Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Syafira Anak Umur 4 Tahun, Harus Kemoterapi 4 Kali Seminggu

[ Sedekah Adalah Investasi Paling Menguntungkan , Kini Sangat Mudah dan Sederhana ]

BWA -  DK, Kondisi lingkungan kita tinggal, mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Masih banyak saudara kita yang acuh dengan buruknya lingkungan mereka tinggal. Dampak buruk kesehatan memang tak berakibat langsung namun lambat laun bisa menjadi bemcana.

Syafira

Syafira, bocah umur empat tahun ini menderita kanker darah (leukemia).

Itulah yang di alami Syafira Maulida (4 tahun), putri dari pasangan Nurhayati (24 tahun) dan suaminya Budi Suprianto (26 tahun). Mereka ini tinggal di dekat Tukang Strum Accu dari sebuah kontrakan rumah mertua.  Usia yang masih balita, membuat Syafira mengalami dampak buruk dari udara yang terkontaminasi asap kimia dari Penyetruman Accu tersebut.

Pada awal Februari 2015, Syafira tiba-tiba perutnya buncit. Setelah berobat alternatif namun tidak kunjung sembuh, Syafira akhirnya di bawa ke Rumah Sakit dan menjalani tes darah. Ternyata hasil dari tes darah tersebut dapat diketahui bahwa jumlah sel darah putih Syafira 350.000. Dimana jumlah normal di usianya adalah 7000 - 10.000 sel darah. Syafirapun divonis mengidap kanker darah (leukimia).

Dan anak satu-satunya pasangan Nurhayati dan Budi Suprianto ini harus menjalani serangkaian pengobatan yang sangat serius dan membutuhkan waktu dan biaya. Dan kini Syafira harus menjalani kemoterapi 4 kali seminggu secara rutin. Yang paling menyakitkan dari proses kemoterapi menurut beberapa orang, sakitnya seperti merobek kulit. “terkadang dia menjerit kenceng banget pak, saking sakitnya kali” tutur Nurhayati.

Jarak yang jauh ke Rumah Sakit, antrian yang panjangpun merupakan penderitaan tersendiri bagi Syafira dan keluarganya, karena untuk kontrol berobat dan kemoterapi harus memakan waktu seharian. Orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita penyakit yang memiliki harapan tipis untuk sembuh. Namun Nurhayati pasrah semoga Allah memberi kesembuhan terhadap anaknya.

Biaya yang cukup besar, tak sanggup di tanggung orang tua Syafira. Dimana Budi Suprianto, ayahnya, hanya tukang cuci mobil Taksi di daerah Halim, penghasilannya hanya 40.000 - 50.000 rupiah setiap malamnya. Itu pun tergantung keikhlasan pemberian Supir Taksi yang lain.

Oleh sebab itu kami, Badan Wakaf Al Qur’an, mengetuk hati para donatur untuk membantu meringankan beban Syafira dan keluarganya untuk biaya pengobatan kemoterapinya.

 

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 8.572.000 (+/untuk 3 bulan proses teraphi)

Partner Lapangan             : Alimudin Baharsyah

Syafira Anak Umur 4 Tahun, Harus Kemoterapi 4 Kali Seminggu

Update # 1 : Innalillahi, Syafira Menghadap Ilahi Rabbi

BWA-Donasi Kesehatan. Syafira Maulida (5 th) gadis cilik penderita Leukimia ini mengembuskan nafas terakhir pada Sabtu, 12 Maret 2016 sekitar pukul 02.30 WIB. Sodara Alimudin Baharsyah (Tim BWA) dikabari oleh orang tuanya melalui telpon seluler sekitar pukul 03.30 WIB.

photo syafira

Syafira Sedang Dirawat Di Rumah Sakit

Seminggu sebelumnya, pihak keluarga mengabarkan bahwa kondisi Syafira kritis dan dirawat lagi di Rumah Sakit. Sempat ada dua photo yang dikirimkan ke BWA dan meminta didoakan oleh teman-teman BWA “Mohon doanya Mas, agar syafira diberikan yang terbaik oleh Allah swt”

Adapun donasi yang terkumpul 33 % sudah disalurkan ke pada pihak keluarga dalam 3 tahap pemberian. Semoga donasi yang diberikan oleh para donatur dibalas pahala yang berlipat ganda oleh Allah swt.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 8.572.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.