Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Subhanallah... Meski Kedua Kakinya Diamputasi, Irwansyah Tak Mau Berpangku Tangan

[Sedekahmu mengalirkan pahala untukmu dan memberi harapan untuk mereka yang membutuhkan]

BWA-Donasi Kesehatan. Meski kedua kakinya diamputasi, Irwansyah tidak ingin berpangku tangan dan mengharap belas kasihan orang lain. Lelaki usia 61 tahun tersebut tetap berjuang sekuat tenaga mencari nafkah untuk menghidupi istri tercinta Siti Komala (52 tahun) dan ketiga anaknya yang tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

photo irwansyah

Pak Irwansyah sedang berdiri disamping angkot yang dijalankannya

Bermodalkan dua kaki palsu, lelaki yang akrab disapa Iwan Buntung setiap harinya bekerja sebagai sopir. Dengan gesit ia mengendarai mobil angkutan kota 07 Jurusan Kemboja-Kranji-Terminal Bekasi.

Semenjak diamputasi pada 1984 karena tergencet badan bus, Iwan sempat merasa hidupnya tak berarti lagi. Setiap hari diliputi keputusasaan dan kebimbangan. Karena tak mau membebani istri dimasa mendatang, dia siap menceraikan Siti Komala agar istrinya itu bisa menikah dengan lelaki lain. Namun istri tercinta yang shalihah tersebut menolak dengan tegas dan menyatakan menerima seburuk apapun kondisi Iwan.

photo pak irwan

Pak Irwansyah dibantu sang istri memasang sepatu pada kaki palsunya

Berkat nasihat dari saudara, ustadz setempat dan dukungan istri yang sangat luar biasa, Iwan bangkit dari keterpurukan. Hal itu ia tunjukan dengan serius belajar menggunakan kaki palsu di daerah Sunter, Jakarta Utara. Kemauan kerasnya untuk bisa berjalan, membuat instruktur asal Korea  geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, Iwan berlatih keras setiap hari. Tak peduli walau kakinya sering berdarah.

Latihan kerasnya itu membuahkan hasil. Dalam waktu yang relatif singkat, Iwan bisa menyelesaikan masa latihannya dengan baik dibanding teman yang lain. Semenjak itu ia hidup ‘normal’ seperti orang pada umumnya.

Namun dua tahun terakhir ini, aktivitas mencari nafkahnya sering terganggu, karena kondisi kaki palsu yang mulai rapuh. Bagian telapak kaki palsunya yang lepas sangat menyulitkannya menginjak gas dan rem. Bahkan beberapa kali hampir menabrak orang. Untuk membeli kaki palsu yang baru tidak ada dana lantaran penghasilannya langsung habis buat kebutuhan sehari-hari.

Guna mengurangi beban keluarga Iwan, melalui program Donasi Kesehatan (DK), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi. Sehingga Iwan dapat beraktivitas ‘normal’ lagi dan tentu saja pahala dari Allah SWT terlimpah kepada kita semua karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

Donasi yang Dibutuhkan:

Rp 13.114.140,- (biaya pembuatan kaki palsu dan akomodasi)

Mitra Lapang:

Alimudin Baharsyah

Subhanallah... Meski Kedua Kakinya Diamputasi, Irwansyah Tak Mau Berpangku Tangan

Update # 1. Tunggu Kaki Palsu, Pak Irwansyah Tak Bisa Tidur

BWA-DK. Betapa bahagia Pak Irwansyah ketika mendapatkan kabar kaki palsunya besok sudah bisa diambil setelah satu minggu dipesan. Pak Irwansyah mengaku tidak bisa tidur setelah mendapat kabar baik itu. Informasi itu Saya sampaikan lewat telpon seluser pada selasa 15 Maret 2016 menjelang siang.

Pak Irwansyah sedang dibantu memakai sepatu

Pak Heri (Tim BWA) sedang membantu memasang sepatu pada kaki palsu Pak Irwansyah

Esok harinya, saya bersama Tim BWA yang lain menjemput Pak Irwansyah di Rumahnya di Bekasi menuju tempat pemesanan kaki palsu di Kelapa Dua-Depok. Kebahagiannya pun bertambah, setelah Pak Irwansyah benar-benar memakai kaki palsunya tersebut.

pak irwasnyah

Pak Irwansyah sedang latihan berjalan

Setelah kaki palsu itu sempurna dipasang, Pak Irwansyah dengan semangat berjalan kesana kemari. Sempat hampir hilang keseimbangan, karena kaki palsu sekarang lebih ringan dari kaki palsu miliknya dahulu. Tak sampai satu jam latihan, Pak Irwansyah sudah bisa kembali berjalan normal seperti biasa.

Dengan kaki palsu itu, dia siap menjalani aktivitas  lagi, terutama aktivitasnya mencari nafkah menjadi supir angkot yang sempat terhenti lama.

Saat jalan pulang menuju Bekasi, Pak Irwansyah menyampaikan ucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Saya dan Tim BWA lainnya serta kepada seluruh donatur yang telah membantu. Hanya doa yang bisa Dia berikan kepada kita semua, agar Allah membalasnya dengan pahala yang berlimpah.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.