Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

TBC Tulang Kian Parah, Langkah Mulia Santriwati Asal NTT Ini Terhenti.

Nafisah Dia (22 tahun) adalah santriwati asal  Kamalaputi, Waingapau, NTT. Tiga tahun lalu merantau ke Yogyakarta untuk kuliah dan mondok di STEI Hamfara. Alasan memilih Hamfara karena bebas biaya kuliah. Jika  menuntut ilmu di Hamfara telah lulus, Nafisa ingin mengabdi di kampungnya untuk mengajarkan ilmu agama.

nafisa

(Luka dibagian belakang yang mengeluarkan nanah)

Langkah mulianya menuntut ilmu di STEI Hamfara terhenti semenjak Nafisa di vonis menderita TBC tulang 2 bulan lalu. Penyakit itu menyerang tulang belakangnya, hingga menimbulkan luka yang terus mengeluarkan nanah sepanjang hari. Kini Nafisa hanya bisa berbaring saja di tempat tidur.

Menurut dokter RS. Sartjito, Untuk mengobati penyakit tersebut Nafisa harus menjalani operasi pembuangan seluruh nanah dalam tubuh. Dengan terlebih dahulu mengobati TBC nya. Perkiraan biayanya mencapai Rp. 100 juta lebih, belum termasuk biaya perawatan dan lain-lain.

nafisa

(Nafisa berbaring ditempat tidurnya di STEI Hampara)

Hamka Hasan (64 tahun) dan Siti Aisyah (42 tahun) sebagai orangtua Nafisa hanya bisa pasrah. Penghasilannya sebagai nelayan tidak mungkin bisa membiayai operasi anak tercintanya itu. untuk sekedar datang ke Yogyakarta saja, mereka kesulitan.

Melalui tulisan ini, Badan Wakaf Al Quran ingin mengajak kaum muslimin membantu biaya operasi untuk kesembuhan Nafisa. Agar Nafisa bisa terus menuntut ilmu agama untuk meneruskan dakwah Islam di NTT. Semoga setiap ilmu yang diperoleh dan dimanfatkan oleh Nafisa, menjadikan sebab mengalirnya pahala yang abadi untuk kita.

Donasi yang dibutuhkan : Rp. 130.500.000,- (Biaya operasi + Perawatan + Akomodasi keluarga)

 Partner Lapang: Ustazdah Ani

TBC Tulang Kian Parah, Langkah Mulia Santriwati Asal NTT Ini Terhenti.

Update # 1. Subhanallah, Nafisah Sembuh Tanpa Operasi

Nafisah Dia, Santriwati asal NTT yang divonis harus menjalani operasi pengangkatan cairan nanah, kini kondisinya berangsur membaik. Bahkan pihak Rs. UGM menyatakan Nafisah Dia tidak perlu menjalani operasi, cukup melanjutkan pengobatan TBC nya saja.

Nafisah

(Nafisah Bersama dr. di Rs. UGM)

Sebelumnya, Nafisa telah dijadwalkan menjalani operasi di RSUP Dr. Sardjito – Yogyakarta. Selama menunggu jadwal operasi, Nafisa menjalani pengobatan rutin di rumah sakit tersebut. Hingga akhirnya pada bulan juli dipindahkan ke RS. UGM berkat bantuan dokter Adam dan dokter Jaka untuk mempercepat proses operasi.

Namun Allah berkata lain, setelah dilakukan pengecekan ulang di Rs. UGM – Yogyakarta, ternyata Nanah ditubuh Nafisa telah dinyatakan hilang. Namun dokter tetap mengharuskan Nafisa melanjutkan pengobatan TBC nya saja.

BWA mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu proses penyembuhan penyakit Nafisah. Untuk para donatur, dokter Adam dan dokter Jaka semoga Allah membalas dengan pahala berlipat dan dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat.

Adapun donasi yang terkumpul tetap akan digunakan untuk proses penyembuhan Nafisah dan untuk membantu orang lain yang juga membutuhkan.

 

 

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.