Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Indonesia Belajar

Tak Mau Putus Sekolah, Febiola Bantu Orang Tua Mencari Barang Bekas dan Jualan

Tak Mau Putus Sekolah, Febiola Bantu Orang Tua Mencari Barang Bekas dan Jualan

Meski kondisi ekonomi keluarga kerap kekurangan, Febiola Casandra L (17 tahun) tetap bertekad untuk menamatkan sekolah di tingkat menengah kejuruan. Di sekolah (sebelum pandemi Covid-19), siswi kelas 11 Jurusan Akuntansi SMK Budi Mulia Utama Jakarta Timur tersebut terkadang harus sedikit menahan rasa lapar, karena dia sadar penghasilan orang tuanya sebagai pemulung itu tidak menutup semua kebutuhannya.

“Di sekolah pun kadang enggak jajan, hanya membawa bekal nasi saja dari rumah,” ujarnya.

(Febiola Cassandra)

(Febiola Cassandra)

Membantu membersihkan hasil plastik bekas menjadi salah satu tugasnya di rumah. Bantuin bapak sepulang dari menacari barang bekas, bersihin gelas-gelas plastik yang didapat, agar bisa dijual agak mahal,” kata Febiola.

Meski demikian, penghasilan Robby A Luhulima (57 tahun/ayah Febiola) tetap saja langsung habis untuk keperluan makan sehari-hari, tak tersisa untuk keperluan biaya sekolah Febiola.

Untungnya, untuk kebutuhan alat tulis, LKS dan (di masa pandemi ini ditambah kebutuhan) kuota internet, Febiola bisa mencari sendiri.

“Selain itu aku juga kadang suka jualin dagangannya orang, kaya, pakaian, jam tangan dan kadang makanan pun, nanti uang hasilnya bisa buat aku beli buku sekolah, LKS, dan alat tulis, apalagi sekarang harus punya kuota data terus buat belajar,” bebernya.

Namun untuk membayar uang bangunan dan SPP bulanan sekolah, warga Kampung Baru, Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Bekasi, tersebut tak sanggup. Tak jarang berutang kepada tetangga dan kerabat untuk menutupinya. Setelah itu, bingung juga uang dari mana untuk melunasinya.

Untuk mengurangi beban keluarga Febiola, BWA mengajak kaum Muslimin berdonasi melalui program Indonesia Belajar (IB) sehingga utang biaya sekolah dan SPP bulanannya selama setahun ke depan dapat tertutupi.

Semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Donasi yang Diperlukan:

Rp.23.400.000

Mitra Lapangan:

Dadan WR

 

#BWA #IndonesiaBelajar #IB

Tak Mau Putus Sekolah, Febiola Bantu Orang Tua Mencari Barang Bekas dan Jualan

Update #2: Sempat Terhambat Masalah Biaya Sekolah, Febiola Kini Telah Lulus

Keluarga prasejahtera pasti menginginkan anaknya lulus sekolah dengan lancar tanpa hambatan apapun. Hal itu dirasakan juga dari keluarga Pak Robby A Luhulima yang memiliki anak Febiola Casandra yang berusia 18 tahun, tahun 2022 ini telah lulus sekolah di SMK Budi Mulia jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga. Meskipun di tengah keterbatasan ekonomi, tidak menyurutkan mereka untuk selalu istiqamah ikhtiar dan berdoa. Terlebih lagi ayahanda Febiola selain pencari barang bekas, beliau pun bekerja juga sebagai penjual tiket bis antar kota - antar provinsi di daerah Latumenten Jakarta Barat. Bahkan ibunya hanya ibu rumah tangga dan kini sedang merasakan sakit diabetes.

Saat karyawan BWA mengunjungi kontrakan Febiola yang sangat sederhana, tampak wajah senang ibunda Febiola. Ibunda Febiola sangat bersyukur anak bungsunya telah lulus SMK, bahkan beliau pun berterima kasih kepada donatur BWA.

(Febiola Kini Telah Lulus dari Sekolahnya)

(Febiola Kini Telah Lulus dari Sekolahnya)

“Tidak pernah henti saya ucapkan terima kasih yang telah membantu operasional sekolah Febiola, Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pahala kebaikan, kesehatan dan kemudahan kepada para donatur, dan karyawan BWA,” ujar ibunda Febiola.

Alhamdulillah bulan Mei 2022 ini, Febiola menjalani acara wisuda di Gedung Serbaguna Pondok Kopi Jakarta Timur. Harapan Febiola pasca lulus SMK ingin sekali melanjutkan kuliah melalui beasiswa, namun ibundanya menyarankan untuk bekerja terlebih dahulu minimal bekerja sesuai dengan bidang jurusan sekolahnya.

Febiola sangat bersyukur sudah dibantu BWA, mudah-mudahan Febiola mendapatkan kerja yang halal bisa bantu kedua orangtua, dan selalu berdoa atas kebaikan donatur dan karyawan BWA,” ungkap Febiola.

Masih banyak anak bangsa yang memiliki semangat sekolah namun harus dihadapi keadaan keterbatasan ekonomi keluarga. Bahkan dari mereka pun belum tercover bantuan pendidikan seperti Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Pintar, maupun bantuan pendidikan di tingkat daerah.

BWA hadir dengan Program Indonesia Belajar memfasilitasi adik-adik sekolah (pemetik manfaat) yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau pendidikan. Hal ini pun tidak terlepas dari dukungan donatur BWA yang selalu istiqamah memberikan sebagian rezekinya untuk membantu pendidikan anak bangsa melalui Program Indonesia Belajar.

 

Update #1: Di Tengah Kondisi Ekonomi yang Sangat Terbatas, Febiola Tetap Bertekad Kelak menjadi Guru

Febiola Casandra merupakan anak kedua dari dua bersaudara, saat ini Febiola tinggal bersama saudara kandung dan orangtua nya di Pondok gede Kota Bekasi, Jawa Barat. Febiola bersekolah di SMK Budi Mulia Utama kelas XII jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga. Pak Robby A Luhulima merasa beruntung memiliki anak yang berbakti dan rajin dalam aktivitas di rumah.

“Alhamdulillah Febiola anaknya rajin, kalau selepas pulang sekolah bantuin orangtua bersihin botol, gelas plastik yang diambil saat memulung,” ujar Robby.

(Donasi Pendidikan untuk Febiola)

(Donasi Pendidikan untuk Febiola)

Selama pemerintah mengeluarkan kebijakan tatap muka, tahun 2021 ini, Febiola sudah mulai tatap muka di sekolah, sepekan bisa 2 (dua) kali pertemuan. Terkadang jadwalnya tidak menentu dari pihak sekolah. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Febiola untuk sekolah. Banyak sekali tugas yang diberikan sekolah dan harus ada fasilitas laptop untuk mengerjakan tugas tersebut.

“Saya kasihan lihat Febiola mau mengerjakan tugas tapi tidak ada laptop, ibunya berusaha menyampaikan ke tetangga untuk pinjam sementara selama enam bulan, alhamdulillah diizinkan pinjam sama tetangga,” ujar Robby.

Orangtua Febiola sangat berterima kasih kepada donatur dan karyawan BWA yang telah membantu Febiola agar tidak putus sekolah. Terlebih lagi Febiola anak terakhir dan mereka berharap Febiola bisa lulus sampai SMK kemudian bisa bekerja.

“Sedih kasihan gitu sama Bapak Ibu  yang memulung barang rongsokan. Jadi gelas botol plastik itu kalau dijual kembali Rp 5.000/kg yang sudah dibersihkan, kalo tidak dibersihkan harganya Rp 2.000/kg, jadi sebisa mungkin Febi bantuin bapak ngebersihin barang yang sudah dipulung,” cerita Febi.

Banyak anak bangsa Indonesia yang memiliki semangat sekolah dan cita-cita di masa depan, namun terkendala biaya ekonomi, seperti halnya yang dialami Febiola. Cita-cita Febiola ingin sekali menjadi guru, suatu saat diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Febiola bisa kerja sambal kuliah. Mari doakan tekad bulat dari Febiola menjadi guru dapat dikabulkan. Semoga para donatur yang membantu Febiola mendapatkan amalan jariyah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari hasil pembelajaran Febiola di sekolah.

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.