Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Tak Ingin Putus Sekolah lagi, Nita Berharap Dapat Melanjutkan ke SMA

Pernah Putus sekolah selama 3 tahun itu bukan menjadi kendala untuk tetap menyelesaikan pendidikan. karena saya yakin dengan menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi maka masa depan akan lebih baik.

Nama Saya Nita Puspita Sari (17) , tinggal  di Kp Palsigunung Desa Tugu Kec Cimanggis, Kota Depok Jawa Barat. Alhamdulillah saat ini saya telah lulus sekolah SMP di kota Depok, Jawa Barat.

Semasa Sekolah Dasar saya mendapat kendala dari kedua orang tua karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah, Ayah saya Nasuha (57) bekerja sebagai buruh kuli panggil kadang juga ngojek namun dari pekerjaannya tersebut hanya dapat untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari sedangkan ibu saya Rosmiati (58)  bekerja sebagai ibu rumah tangga, Karena kesulitan biaya itulah yang mengharuskan saya untuk tidak melanjutkan sekolah dari kelas 3 hingga kelas 6 SD hingga akhirnya saya dapat menyelesaikannya dengan kejar paket A.

Mengalami putus sekolah merupakan hal yang sulit di bayangkan dan selalu menjadi momok yang menakutkan bagi saya, namun saya harus tetap berjuang untuk berprestasi agar dapat meneruskan pendidikan, alhasil semasa SMP kelas 8 saya mampu untuk mendapat ranking 7 saya sangat suka pelajaran Agama dan Bahasa. Saya berharap ingin sekali dapat melanjutkan sekolah ke SMA maupun pesantren.

Untuk meringankan beban keluarga Nita, BWA mengajak kaum Muslimin terus berdonasi melalui program Indonesia Belajar. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA dan donatur, semoga Allah membalas dengan surga-Nya. Aamiin,” kata Nita mendoakan.[]

Donasi yang diperlukan:

Rp 29.500.000 (Biaya Masuk Pesantren dan Biaya Pendidikan 1 Tahun TA 2018-2019)

Mitra Lapang:

Weli Kurniawan

Tak Ingin Putus Sekolah lagi, Nita Berharap Dapat Melanjutkan ke SMA

Update #2: Sisa Biaya Sekolah Terlunasi, Rapor dan Ijazah Nita Bisa Diambil

Rabu 28 Juli 2021, tim BWA bersama orangtua Nita Puspita Sari mengunjungi Sekolah SMK Paskita Global untuk melunasi kekurangan biaya sekolahnya sebesar Rp.5.379.000. Didampingi tim Indonesia Belajar (IB) BWA, orangtua Nita mengambil raport dan ijazahnya, dan alhamdulillah Nita lulus dengan nilai yang memuaskan.

(Nita Menerima Langsung Bantuan Pendidikan IB BWA)

(Nita Menerima Langsung Bantuan Pendidikan IB BWA)

Saat ini Nita sudah lulus dan berniat untuk masuk perguruan tinggi. Kini untuk mengisi waktu, Nita belajar dan mondok di salah satu pesantren di Pandeglang, untuk mendalami ilmu agama. Nita dan keluarganya sangat berterimakasih kepada para donatur dan BWA yang selama ini telah membantunya dalam menyelesaikan pendidikannya.

“Terimakasih banyak kepada BWA dan para donatur, sekarang Nita sudah lulus dan terlunasi biaya pendidikannya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak ibu dengan pahala yang belipat ganda, aamiin,” tutur Nita seraya mendoakan kebaikan untuk pihak-pihak yang telah membantunya.

Update #1: Mendapatkan Bantuan Ongkos, PKL Nita Berjalan Lancar

Selain mendapatkan biaya pendidikan sekolah selama setahun, Nita Puspitasari juga mendapatkan bantuan ongkos selama praktek kerja lapangan.

(PKL Nita Berjalan Lancar)

(PKL Nita Berjalan Lancar)

“Alhamdulillah banyak membantu, terutama saat menjalani PKL ini karena BWA telah mendukung Nita untuk ongkos pulang perginya Depok-Mangga Dua selama PKL,” ujarnya saat tim Indonesia Belajar menemuinya pada jumat, 15 november 2019 di tempat PKL Nita, Hotel Le Grandeur, Mangga Dua, Jakarta Pusat.

Nita juga mengaku PKL-nya berjalan lancar. “Alhamdulillah berjalan lancar dan saat ini hampir memasuki bulan terakhir PKL,” ungkapnya.

Bantuan biaya pendidikan Nita merupakan bantuan kaum Muslimin yang digalang BWA melalui program Indonesia Belajar (IB).

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan,” pungkas Nita.[]

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.