Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia

SK Wabah Corona

Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia

Sejak diumumkan penderita COVID-19 pada 2 Maret 2020, jumlah penderitanya semakin membumbung tinggi. Data terbaru mencatat sudah ada 2.273 kasus per Minggu, 5 April 2020. 198 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 164 lainnya telah dinyatakan sembuh. Hal tersebut sebagaimana diinformasikan oleh tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan virus COVID-19 melalui laman resmi mereka.

Dilansir dari keterangan Kementerian Kesehatan pada 10 Maret 2020, sudah ada 132 rumah sakit di seluruh Indonesia yang dijadikan rujukan untuk menangani Kasus COVID-19. Di Ibu Kota sendiri, ada 8 rumah sakit yang telah menyatakan kesanggupannya untuk merawat pasien COVID-19. Rumah sakit tersebut adalah RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Fatmawati, RSU Bhayangkara, RSAL Mintohardjo, RSUD Cengkareng, dan RSUD Pasar Minggu.

Tentu hal ini menjadi pertanyaan di masyarakat. Bagaimana dengan rumah sakit yang tidak menjadi rujukan? Bagaimana dengan daerah lain yang jumlah dokternya, rumah sakit, dan fasilitasnya lebih sedikit dari Ibu Kota?

Untuk menangani pasien positif COVID-19, rumah sakit  membutuhkan banyak APD (Alat Pelindung Diri) agar tidak tertular dan menularkan kepada orang lain. APD tidak bisa digunakan berulang kali. Untuk petugas medis yang bertugas di ruang isolasi mereka harus mengganti APD baru setap kali masuk ruang isolasi. Jika mereka memasuki ruang isolasi 7 kali, artinya mereka membutuhkan 7 APD dalam sehari. Sebagaimana dilansir bontangpost.id, harga APD dibanderol sekitar 2 juta per unit.

Sayang, stok APD mulai menipis. Kondisi ini tidak sebanding dengan jumlah pasien positif COVID-19 makin meroket dari hari ke hari. Bahkan, salah satu tim medis rumah sakit di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya sempat memakai alat seadanya dalam menangani pasien COVID-19. Ya, mereka terpaksa memakai jas hujan plastik dan sepatu bot dalam menangani pasien diduga COVID-19. Walaupun telah mendapat bantuan APD dari Pemerintah Jawa Barat sebanyak 62 set, namun kurang tersedianya APD membuat kita bertanya-tanya bagaimana kesiapan Pemerintah Indonesia dalam menangani wabah ini.

Tak hanya kekurangan APD, beberapa rumah sakit swasta di Bali juga mengeluhkan masker yang semakin langka diperoleh. Kalaupun ada, maka harus mengantre atau membeli dengan harga yang tinggi. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) wilayah Bali Fajar Manuaba. Seperti dilansir oleh kompas.com per 18 Maret 2020, beliau mencontohkan bahwa RS Manuaba meminta 20 set masker tetapi hanya mendapat 5 set.

Menurut beliau, saat ini semua rumah sakit swasta di Bali sedang dalam keadaan siaga. Pasalnya pasien dengan gejala COVID-19 tak hanya mendatangi rumah sakit rujukan. Hal tersebut membuat para petugas rumah sakit lainnya harus mengenakan APD dan masker saat memeriksa pasien yang mengeluh batuk atau sesak napas.


Garda Terdepan Dan Mayarakat Butuh Bantuan Kita!

Para petugas medis adalah garda terdepan dari upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Di tengah wabah mematikan, mereka merelakan waktu dan tenaga mereka demi menangani pasien COVID-19 dengan ancaman tertular menghantui mereka. Mereka membutuhkan APD Lengkap, masker, hand sanitizer, makanan dan minuman bergizi, serta vitamin penambah daya tahan tubuh dalam jumlah besar.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mengkarantina dirinya sendiri pun masih kurang. Nyatanya begitu sekolah diimbau meliburkan diri selama 14 hari, masih banyak siswa yang menganggapnya libur. Misalnya di Kota Banjar, Jawa Barat, 46 siswa tertangkap basah bermain game online di warnet. Padahal dengan diam di rumah dan menahan diri untuk keluar jika tidak ada yang penting dapat memutus rantai penularan.

Kita tidak hanya bisa berdiam diri dan menyaksikan saudara-saudara kita berjuang sendirian di tengah wabah COVID-19. Ayo berkontribusi bersama BWA untuk membantu menangani dan mencegah penyebaran COVID-19 dengan menyediakan APD untuk petugas kesehatan, hand sanitizer, masker,  dan menyediakan kebutuhan lainnya, baik untuk para penderita Covid-19 maupun untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mencegah diri dari Covid-19.

Semoga dengan bantuan kita ini dapat mendekatkan kita kepada Allah dan kepada saudara-saudara kita yang tengah berjuang melawan COVID-19. Walau jauh dan tak pernah bersua, mereka selalu ada di hati kita.

 

Donasi yang Dibutuhkan:

Tahap I :

Rp.2.000.000.000 (Dua Miliar Rupiah) 

 

#BWA #WakafQuran #SK #SedekahKemanusiaan #Corona #Covid-19

SK Wabah Corona

Update #2: BWA Galang Donasi Untuk Pengadaan APD yang Semakin Langka

Menghadapi wabah COVID-19 adalah sebuah pertarungan antara hidup dan mati. Para dokter dan perawat, serta petugas rumah sakit lainnya bertaruh nyawa agar pasien-pasien COVID-19 dapat sembuh dan kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga. Tidak jarang, kesembuhan pasien ditebus dengan pengorbanan luar biasa dari dokter dan perawat yang menanganinya. Saat bekerja, mereka melakukannya dengan penuh totalitas. Mengenyampingkan segala kepentingan pribadi. Mereka terpaksa berjauhan dari keluarga, tidak bisa pulang ke rumah seperti biasa, bahkan untuk beristirahat sejenak sekadar minum menghilangkan dahaga pun tak dapat dilakukan dengan leluasa.

Yang paling fatal, setiap saat Virus Corona dapat berpindah ke tubuh para tenaga kesehatan. Setelah pasien sembuh, merekalah yang jatuh sakit. Faktor kelelahan karena tak putus-putus bekerja selama berjam-jam dengan istirahat yang kurang, membuat pertahanan tubuh ambruk tidak kuat melawan ganasnya virus. Akhirnya, merekalah yang lebih dahulu berpulang kepada Sang Khaliq. Hingga saat ini sudah puluhan tenaga kesehatan di Indonesia wafat dalam menjalankan tugas kemanusiaan melawan COVID-19.

Salah satu penyebab tenaga kesehatan mudah tertular COVID-19 adalah karena mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang seadanya, yang tidak memenuhi standar medis yang ditetapkan lantaran APD ideal tidak tersedia. APD sekarang sudah menjadi barang langka. Dimana-mana tidak ada. Bahkan sebuah masker pun sulit didapatkan.

Kondisi yang memprihatinkan ini mendorong Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) membuka donasi untuk membiayai pengadaan APD yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Penggalanaan donasi tahap awal sudah berlangsung. Dana yang terkumpul telah dialokasikan untuk pembuatan APD dengan kualitas bahan yang bagus. APD dari BWA ini dapat dicuci sehingga bisa dipakai ulang.

(Bantuan diterima langsung oleh dr. Sarimurni)

(Bantuan diterima langsung oleh Perwakilan RS Fatmawati)

Pada hari Selasa siang, 7 April 2020, BWA menyerahkan sebanyak 35 set bantuan APD serta multivitamin kepada Rumah Sakit Fatmawati. Paket APD terdiri dari pakaian hazmat, kaca mata, dan masker standar medis. Bantuan ini diterima langsung oleh dr. Sarimurni sebagai perwakilan dari RS Fatmawati. Tak terkira gembiranya dr. Sarimurni mendapatkan APD dari BWA yang dapat dicuci. Ini sangat membantu mengatasi kelangkaan APD. "Alhamdulillah kami akhirnya bisa mendapatkan hazmat dari bahan yang bisa dicuci, sehingga mampu meminimalisir kelangkaan APD," kata dr. Sarimurni.  

Pada hari yang sama, selepas dari RS Fatmawati, Tim BWA langsung bertolak ke arah selatan untuk menyerahkan bantuan 35 paket APD dan multivitamin kepada RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor. Dalam beberapa hari ke depan, BWA akan meneruskan penyerahan bantuan tahap awal APD kepada rumah sakit-rumah sakit di daerah Jabodetabek.

(Penyerahan Bantuan di RSUD Ciawi)

(Penyerahan Bantuan Paket APD dan Multivitamin di RSUD Ciawi)

(Paket APD BWA di RSUD Ciawi)

(Paket APD BWA telah Diterima RSUD Ciawi)

Selama wabah COVID-19 masih merebak, kebutuhan terhadap APD akan terus tinggi. BWA akan berupaya pula men-support pengadaan APD. Untuk itu BWA dan mengajak para donator untuk bersama-sama berpartisipasi menggalang dana untuk melindungi para tenaga kesehatan kita yang berada di garda depan melawan COVID-19. Semoga wabah COVID-19 ini segera berlalu, kedamaian dan ketenteraman kembali menyelimuti negeri Indonesia. Teriring doa pula untuk para wakif, semoga Allah Subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat dan karuniaNya serta membalasi dengan kebaikan berlipat ganda.

Update #1: Kuatkan Indonesia Lawan Covid-19, BWA Semprot Disinfektan Ke Dua Rumah Ibadah Sekitar Tebet

Sejatinya bersedekah dan berbagi tidak pernah dibatasi berapa jumlahnya dan siapa penerimanya. Namun, akan lebih baik jika bersedekah kepada orang-orang terdekat seperti kerabat dan tetangga. Sebagaimana arti hadits berikut ini:

Bersedekah kepada orang miskin pahalanya satu, yaitu pahala sedekah. Jika bersedekah kepada kerabat, mendapat dua kebaikan yakni pahala sedekah dan silaturahim. (HR. Ahmad).

Hari ini, 26 Maret 2020, BWA melakukan penyemprotan disinfektan ke dua rumah ibadah di sekitar kantor BWA, yakni Masjid Ar-Rahman di Jalan Tebet Timur Dalam Dalam I No. 6 dan Musholla An Nur Tebet Utara dalam.

(Pengadaan Hand Sanitizer di Setiap Pintu Masuk Masjid)

(Pengadaan Hand Sanitizer di Setiap Pintu Masuk Masjid)

(Penyemprotan di Masjid Jami' Ar-Rahmah, Tebet)

(Penyemprotan Disinfektan di Masjid Jami' Ar-Rahmah, Tebet)

Diharapkan penyemprotan disinfektan tersebut dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19 sekaligus memberikan rasa aman kepada para pengurus masjid. Tak hanya penyemprotan disinfektan, BWA juga memberikan bantuan berupa pengadaan dispenser dan hand sanitizer sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar masjid atau orang yang masih beribadah di dalamnya  mampu menjaga dirinya kebersihan dan keselamatan dirinya sendiri, seperti komentar dari Pak Ahmad, ketua DKM Masjid Ar Rahmah Tebet semoga bantuan BWA ini dapat mengurangi penyebaran virus corona.

(Penyemprotan Disinfektan di Tempat Wudhu)

(Penyemprotan Disinfektan di Tempat Wudhu)

(Musholla An-Nur Menjadi Titik Kedua Penyemprotan Disinfektan BWA)

(Musholla An-Nur Menjadi Titik Kedua Penyemprotan Disinfektan BWA)

Untuk itu BWA mengajak masyarakat dan para wakif membantu pengadaan hand sanitizer dan masker kepada masyarakat. Mengingat langkanya hand sanitizer dan masker di pasaran dapat mengancam terhambatnya upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Klik www.bwa.id atau bisa berdonasi melalui WA di nomor https://wa.me/628111638855. Ketik MENU untuk panduan berdonasi.

Semoga langkah kecil kita semua dapat menguatkan masyarakat dan Indonesia dari ujian Covid-19.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 2.000.000.000



33.31%
Butuh Rp 1.333.739.000,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.