.

Setibanya di RSCM, Rafidah segera melakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa ia sangat terkejut karena diketahui kebocoran jantung yang sebelumnya sebesar 5,2 mm kini semakin membesar menjadi 9 mm nyaris mendekati angka 1 cm. Dari hasil pemeriksaan ini dokter menyarankan untuk segera diambil tindakan operasi, dengan syarat harus diperiksa seluruh kesehatannya.

Hingga sekarang Rafidah belum juga bisa melakukan operasi jantung lantaran masih dalam pengobatan dan kontrol untuk mengobati penyakit TB kelenjar dan diabetes. Pernah sekali waktu ia masuk IGD karena anemia gravis/kekurangan darah.

Alhamdulillah, di awal November 2019 Rafidah telah mendapatkan persetujuan dokter paru-paru dan dokter endokrin diabetes militus untuk tindakan operasi. Namun, ia masih harus menunggu persetujuan dari dokter hermatologi/darah, dokter ginjal serta dokter gigi dan mulut.

Waktu pengobatan menuju tindakan operasi yang dirasa sangat panjang membuatnya khawatir karena dana yang dibawa menipis karena harus membeli obat dan cek laboratorium yang tidak tercakup BPJS, ditambah lagi besarnya biaya hidup sehari-hari selama di Jakarta. Sang suami tak lagi bekerja karena harus menjaga dan menemaninya selama menjalani pengobatan di Jakarta.

Untuk mengurangi beban keluarga Rafidah, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga biaya logistik dan pengobatannya yang tidak tercakup BPJS terpenuhi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.96.000.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#WakafQuran #Wakaf #Sedekah #SedekahKemanusiaan

SK Rafidah Zainah

Update #1: Selama Pandemi Pengobatan Rafidah Dipindah ke Pekanbaru

Semenjak virus corona ditetapkan menjadi pandemi di Jakarta mambuat pengobatan Rafidah Zainah (26 tahun) dipindahkan ke Pekanbaru pada awal April 2020 setelah dibulan-bulan sebelumnya selesai melakukan operasi jantung di RSCM Jakarta.

(Kesehatan Ibu Rafidah Berangsur Membaik)

(Kesehatan Ibu Rafidah Berangsur Membaik)

Saat ini Rafidah kembali menjalani pemulihan dan pengobatan lanjutan di rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru, Riau, untuk melakukan pemeriksaan mata karena masih ada pendarahan di retina, efek pasca operasi. Beliau juga melakukan kontrol gula darah dan ginjal. Selain menjalani pengobatna medis Rafidah juga menjalani pengobatan/terapi alternatif.

Bantuan donasi program Sedekah Kemnusiaan dari para donatur BWA yang tersalurkan telah Rafidah gunakan untuk biaya pengobatan, biaya transportasi dan penginapan karena tempat tinggalnya sangat jauh dari rumah sakit yang ada di pusat kota Pekanbaru. Disamping itu donasi yang ia terima juga digunakan untuk membeli alat kesehatan, vitamin, susu kambing, dan obat diabetes. Keseluruhan kebutuhan ini harus ia penuhi sebagai penunjang bagi kesehatannya.

“Alhamdulillah wasyukurillah yaa Allah, perasaan saya sangat senang dan bahagia tak terhingga dan sangat terbantu dalam proses pengobatan yang saya jalani selama saya berobat,” syukur Rafidah.

Beliau juga sangat berterima kasih kepada seluruh donatur dan pengurus BWA yang telah banyak membantu biaya pengobatannya selama ini, baik di Jakarta maupun didaerah.

“Mudah-mudahan Allah SWT melipat gandakan rezki dan pahala bapak/ibu donatur dan pengurus BWA Aaamiin Aaamiiin Ya Rabbal Alamin,” sambungnya.

Rafidah juga berpesan kepada tim Sedekah Kemanusiaan BWA agar selalu menjadi yang terdepan untuk misi kemanusiaan dan mempermudah proses pencairan bantuan dana bagi si pasien.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.