Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Tebar Cahaya Indonesia Terang

Solar Cell Untuk Terangi Tambani dan Damiar, Kabupaten Sorong Selatan. Malam Mereka akan Terang, Dakwah dan Pendidikan Berkembang

Solar Cell Untuk Terangi Tambani dan Damiar, Kabupaten Sorong Selatan

-------------------------------------------------

Pada pertengahan Mei 2018 Tim BWA menuju Manokwari, tepatnya Kampung. Tambani dan Kampung Damiar, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan. Ke dua kampung ini terletak di perbatasan Kabupaten Sorong Selatan dengan Kabupaten Bintuni, tepatnya di teluk Bintuni.

Untuk bisa sampai di kedua desa ini Tim BWA yang dipimpin oleh ust. H. Hazairin harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. Dari Bandara Soekarno Hata di Jakarta terbang menuju Manokwari dengan waktu tempuh lebih dari 6 jam, diteruskan dengan perjalanan darat menuju Bintuni dengan waktu tempuh 8 jam, kata sopir “Ini perjalanan yang mudah dan cepat, biasanya bila hujan jalanan sangat becek, dan banyak longsor. Di sepanjang jalan tidak ada rambu dan tanda petunjuk jalan, sehingga sering terjadi kecelakaan mobil terperosok dalam jurang. Kami pernah menempuh perjalanan ini 14 jam,  bahkan bermalam dijalanan yang gelap gulita.” Tidak semua kendaraan bisa melaluinya, dibutuhkan kendaraan khusus agar  bisa melewatinya dengan aman yakni mobil bergardan ganda.

Sesampainya di Bintuni kami menginap di masjid Al-Munawaroh, pagi harinya tim mencari sewaan longboot (ketinting) guna melanjutkan perjalanan ke Kamundan. Dengan waktu tempuh 7 jam di laut lepas. Akhirnya kami bisa mencapai dusun Kamundan, kami bermalam di sana. Esok harinya kami melanjutkan perjalanan selama dua jam ke kampung Tambani dan Damiar.

Di Kampung Tambani, Tim BWA disambut oleh ust. Hasan yang biasa dipanggil oleh masyarakat  Imam Hasan, karena Beliaulah yang menjadi Imam masjid sekaligus mengajar ngaji di sana. Kepada Tim BWA Beliau menceritakan kondisi masyarakat di Tambani, kampung ini berpenduduk 65 KK atau 878 jiwa yang terdiri dari 318 penduduk laki-laki, dan 560 perempuan, adapun mata pencaharian mereka sebagai nelayan merupakan dusun miskin dan tertinggal.

Sedangkan di kampung Damiar dihuni oleh 60 KK, dengan jumlah penduduk 533 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki 180 orang, sedangkan penduduk perempuan 353 orang, dusun ini tidak berbeda dengan dusun Tambani, gelap, miskin dan terbelakang, mata pencaharian mereka sebagian nelayan miskin . Kedua dusun ini termasuk dusun miskin dan tertinggal.

Selain itu, Imam Hasan juga menyampaikan kegundahan hatinya terhadap kondisi dusunnya yang masih gelap, belum ada listrik, sehingga produktifitas masyarakatnya sangat rendah, pendidikan anak-anak di dusun inipun juga masih rendah dan dusun ini tergolong tertinggal, oleh sebab itu beliau berharap melalui BWA di dusun ini bisa dibantu penerangan. Dengan masuknya penerangan di dusun ini semoga masyarakat menjadi lebih produktif dan lebih bersemangat belajar ilmu agama di suarau-suarau  dan sekolah. Sehingga bisa membawa kemajuan dalam pembangunan dusun dan masa depan anak-anak di sini..

Ketika Imam Hasan menerima bantuan satu unit penerangan Solar Sell dari Tim BWA, beliau sangat senang dan terharu, beliau pun segera memasang Solar Cell di masjid At-Taqwa guna menerangi orang beribadah.

(Ust. Imam Hasan)

Melalui Program Tebar Cahaya Indonesia Terang, Badan Wakaf Al-Qur’an mengajak kaum Muslimin untuk mendonasikan sebagian hartanya guna membantu warga Tambani dan Damiar membangun penerangan  Solar Cell di dusun mereka.

 

Donasi Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp. 2.000.000.000 (200 Unit)

 

Partner Lapangan:

Ust. Imam Hasan

Solar Cell Untuk Terangi Tambani dan Damiar, Kabupaten Sorong Selatan. Malam Mereka akan Terang, Dakwah dan Pendidikan Berkembang

Update #2: BWA Realisasikan 20 Unit Solar Cell untuk Penerangan Masyarakat di Papua Barat

Angin kencang dan suara deru ombak menemani perjalanan team saat menyebrangi lautan dari kampung Kokas di Fak-Fak menuju ke kampung Tambani di Sorong Selatan, Papua Barat. Team BWA bersama partner lapangan Ustadz Hasan dan dua anggota TNI AL mulai bergerak untuk mendistribusikan solar cell sebanyak 20 unit.

Setelah berkemas dan bersiap, team memulai perjalanan menyebrangi laut papua. Setelah dua jam lebih menerjang ombak akhirnya team sampai di kampung tambani,sebuah kampung di ujung sorong selatan dan tidak tersentuh oleh peradaban luar.

kami di sambut oleh tokoh masyarakat di sana,Namanya imam iwan ia sosok bersahaja dan ramah.Beliau dan masyarakat sangat antusias kedatangan team BWA.

Siang itu team BWA Bersama masyarakat langsung mulai memasang solarcell,sebanyak 20 unit dipasang di masjid dan rumah rumah masyarakat disana,sangat Bahagia.Karena selama ini masyarakat hanya mendapat penerangan dari terang bulan saja.

Alhamdulillah 20 unit solarcell sudah terpasang dan menerangi masyarakat di kp daimar dan kp tambani districk Kokoda sorong selatan.

Insyaallah di distribusi selanjutnya BWA akan mendistribusikan sollarcel di sorong selatan. Semoga dengan adanya wakaf sarana listrik, kampung tambani dan daimar “hijrah” dari kondisi gelap menuju kondisi terang benderang. Dan di setiap terangnya rumah-rumah di kampung tambani dan kampung daimar berbuah pahala yang tak terputus kepada para wakif. Aamiin. 

Update #1: Mengenal Teknologi Solar Cell: Sumber Pelita Malam bagi Warga Tambani dan Damiar, Sorong Selatan

Kehidupan malam warga di Tambani dan Damiar begitu sepi. Belum adanya listrik, berimbas pada tidak adanya aktivitas masyarakat selepas maghrib. Kondisi demikian juga menjadi tantangan bagi para da’i yang berusaha membina warga muslim di Tambani dan Damiar. Suasana gelap malam, tanpa listrik mengakibatkan kurang maksimalnya dakwah yang dilakukan.

Badan Wakaf Al Qur’an melalui program Tebar Cahaya Indonesia Terang (TCIT), mencoba bersama membantu warga di Sorong Selatan memenuhi kebutuhan listrik, khususnya untuk penerangan di malam hari.

BWA merencanakan sumber listrik untuk penerangan bagi warga Tambani dan Damiar, adalah melalui pengadaaan teknologi Solar Cell.

Ustadz Hazairin Memperkenalkan Teknologi Solar Cell kepada Warga Kampung Tambani

(Ustadz Hazairin Memperkenalkan Teknologi Solar Cell kepada Warga Kampung Tambani)

Solar cell adalah listrik tenaga matahari dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Alat utama untuk menangkap, perubah dan penghasil listrik adalah Photovoltaic atau yang disebut secara umum Modul/Panel Surya atau Solar Cell. Dengan alat tersebut sinar matahari dirubah menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif didalam cell modul tersebut karena perbedaan electron. Hasil dari aliran elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi battery/aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan.

Panel Surya adalah Listrik Tenaga Alternatif yang ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada kasus penggunaan bahan bakar fosil karena panel surya tidak memancarkan gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida.

Melalui berbagai pertimbangan dan pengamatan melalui survei yang telah dilakukan BWA, Solar cell merupakan teknologi yang paling mungkin diterapkan sebagai sumber listrik, minimal untuk kebutuhan penerangan di malam hari untuk daerah terpencil, seperti di daerah sasaran program TCIT BWA kali ini, yaitu di Tambani dan Damiar.

Oleh karena itu, mari bersama BWA membantu warga di Tambani dan Damiar untuk mendapatkan cahaya di malam hari mereka. Semoga wakaf kita menjadi pahala yang tidak terputus, insyaAllah, aamiin.

#TebarCahayaIndonesiaTerang

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 2.000.000.000



23.34%
Butuh Rp 1.533.104.200,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.