Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Tanpa Diawali Sakit atau Demam, Tiba-tiba Roxy Tak Dapat Berjalan

Tanpa Diawali Sakit atau Demam, Tiba-tiba Roxy Tak Dapat Berjalan

Di usia satu sampai delapan tahun Roxy Firdiyansyah (9 tahun) tumbuh menjadi anak-anak normal, tak ubahnya seperti anak seusianya. Namun, ketika memasuki usia sembilan tahun tiba-tiba saja ia sulit untuk dapat berjalan dan berdiri dengan sempurna. Ketika itu Roxy sempat terjatuh ketika bermain bersama teman-temannya, tanpa didasari rasa sakit ataupun demam, tiba-tiba saja ia sulit untuk kembali berjalan keesokan harinya dan menahan tubuhnya untuk dapat berdiri sampai saat ini.

Roxy Kini Sulit Untuk Berdiri)

(Roxy Kini Sulit Untuk Berdiri)

Mendapati hal ini sang nenek Ratu Nurcholifah (51 tahun) dan ibunda Ratna Yuningsi (36 tahun) sangatlah khawatir dan segera membawa Roxy untuk mendapat tindakan medis di Puskesmas Pulo Ampel yang lokasinya berada di pulau Jawa (Serang-Banten). Mereka harus menaiki perahu untuk mendapakan pelayana kesehatan karena tidak tersedianya pelayanan medis di pulau tempatnya tinggal.

Roxy terlahir dan tinggal di wilayah kepulauan yang masuk ke dalam kabupaten Serang. Tepatnya di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten. Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan laut dari pulau tersebut ke pelabuhan Karangantu.

Beberapa hari menjalani perawatan di Puskesmas Pembantu Karangantu, namun tidak juga mendapatkan kesembuhan karena kurang memadai peralatan kesehatan, membuat Roxy harus dirujuk ke Rumah Sakit Krakatau Medika, Kota Cilegon, Serang, Banten.

Roxy menjalani beberapa pemeriksaan guna mendiagnosa penyakit apa yang sedang ia derita. Setelah tiga hari Roxy menjalani perawatan, dokter belum juga mampu mendiagnosa jenisa penyakit apa yang menyerang Roxy. Dokter akhirnya memberikan surat rujukan agar Roxy segera dibawa ke RSCM Jakarta.

Cukup jauhnya jarak menuju Jakarta dan tidak adanya biaya untuk ke sana membuat ibu dan neneknya Roxy mengurungkan niat untuk membawa Roxy berobat. Terlebih saat ini mereka masih tinggal di kepulauan yang minim sekali dengan akses kesehatan, membuat Roxy menjalani perawatan seadanya.

Sang ayah telah lama berpisah dengan sang ibu ketika Roxy berusia tujuh bulan, hingga kini perannya digantikan oleh ibu dan neneknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga dan bantuan zakat dari pemerintah desa. Meskipun tak lagi mampu untuk berjalan, Roxy masih semangat untuk pergi ke sekolah.

Sementara waktu ia dipinjamkan kursi roda oleh tetangganya. Ada keinginan untuk memiliki kursi roda sendiri karena khawatir keluarga tidak bisa mengganti jika kursi roda yang dipinjam rusak.

Sang nenek sangat berharap sekali agar cucunya bisa mendapatkan pelayanan medis di Jakarta, ia merasa sedih jika melihat cucunya itu hanya duduk-duduk lagi di teras rumah dan hanya mampu untuk melihat teman-teman lainnya bermain.

Untuk mengurangi beban keluarga Roxy, BWA mengajak kaum Muslimin bersedekah melalui program Sedekah kemanusiaan (SK) sehingga biaya pengobatannya terpenuhi dan semoga kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.68.000.000

Mitra Lapangan:

Eli

 

#BWA #WakafQuran #SK #SedekahKemanusiaan

Belum ada Update

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.