Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Zakat Peer To Peer

Sumarna Resah karena Utang Biaya Cesar Sudah Ditagih

BWA-ZPP. Meski bahagia melihat anak dan istrinya sudah melewati masa kritis, namun keresahan Sumarna (31 tahun) yang menanggung utang biaya cesar tak dapat disembunyikan. “Butuh waktu bertahun-tahun untuk melunasinya,” ungkap lelaki yang sudah mulai ditagih pemberi utang untuk menutupi biaya bersalin, Senin (18/5).

Pekerja marketing sebuah lembaga bimbingan belajar di Jakarta yang  gajinya  tidak sampai setengah UMR tersebut terpaksa menandatangani persetujuan operasi cesar Anisa Karisma Putri (22 tahun). Pasalnya, istrinya mengalami gejala pre-eklampsia (tekanan darah tiba-tiba meningkat dan tubuh membengkak) sehingga bila dipaksakan melahirkan normal bisa mengalami kejang-kejang.

ZPP-Anisa-280515

Awalnya, Anisa sering mules seperti halnya wanita hamil lainnya. Namun pada 3 Pebruari 2015, mules di perut wanita yang baru hamil tujuh bulan tersebut terasa hebat dibarengi dengan sakit di bagian tulang ekor, lalu tiba-tiba keluar cairan yang menandakan ketuban pecah.

Melihat kondisi istrinya yang kritis, Sumarna langsung membawanya ke bidan. Bidan merasa tidak sanggup menanganinya lalu merujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Antv. RSIA tersebut juga angkat tangan dengan merujuk ke RS Polri.

“Karena istri saya punya bekas kelenjar getah bening (steroid), rumah sakit Antv tidak bisa menerima karena tidak ada ruang icu-nya. Lalu dokter merujuk istri saya untuk dibawa ke RS Polri karena fasilitasnya lebih lengkap,” ujarnya.

Dokter RS Polri menyimpulkan harus segera dicesar lantaran nampak gejala pre-eklampsia, di samping itu detak jantung janin juga tidak stabil. Bila tidak segera diambil tindakan secepatnya, keadaan akan semakin tidak terkendali. Walau pun bingung membayar rumah sakit, Sumarna nekad menandatangani persetujuan cesar tersebut demi keselamatan anak dan istri tercinta.

Maka pada 4 Pebruari, Anisa pun dicesar. Selama istrinya dirawat, Sumarna pontang panting mencari pinjaman untuk menutupi biaya bersalin istri yang lebih dari 12 juta tersebut. Alhamdulillah, kini kesehatan istri dan anaknya berangsur-angsur membaik. Namun Sumarna saat ini risau lantaran beberapa dari pemberi pinjaman sudah menagih.

Untuk mengurangi beban Sumarna, melalui program Zakat Peer to Peer (ZPP), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menggalang zakat harta (dan donasi) dari kaum Muslimin. Sehingga Sumarna tidak menjadi gharimin (terlilit utang, salah satu golongan yang berhak menerima zakat) dan kewajiban zakat Anda tertunaikan. Dan tentu saja pahala dari Allah SWT untuk kita semua karena telah menunaikan kewajiban dan membantu sesama. Aamiin.[]

Zakat Harta (dan Donasi) yang Diperlukan:

Rp 11.000.000,- (membayar utang sisa biaya bersalin dengan cesar).  

Mitra lapang:

Alimudin

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.