Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Tak Mampu Membeli Obat, Maag Akut Sering Kambuh

Tak Mampu Membeli Obat, Maag Akut Sering Kambuh

Tumbuh besar dengan penyakit maag akut (dyspepsia) dan gangguan lambut akut (gastritis) membuat Lidia Marrais (25 tahun) tak bisa melalui hari-harinya dengan tenang dan nyaman. Penyakit ini bisa kambuh kapan saja, membuat perutnya terserang nyeri hebat seperti ditusuk-tusuk pisau. Pada puncak sakit, Lidia tak kuasa menahan muntah. Tubuhnya terasa lemas, bahkan sering pula jatuh pingsan.

Warga Kramatjati, Jakarta Timur ini sering dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Polri di kawasan Kramatjati atau RS Tria Dipa di wilayah Pancoran Jakarta Selatan. Paling tidak, hampir setiap 2 bulan Lidia terpaksa menjalani rawat inap selama 3-7 hari di rumah sakit untuk meredakan serangan maag dan gangguan lambungnya.

(Lidia Marais Idap Maag Akut)

(Lidia Marrais Idap Maag Akut)

Lidia berada dalam pengawasan ketat dokter. Setiap dua minggu sekali ia harus kontrol ke rumah sakit. Semestinya Lidia rutin mengonsumsi obat-obatan dari dokter, agar kondisi maag dan lambungnya terjaga. Selain itu Lidia juga harus meminum obat-obat khusus penambah darah karena sejak 7 tahun lalu Lidia mengidap penyakit anemia.

Namun tidak selamanya obat-obat itu tersedia. Beberapa jenis obat penting tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan. Lidia harus membelinya sendiri. Tetapi apa daya, ia tak memiliki uang yang cukup untuk menebus obat-obat tersebut. Akibatnya, penyakitnya jadi sering kambuh.

Dengan kondisi fisik yang lemah, Lidia tak kuasa bekerja. Untuk kebutuhan sehari-hari bergantung pada ibunya yang mengandalkan penghasilan dari berjualan lumpia kering. Ibunya adalah tulang punggung keluarga. Ketika Lidia sakit dan harus dirawat di rumah sakit, ibunyalah yang pontang-panting mencarikan biaya untuk berobat yang jumlahnya berbilang jutaan rupiah.

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) ingin membantu Lidia dan meringankan beban ibunya. Karenanya BWA mengajak para wakif bersama-sama berpartisipasi dalam program Sedekah Kemanusiaan untuk membantu biaya pengobatan Lidia, agar ia bisa rutin mengonsumsi obat dan sehat dalam jangka waktu yang lama.

Semoga bantuan dari para wakif mendatangkan berkah dan kesembuhan bagi Lidia, dan para wakif mendapat balasan kebaikan berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa ta’ala.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.45.100.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Tak Mampu Membeli Obat, Maag Akut Sering Kambuh

Update #1: Kondisi Terkini Lidia

Pada 9 Oktober 2020, Lidia berobat di RS Tria Dipa dengan hasil diagnosa menderita anemia dan menerima obat. Namun, setelah berobat, penyakit yang diderita Lidia kembali kambuh. Mau dibawa kembali ke RS Tria Dipa, keluarga Lidia tidak punya biaya.

(Kondisi Terkini Lidia)

(Kondisi Terkini Lidia)

Akhirnya pada 13 November 2020 Lidia dibawa ke IGD RS Polri Kramat Jati dan diminta untuk pemerikasaan USG. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata Lidia mengidap kista ovarium 4 cm, radang empedu (liver), dan anemia.

Setelah sempat diperbolehkan pulang, Lidia kembali mengeluh sakit dan diminta menjalani pemeriksaan USG ulang di RS Polri dengan hasil rekomendasi harus dilakukan operasi untuk kista dan radang empedu pada 24 Februari 2021.

Mari bantu Lidia untuk kembali sehat dan beraktivitas normal, dengan menyisihkan sebagian harta kita melalui perogram Sedekah Kemanusiaan, semoga Allah membantu kita, meringankan kita dalam membantu sesama. Aamiin.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis