Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al-Qur'an & Pembinaan

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Sukseskan Mental Recovery Gempa Lombok dengan Wakaf Al-Qur'an

(dr. M.aliansyah menangani pasien balita korban gempa lombok) 

Dalam melaksanakan pendistribusian logistik dan pengecekan kesehatan bersama tim dokter Help Sharia, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) juga melakukan mental recovery ke posko-posko bencana gempa bumi Lombok.

Selama lima hari (9-13 Agustus 2018), tim BWA survey mendatangi posko-posko pengungsian di Kabupaten Lombok Barat; Kabupaten Lombok Utara; Kota Mataram; Kabupaten Lombok Tengah; dan Kabupaten Lombok Timur.

Di berbagai posko yang disinggahi, Ustadz Marsi, salah seorang relawan BWA dari Jakarta, mengimami shalat berjamaah dan juga mengisi tausiah untuk memulihkan mental ( Mental Recovery) korban gempa. BWA juga menggandeng para ustadz muda yang tergabung dalam tim YukNgaji, untuk mengembalikan keceriaan anak-anak pengungsi.

Semua posko yang didatangi memiliki berbagai masalah yang sama di antaranya adalah ketiadaan Al-Qur’an. “Ternyata hampir rata-rata di posko pengungsian tidak terdapat Al-Qur’an, padahal banyak masyarakat Muslim Lombok yang membutuhkan Al-Qur’an,” ujar Weli Kurniawan, ketua tim survei BWA, Ahad (13/8/2018). 

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh setempat. “Kami sangat membutuhkan Al-Qur’an,” ujar salah satu tokoh Nahdatul Waton Ibu Neni Supartini dan Slamet Riyadi, guru madrasah setempat saat ditemui tim BWA, di posko Dusun Kertarahaja, Desa Genggelan, Kecamatan Gangga, Kabupaten KLU.

Oleh karena itu BWA bersama partner lapang dan ustadz setempat melanjutkan Program Mental Recovery dengan semakin menggalakkan kajian keIslaman di tiap-tiap posko pengungsian korban gempa Lombok.

Dalam program tersebut dibutuhkan sekitar 50.000 Al-Quran. Untuk menyukseskan program pemulihan mental korban gempa, melalui Program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP), BWA menggalang wakaf Al-Qur’an dari kaum Muslimin. Sehingga keimanan dan ketakwaan korban gempa bertambah dan kita juga mendapat pahala berlimpah. Aamiin.[]  

Nilai Wakaf yang Diperlukan:

Rp 5.000.000.000 (50.000 Eksemplar Al-Quran @Rp 100.000)

 

Partner Lapang:

Ustadz dr. Sapto Sutardi

Sukseskan Mental Recovery Gempa Lombok dengan Wakaf Al-Qur'an

Distribusi Al-Quran di Pusat Gempa Lombok, di daerah pelosok NTB.

Masih ingat dengan Lombok pasca gempa saat ini? Kamis 10 Januari 2019 tim BWA datang lagi nih ke Lombok untuk mendistribusikan amanah wakaf Al-Qur’an yang ke #2 sebanyak 10.000 Mushaf.

Pada pendistribusian kali ini kami bagi kedalam 3 tim, yakni Lombok Utara sebagai penanggung jawab Ustd Sahrul, Lombok Barat sebagai penanggung jawab Ustd Rohmet dan Lombok Timur sebagai penanggung jawab Ustd Shiradjuddin.

Di hari pertama kedatangan kami melaksanakan konsolidasi kepada tim terkait terhadap teknis pendistribusian yang akan kami laksanakan.

Selanjutnya di hari kedua, Jumat 11 Januari 2019 Tim BWA meluncur ke desa Toya kecamatan Aikmal Lombok Timur untuk bertemu Ustd Zainul arifin yang merupakan tokoh pemuda dan pembina masyarakat desa. Tak kami sangka perjalanan ke desa Toya ini cukup lumayan menantang, pasalnya desa Toya ini merupakan salah satu desa yang terpelosok, tepatnya di lereng kaki gunung Rinjani. Hawa sejuk dan dinginnya udara sore itu membuat perjalanan kami semakin menyenangkan dan bersemangat untuk segera mencapai titik lokasi, walaupun jalannya curam dan berbatu.

Alhamdulillah sesampainya kami di lokasi desa Toya kami di sambut hangat oleh anak-anak TPQ yang sangat antusias menerima kedatangan Al-Quran. Pintu belakang mobil kami buka dan anak-anak pun mulai membantu menurunkan dus berisi Al-Quran sebanyak 18 Dus. Kami pikir hanya anak-anak saja, ternyata tidak lama mulai berdatangan para orang tua. Sore itu sangat heboh sekali. Menurut Ustd Zainul Arifin “ini merupakan bantuan Al-Quran yang pertama kali datang ke desa sebanyak ini “360 Mushaf” ujar. Alhamdulillah sambil memeluk Al-Quran wakaf.

Cerita lain di balik distribusi ini ternyata salah satu murid TPQ nya sudah sering mengeluhkan dengan kondisi Al-Quran yang ada, karena yang selama ini di pakai banyak yang rusak dan tidak layak pakai. Ujar Tarim salah satu santri TPQ.

Setelah mendistribusikan Al-Quran ke Desa Toya, 12 Janurai 2019 agenda kami selanjutnya yakni menjemput Ustad Hazairin Hasan selaku Direktur Program BWA di Bandara Internasional Lombok, rencananya untuk bertemu dengan Bapak Bupati Kabupaten Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H. M.H.

(Ustd Hazairin Hasan bersama Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H. M.H.)

Perjalanan dari Lombok menuju kota Pemenang kami lalui melalui jalur tepian pantai Senggigi, di sepanjang perjalanan kami sangat menikmati keindahan alam pantai lombok, namun sayang keindahan alam tersebut rupanya banyak pantai yang di kelola oleh pihak luar atau asing sebagai penyewa pesisir pantai, sedangkan nasib pribumi hanya dapat mengais rezeki dengan berjualan dan melayani para turis dan tamu saja, alhasil budaya kebarat-baratanpun mulai masuk dan di ikuti oleh pemuda-pemudi desa.

Alhamdulillah sampai di pertigaan Pemenang tidak jauh dari pasar kami pun sampai di kediaman Bpk Bupati Lombok, kami bertemu dengan ajudannya yang bernama pak Haji Mul panggilannya. Beliau mengatakan bahwa Bapak baru besok pagi sampai di Lombok, karena sedang berada di Jakarta !! kami bersyukur mungkin ini adalah rencana Allah SWT untuk kami agar hari ini kami dapat beristirahat karena padatnya jadwal distribusi Al-Quran.

Malam ini kami beristirahat di rumah Bapak Bupati KLU, semalaman kami berbincang dengan pak Haji Mul bercerita tentang pengalaman kami mendistribusikan Al-Quran dll, tiba-tiba datang adik Pak Haji Mul membawa dua buah duren khas rinjani, tak disangka rasanya nikmat manis sekali.

Esok paginya 13 januari 2019 kami mulai beraktifitas kembali untuk mengambil gambar kondisi perputaran ekonomi di pasar, alhamdulillah aktifitas pasar pasca gempa kini sudah mulai membaik, walau cukup lumayan banyak bangunan yang retak-retak bahkan ada yang tinggal puingan saja, namun tempatnya tersebut masih digunakan untuk berjualan.

Kring Kring, telepon masuk dari pak haji Mul mengabarkan bahwa pak Bupati akan ada acara di Gor Lombok Timur, namun bisa di kunjungi setelah Bada Dzuhur. Alhamdulillah kabar baik kami pun bergegas menuju lokasi. Selama 3 jam perjalanan kami baru sampai di lokasi, alhamdulillah kamipun dapat bertemu langsung dengan Bpk Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, S.H. M.H.

Kami bercerita tentang awal kedatangan TIM kami pada saat gempa terjadi, selama di KLU hingga saat ini tim kami berinteraksi dengan masyarakat, kala itu kami bersama Helps Syariah melaksanakan kegiatan kamanusiaan, Mental recovery dan banyak hal lainnya.

Banyak cerita yang kami sampaikan terutama kepedulian saudara muslim dan para wakif tentang wakaf Al-Quran dan Hunian Sementara (Huntara). BWA baru bangunkan Huntara sebanyak 72 Unit. Insyaallah kedatangan kami kali ini selain mendistribusikan 10.000 Mushaf Al-Quran kami juga merencanakan akan membangun kembali sebanyak 200 Unit Huntara.

Salah satu tanggapan bapak Bupati yang membuat kami senang yakni beliau sangat mendukung sekali aktifitas pendistribusian Al-Quran ini, Bapak Bupati  dan para santri siap membantu mendistribusikan Al-Quran kapan pun di butuhkan insyaallah kami siap. Karena ini bukan hanya tugas BWA saja kan, ucapnya sambil tersenyum. Insyaallah tugas mulia ini tanggung jawab sesama muslimin kata Ustd Hazairin Hasan. Jlegeeerr.... pernyataannya tersebut membuat tim kami semakin semangat dalam dalam pendistribusian ini.

Alhamdulillah selama seminggu sebanyak 10.000 Mushaf Al-Quran telah terdistribusi di 3 Kabupaten dan 91 titik wilayah sebaran di antaranya Pondok Pesantren, Masjid, Musholah dan TPQ. Besar harapan bagi masyarakat muslim di Lombok agar pembagian Al-Quran ini dapat merata hingga ke pelosok-pelosok wilayah Lombok sehingga masyarakat dapat kembali menghidupkan maghrib mengaji.

Ayo dukung #2019SejutaQuran Bangkitkan Indonesia.

Update #1. Lombok Bangkit dengan Al-Qur’an

Update #1. Lombok Bangkit dengan Al-Qur’an

Pada hari Sabtu 20 Oktober 2018, kali ini kami yang terdiri dari 3 orang melakukan pendistribusian Al-Qur’an sebanyak 3.400 eksemplar ke daerah yang terkena musibah gempa di Lombok, Nusa Tenggara barat. Al-Qur’an yang di distribusikan ke Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat merupakan tahapan pertama dari 2 tahapan yang akan direalisasikan oleh BWA.

Dari bandara halim perdana kusuma jakarta, Tim BWA bertolak ke mataram. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Lombok.

Pendistribusian ini di lakukan dengan cara mengunjungi posko-posko pengungsian, yayasan atau Pesantren dan masjid – masjid yang ada disana. Diantaranya di Dusun Mumbul Sari Lombok Utara, Dusun Batu Keruk, masing-masing 100 eksemplar.  Posko Peduli NU Utara, Posko ACT, dan Posko Induk kekait masing-masing 60 eksemplar.

kami juga mendistribusikan ke beberapa masjid diantaranya Masjid Baiturrahman Dusun Kuncang, Masjid Al Ikhlas Dusun kekait, Mushola Baitul Ikhlas Gomong Barat,  Masjid Baitul Al Mujahidin Tanjung Karang, Masjid Safinatul Takwa Dusun Aik Genit, Masjid Riadul Wardiah Dusun Krandangan, Masjid Nurul Iman Dusun Setangi,  Masjid Nurul Ikhlas Dusun Jelateng dll, masing-masing mendapatkan 40 - 60 eksemplar.

Selain itu, Al Qur'an wakaf juga kami distribusikan ke pesantren-pesantren. Pondok Baiturrahmah Nahdatul Wathon (NU) Dusun Pawang, Pondok Al Ikhlas Dusun Jeruk Manis, Pondok Syeikh Zainuddin NW Dusun Paok Rempe, Pondok Al Mubassyirun Dusun Pemenang, Pondok Al Jariyah Dusun Sembaro, Pondok Darunnajah Desa Duman, TPQ Hidaturrasyidin Dusun Montong, TPQ Alamul Huda Dusun Kebun Jurang dll, masing-masing mendapatkan 60-120 eksemplar Al Qur'an.

Selama pendistribusian, sering kami dapati kondisi Al-Qur’an yang sudah rusak dan harus diganti karena beberapa lembarnya sudah sobek dan hilang.

Ketika tim Badan Wakaf Al-Qur’an menuju salah satu posko yang berada di Lombok Utara, kami dapati bahwa setiap anak yang belajar membaca Al-Qur’an dan Iqra harus saling bergantian. Penyebab nya adalah karena keterbatasan Al-Qur’an dan Iqra. Maklum saja mungkin Al-Qur’an dan Iqra yang mereka punya sudah sudah tertimbun reruntuhan atau mungkin sudah rusak. Tetapi hal itu tidak menjadi hambatan mereka untuk terus semangat belajar, karena tampak dari wajah mereka yang cukup antusias ketika mereka belajar mengaji.

Kegembiraan dan haru menghiasi proses pendistribusian ketika melihat masyarakat disana begitu bahagia mendapat Al-Qur’an yang baru. Semoga dengan adanya Al-Qur’an wakaf ini dapat menjadikan wasilah kebaikan serta penyemangat saudara-saudara kita disana untuk dapat membangkitkan kembali Lombok pasca bencana. Dan semoga para wakif selalu mandapatkan pahala yang tak terhingga dari Allah SWT. Aamiin

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.