Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

SK Suherman

Istri Mengidap Penyakit Langka, Guru Tahsin Al Qur’an ini Bingung Mencari Biaya Berobat

Menjalani keseharian sebagai seorang ibu sekaligus pendakwah, dijalani Suaibah (41 tahun) sejak 2004. Aktivitasnya yang cukup padat membuat sang ustadzah sedikit mengabaikan kondisi tubuhnya, ia sangat fokus untuk mengisi kajian rutin di majelis-majelis taklim dan mengurus anak serta suaminya.

(Suaidah, Istri dari Bapak Suherman)

(Suaibah, Istri dari Bapak Suherman)

Pada pertengahan tahun 2016 sang ustazah mengalami sakit dibagian matanya, mendapati hal ini Herman (47 tahun/Suami) segera memeriksakan sang istri ke RS Medical Lestari Ciledug, Tangerang Selatan untuk mendapat tindakan lebih lanjut.

Setelah pemeriksaan medis oleh dokter ahli syaraf di rumah sakit, dokter memberikan keterangan medis, jika istrinya menderita penyakit Autoimun Meystenia Gravis/penyakit syaraf mata yang meyerang kelopak mata dan imun tubuhnya, hal ini mengakibatkan sang istri menjadi cepat lelah jika terlalu sering melakukan aktivitas fisik.

Menurut dokter dirumah sakit itu juga, penyakit ini tergolong jenis penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan dan juga tidak bisa dilakukan tindakan operasi. Penyakit jenis ini merupakan salah satu penyakit langka di dunia. Untuk dapat bertahan sang ustazah hanya diberikan resep obat-obatan medis dari rumah sakit tersebut, obat yang diberikan  hanya untuk menetralisirkan penyakitnya bukan untuk menyembuhkan, obat yang diberikan diantaranya Meystinon dan Metycobal.

(Jenis Obat yang Rutin Dikonsumusi)

(Jenis Obat yang Rutin Dikonsumusi Ibu Suaibah)

Hingga kini sang ustazah harus rutin mengkonsumsi obat-obatan, sehari tiga kali. Dalam waktu satu bulan pernah ia tidak meminum obat, karena tidak ada biaya untuk membeli. Dampakya tubuh sang ustadzah menjadi sangat lemas seperti orang yang tidak memiliki tenaga dan terasa sakit yang luar biasa dibagian mata. Obat ini memang  tergolong jenis obat yang harganya cukup mahal, karena dijual perbutir bukan perkemasan seperti obat-obatan lain pada umumnya.

Disamping rutin mengkonsumsi obat-obatan sang ustadzah juga melakukan pengobatan alternative  terapi akupuntur setiap dua minggu sekali. Sang suami saat ini berprofesi sebagai guru tahsin Al Qur’an, di sekitar rumahnya yang berlokasi di desa Pondok Betung, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Tangerang Selatan. Penghasilan yang ia dapat belum cukup untuk memenuhi semua kebutuhan istrinya. Ia pun terpaksa berhutang kepada sanak saudara dan teman-temannya.

Saat ini pak Herman cukup kebingungan untuk  melunasi hutang dan memenuhi biaya berobat istrinya. Melalui program Sedekan Kemanisiaan, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) mengajak kaum muslimin untuk meringankan beban yang saat ini dihadapi keluarga pak Herman. Semoga niat baik yang kita lakukan dicatat pahala oleh Allah SWT, karena mau membantu sesama muslim yang saat ini sedang diberikan ujian oleh Allah SWT.

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.48.250.000

Mitra Lapangan:

Wahyu

 

#BWA #Wakaf #WakafQuran #SedekahKemanusiaan

Belum ada Update

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 48.250.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis