Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Sedekah Kemanusiaan

Tidur Beralaskan Seadanya, Warga Kampung Akuarium Kedinginan dan Digigit Tikus

[Jagalah dirimu dari api neraka walau dengan sebiji kurma]


BWA - Sedekah Kemanusiaan. Demi mempertahankan tanah kelahiran dan tempat mencari rezeki, sebagian besar warga Kampung Akuarium, Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara tinggal di tenda-tenda pengungsian yang didirikan di atas puing-puing bangunan tempat mereka tinggal dulu. Warga yang turun temurun berprofesi sebagai nelayan tersebut menolak dipindahkan ke rumah susun di Bekasi yang jaraknya jauh ke pantai Marunda.  

Perakitan life divan

Tim BWA bersama pengungsi merakit life divan.

Sejak rumah-rumah mereka dirobohkan Pemrov DKI Jakarta pada 11 April lalu, kondisi warga cukup memprihatinkan terutama anak-anak. Kondisi semakin buruk ketika hujan turun, apalagi jika disertai angin. Disamping itu, mereka tidur dengan alas seadanya.

Bukan hanya bermasalah dengan dinginnya udara malam dan tipisnya alas tidur, mereka juga harus menghadapi gangguan tikus. Beberapa Ibu-Ibu mengaku kakinya pernah digigit tikus. Hal ini karena posisi tubuh mereka saat tidur sama dengan permukaan tanah.

Perakitan life divan

Perakitan LIfe Divan di dalam tenda pengungsi.

Pada 18 Mei lalu, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membawa beberapa life divan untuk dicoba di dalam tenda warga. Dengan wajah ceria mereka mencobanya dan merasa sangat terbantu jika alas yang terbuat dari karton tebal berukuran 70 x 180 x 22 cm tersebut jadi alas tidur mereka. “Bisa menghindari dingin dan gigitan tikus,” ujar seorang ibu yang mencobanya.

Hal senada juga disampaikan Topas (32 tahun), seorang relawan di Kampung Akuarium. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari BWA jika mau membantu dengan life divan ini, karena selama ini warga tidur dengan alas seadanya yang kurang memadai,” ujarnya.

pengungsi mencoba life divan

Pengungsi Ibu-ibu dan Anak-anak mencoba life divan.

Bagi anak-anak yang masih sekolah, life divan bisa juga digunakan sebagai meja dan kursi belajar, baik untuk membaca maupun menulis.

Guna meringankan penderitaan mereka yang tengah mempertaruhkan nasib di tenda-tenda, melalui program Sedekah Kemanusiaan (SK), BWA mengajak kaum Muslimin untuk menyedekahkan life divan. Sehingga warga dapat tidur lebih nyaman dan Allah SWT pun meringankan penderitaan kita di dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa melapangkan seorang Mukmin dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa meringankan penderitan orang lain, maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat...(HR Bukhari dan Muslim).[]

 

Sedekah yang Dibutuhkan:

Rp 52.900.000,- (untuk pengadaan 230 buah life divan + Bantal)

Mitra Lapang:

Ibu Upi

Tidur Beralaskan Seadanya, Warga Kampung Akuarium Kedinginan dan Digigit Tikus

30 set Life Divan Untuk Pengungsi Korban Gusuran dari Wendy Cagur

BWA - Sedekah Kemanusiaan. Pada tanggal 18 Agustus 2016. Wendy Cagur menyererahkan bantuan 30 Life Divan melalui badan Wakaf Al Quran untuk pengungsi Kp. Aquarium Jakarta utara. Sehingga total Life Divan yang disalurkan BWA dalam 3 tahap adalah 145 set.

Life Divan

life divan

Warga Kampung Akuarium, Luar Batang - Jakarta Utara, menerima sumbangan Life Divan dari artis Wendy Cagur, pemilik Weey Clooting.

Wendy Cagur menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan berkah dan dimanfaatkan untuk saudara-saudara kita yang tergusur “semoga tidak digigit tikus lagi mas” ujar Wendy kepada Mas Darminto saat serah terima life divan di kediamannya di lebak bulus.

Alasan Mas Wendy membantu melalui BWA karena Life Divan ringan dan simple dan sangat cocok untuk daerah yang terkena bencana atau dalam kondisi darurat. “Ide yang dibuat BWA kreatif dan unik,” tambah Wendy.

Diakhir sesi serah terima life divan, BWA terus berharapan kepada kaum muslimin terinspirasi untuk berdonasi dan berwakaf. Maka dari itu BWA tidak pernah bosan mengajak dan mengingatkan umat Islam untuk berwakaf.

 

Update # 1 : Anak-Anak Pengungsi Kampung Akuarium Terhibur Saat Merakit Life Divan

BWA-Sedekah Kemanusiaan. Belasan warga pengungsi korban penggusuran proyek reklamasi ikut membantu menurunkan dan merakit seratus life divan, Senin (20/016/2016) di belakang Museum Bahari, Kampung Akuarium,  Jakarta Utara.

life divan

(Warga Pengungsi & Tim BWA Merakit Life Divan)

Perakitan alas tidur yang mirip origami ini menarik perhatian anak-anak yang hadir di area itu, akhirnya merekapun turut membantu merakit dan cukup menghibur anak-anak yang sudah sebulan lebih tinggal di pengungsian.

Ari Muhrijal (27 tahun), salah satu kordinator pengungsi, merasa tidurnya lebih nyaman setelah menggunakan alas yang terbuat dari karton tebal berukuran 70 x 180 x 22 cm tersebut. Sebelumnya, Ari hanya tidur beralas kasur tipis diatas puing-puing. Bukan hanya dirinya, warga lain pun merasa nyaman tiduran di atas life divan.

pemasangan life divan

(Ilustrasi Pemasangan Life Divan Di Dalam Tenda Pengungsi)

Alas tidur praktis ini merupakan sedekah dari kaum Muslimin yang digalang Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Sedekah Kesehatan. Ari yang mewakili warga Kampung  Akuarium merasa bahagia ada perhatian dari sesama Muslim. Berulang kali Ari dan warga lainnya mengucapkan terima kasih kepada BWA dan para donatur.

“Di bulan Ramadhan yang diberkahi ini, semoga bantuan dari para donatur semua dibalas oleh Allah SWT dengan  balasan kebaikan yang berlipat ganda,” ujar Ari dengan tulus. Aamiin.[]

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 52.900.000

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.