Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari

Tiga Bulan Terkena Stroke, Kondisi Faisal Memprihatinkan dan Kesulitan Uang untuk Berobat & Bayar Kontrakan

Tiga Bulan Terkena Stroke, Kondisi Faisal Memprihatinkan dan Kesulitan Uang untuk Berobat & Bayar Kontrakan

Sudah lebih tiga bulan lamanya tubuh Faisal (64 tahun) lemah. Bicaranya pun tidak jelas. Sejak September 2020, warga Cilebut, Bogor, Jawa Barat ini mengalami stroke. Kondisi ini memperparah penyakit yang dideritanya. Ayah dari empat orang anak ini sudah sepuluh tahun menderita gangguan paru-paru yang membuatnya sering mengalami batuk dan sesak napas. Salah satu ginjalnya juga sudah tak berfungsi, sehingga aktivitas tubuhnya kini hanya ditopang  oleh satu ginjal.

Bila dulu Faisal bolak balik ke rumah sakit untuk mengatasi masalah sesak napas yang kerap mengganggu, kini ia harus pula menambah rentetan pengobatan dengan memeriksakan keadaan fungsi saraf dan ginjal secara rutin ke rumah sakit. Paling tidak satu bulan sekali Faisal harus ke Rumah Sakit PMI Bogor melakukan CT Scan untuk memantau keadaan fungsi otaknya, dan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat kesehatan ginjalnya.

(Faisal, 56 tahun)

(Faisal, 64 tahun)

Bagi Faisal berobat ke rumah sakit bukan hal yang mudah. Memang sebagian besar biaya pengobatan di rumah sakit di-cover oleh BPJS Kesehatan, dan Faisal sangat mensyukuri hal ini. Namun ada bagian-bagian pengobatan yang harus ditanggung sendiri, dan ini cukup berat baginya. 

Banyak biaya yang harus disiapkan. Di antaranya, setiap bulan obat-obatan yang ditanggung BPJS hanya cukup untuk kebutuhan 20 hari. Sisanya harus ditebus dengan uang sendiri yang membutuhkan biaya sekitar Rp1 juta. Minimal untuk sekali jalan ke rumah sakit, ia harus mengeluarkan uang ratusan ribu untuk biaya transportasi dan keperluan lain. Dengan kondisi tubuh yang lemah dan tak leluasa bergerak, Faisal kesulitan ke kamar mandi untuk buang besar maupun kecil. Karenanya, sehari-hari Faisal butuh memakai diapers (popok dewasa sekali pakai), yang biayanya setiap bulan juga lebih dari Rp1 juta.

Semua keperluan biaya harian dan pengobatan Faisal ini ditanggung oleh anak sulungnya yang bekerja sebagai karwayan training di perusahaan swasta. Si sulung inilah yang menjadi tulang punggung keluarga. Sementara anak kedua, baru saja di PHK. Anak-anak Faisal yang lainnya masih duduk di bangku sekolah dan istri Faisal seorang ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan.

Sekarang ini Keluarga Faisal dibelit kesulitan ekonomi. Penghasilan si sulung tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, ditambah lagi ada kebutuhan untuk membeli susu dan pengobatan sang ayah yang lumayan besar. Saat tulisan ini diturunkan, sudah lima bulan Keluarga Faisal menunggak uang kontrakan rumah. Jika pemilik kontrakan menyuruh pindah, mereka tidak tahu harus pergi kemana.

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) terenyuh melihat keadaan Faisal, dan tergerak untuk menggalang Sedekah Kemanusiaan untuk meringankan beban ekonomi dan masalah kesehatan yang membelitnya. BWA mengajak para wakif untuk bersama-sama membantu Keluarga Faisal, agar mereka segera terlepas dari kesulitan yang menghimpit. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalasi para wakif dengan kebaikan berlipat ganda.[]

 

Sedekah yang Diperlukan:

Rp.57.500.000

Mitra Lapangan:

Ali Jabbar

 

#BWA #SedekahKemanusiaan #SK

Tiga Bulan Terkena Stroke, Kondisi Faisal Memprihatinkan dan Kesulitan Uang untuk Berobat & Bayar Kontrakan

Update #1: Kondisi Faisal Belum Juga Membaik

Kondisi Faisal saat ditemui tim BWA di kediamannya di Bogor pada 3 Mei 2021 antara lain sudah sanggup makan sendiri, tangan kaki bisa digerakkan, namun sudah tidak mampu berdiri. Paru sebelah kirinya mengalami kerusakan. “Jika batuk bisa sesak, kalau malam susah tidur, dan kurang selera untuk makan,” kata Metriyanti, istri Faisal.

Metriyanti menjelaskan, Faisal sempat putus berobat karena tidak ada biaya. Faisal pun menjalani terapi dan berobat di Poli Paru dan Poli Saraf RS Salak Bogor. Kursi roda yang ia pakai pun hasil meminjam dari tetangga sejak bulan September 2020.

(Kondisi Terkini dari Faisal)

(Kondisi Terkini dari Faisal)

“Dana yang kami terima, digunakan untuk membayar utang pengobatan dan biaya pengobatan paru dan saraf,” ujar Metriyanti. Selain itu, untuk membayar tunggakan BPJS Kesehatan, membiayai terapi herbal, dan sebagian untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Metriyanti merasa terharu atas bantuan yang disalurkan oleh BWA lantaran saat ini dirinya dan keluarganya tidak punya banyak uang, utang menggunung, dan biaya kosan pun belum lunas dibayar. “Terima kasih kepada BWA dan para donatur. Semoga panjang umur, rezekinya lancar, dan mudah-mudahan selalu dilimpahkan keberkahan,” katanya mengakhiri.

Melihat kondisi Faisal yang belum juga membaik BWA masih terus mengajak para donatur untuk bersama-sama membantu Keluarga Faisal, agar segera dapat tertangani dengan baik. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalasi para donatur dengan kebaikan berlipat ganda.

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 57.500.000



35.48%
Butuh Rp 37.100.994,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.

Project Sejenis