Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Rumah Aceh (115)

Rumah Rubuh Karena Gempa, Nenek Indah Tinggal Di Tenda

BWA-Sedekah Rumah. Ibu Indah Husin (54 th) adalah salah satu warga yang menjadi korban gempa Pidie Jaya – Aceh. Gempa tersebut membuat rumah kayu tua warisan orangtuanya, hampir rubuh dan tak layak  ditinggali. Ternyata beberapa hari setelah kami survey, rumahnya sudah rubuh. Bersama warga lain, Ibu Linda dan suami terpaksa tinggal di tenda pengungsian.

Indah

(Rumah Nenek Indah Tampak Samping Sebelum Rubuh)

Setelah masa darurat berakhir, para pengungsi diminta pulang ke rumah masing-masing. Bagi rumahnya yang rusak parah, mereka mendapatkan bantuan tenda, termasuk Ibu Linda.

indah

(Rumah Nenek Indah Tampak Belakang, Posisi Miring Setelah Kena Gempa)

Bagi Ibu Linda, tubuh kurusnya mungkin masih bisa menahan hawa dingin tinggal di dalam tenda, namun tidak untuk suaminya yang sedang sakit struk. Oleh sebab itu, untuk sementara suaminya terpaksa di titip di rumah tetangga yang tidak rubuh.

indah

(Bagian Dalam Rumah Nenek Indah)

Namun ibu Linda sering merasa tidak enak hati karena sakit suaminya sering membuat penghuni rumah terganggu. Ibu Linda berharap bisa kembali tinggal dirumah agar bisa merawat suami tercinta.

indah

(Rumah Nenek Indah Akhirnya Rubuh)

BWA melalui program Sedekah Rumah mengajak seluruh kaum Muslim untuk membantu Ibu Linda dan saudara Muslim lain di aceh yang bernasib sama. BWA akan membangun rumah agar mereka bisa hidup layak kembali bersama keluarganya.

Semoga Allah SWT membuatkan rumah yang indah untuk kita di surga.

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 474.000.000 (Biaya untuk membangun enam rumah)

Partner Lapang :

Tengku Maimun

SK Rumah Aceh (115)

Update # 1. Balai Baru Hampir Selesai, Tengku Muhibuddin Siap Terima Santri Baru

Alhamdulilah, setelah sekian lama tinggal di tenda-tenda pengungsian, keluarga korban gempa Aceh kini sudah memiliki tempat tinggal bantuan dari berbagai pihak. Mereka berharap dengan rumah baru itu bisa hidup normal kembali seperti sedia kala.

Untuk donasi yang sudah terkumpul di Badan Wakaf Al Quran (BWA) akan kami salurkan ke pesantren (Dayah) di Desa Meue, Trenggadeng- Pidi Jaya – Aceh, pimpinan Tengku Muhibuddin, untuk menambah dua balai sebagai tempat mengaji dan tidur para santri.

Tengku Maimun

(Balai Baru Dalam Proses Pembangunan)

Balai yang akan dibangun nanti untuk memenuhi kebutuhan tempat mengaji dan tidur para santri baru yang akan masuk pesantren setelah lebaran Idul Adha 1348 H. Ust. Muhibudin sebelumnya memang tengah bingung mencari dana untuk membangun 2 balai.  Alhamdulilah Allah memberikan jawaban lewat bantuan dari para donatur.

Semoga  donasi yang disalurkan ganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik dan semoga mengalirkan banyak pahala.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.