Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia

Tingkatkan Ekonomi Nelayan Pesisir Flores Timur dengan Wakaf Ketinting dan Alat Tangkap Ikan

Tingkatkan Ekonomi Nelayan Pesisir Flores Timur dengan Wakaf Ketinting dan Alat Tangkap Ikan

Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia semakin hari semakin mengkhawatirkan, karena sebarannya bertambah luas dan telah merengut korban jiwa. Data pertanggal 18 April 2020, menunjukan 6.248 orang positif, dengan jumlah meninggal dunia 535 orang dan 631 orang sembuh.

Bahaya wabah Corona ini kemungkinan akan semakin membesar, karena sampai saat ini kesadaran warga dalam menjaga aktivitas sehari-harinya belum tampak.  Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang membatasi aktifitas di luar rumah bagi warganya, bila terlambat maka resiko yang dihadapi kita semua akan membesar dari hari ke hari.

Oleh karena itu BWA mencoba membantu masyarakat, bahu membahu mengatasi problem yang dihadapi kita semua saat ini.  Masyarakat membutuhkan dukungan berupa kegiatan disinfektan lokasi-lokasi berkumpul, penyediaan hand sanitizer di masjid dan mushola, termasuk dukungan bagi kalangan medis yang berjuang di garda terdepan. Oleh karena itu BWA membundling project Wakaf Ini dengan kegiatan pendukung pencegahan penyebaran wabah Covid-19, setiap Anda berwakaf untuk project ini maka separuh dana Anda akan dialokasikan bagi kegiatan melawan Covid-19.

Mudah-mudahan Allah SWT menolong kita semua, dengan menghilangkan wabah ini sesegera mungkin dan melimpahkan pahala yang besar bagi wakif yang membantu project ini.

Mari berwakaf untuk meningkatkan produktivitas para nelayan di Flores Timur dengan pengadaan kapal ketinting dan melalui project ini pula Anda menjadi bagian dari perjuangan kita bersama dalam melawan wabah covid-19 ini.
---------------------------------------------

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam laut yang melimpah. Apalagi wilayah Timur Indonesia, tepatnya di wilayah laut Flores. Kondisi kekayaan alam ini masih belum diambil secara optimal untuk mensejahterakan warga masyarakat. Inilah yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. 

Salah satu kendala yang dihadapi warga Flores Timur dalam mengambil ikan adalah sarana transportasi berupa perahu nelayan. Hanya orang-orang yang bermodal besar yang bisa mengambil kekayaan ikan tersebut.

Perahu ketinting merupakan perahu tradisional yang dimiliki oleh nelayan untuk menangkap ikan. Biasanya perahu ini terbuat dari kayu dan hanya mampu mengangkut ikan sebanyak 100 Kg. Sehingga nelayan tidak bisa mengambil lebih dari itu karena perahu akan karam jika kelebihan beban.

Perahu ketinting ini pun dari segi operasional juga tinggi, terutama konsumsi BBM untuk mesin perahu. Sehingga hasil penjualan tangkapan ikan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selain itu, tidak semua nelayan memiliki perahu ketinting, biasaya mereka yang ikut melaut bagi hasil dengan pemilik perahu atau mereka bekerja sebagai buruh penangkap ikan.

Untuk membantu nelayan agar mandiri, BWA merancang proyek Wakaf Perahu ketinting yang terbuat dari fiberglass yang mampu menampung ikan sampai 500 Kg. Perahu ini berukuran panjang 5 meter dengan lebar 90-100 cm.

Perahu fiber ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan perahu ketinting kayu yakni dari segi konsumsi BBM yang lebih hemat karena perahu ringan sehingga mudah bergerak dilaut juga kapasitasnya yang lebih besar jika dibandingkan dengan perahu ketinting kayu. Dan yang paling penting model perahu ketinting fiber ini sangat cocok untuk perairan laut di pulau Adonara Flores Timur NTT.

Pada tahap sebelumnya, BWA berhasil membuat 10 unit perahu ketinting yang telah diserahkan keseluruhan dan sudah digunakan oleh Masyarakat Desa Sagu, Adonara pada bulan Nopember 2018. Keberhasilan ini telah membawa kebermanfaatan yang

Pada tahun 2019, BWA akan membuat 20 Ketinting bagi nelayan wilayah Flores Timur NTT. Selain itu, kegiatan pengembangan dan pendampingan masyarakat penerima manfaat pun akan terus dilakukan untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan perahu Ketinting tersebut.

 

Donasi yang Dibutuhkan :

Rp. 1.946.000.000,-

(Satu Milyar Sembilan Ratus Empat Puluh Enam Juta Rupiah)

Partner Lapangan :

Ust. Arifudin Anwar

Tingkatkan Ekonomi Nelayan Pesisir Flores Timur dengan Wakaf Ketinting dan Alat Tangkap Ikan

Update #3 : Pengalaman Alex Malimun

Masya Allah,  Simak Pengalaman Pak Alex Malimun Terombang-Ambing Di Tengah Laut.

Alhamdulilllah Allah SWT menurunkan pertolongan pada Pak Alex.  Seperti apa pengalaman beliau?  Simak di video ini!

Namun,  kapal yang digunakan Pak Alex melaut pecah dan rusak.  Beliau pun merasa sedih karena kapal tersebut merupakan satu-satunya sarana untuk mencari nafkah.




 

Yuk kita bantu Pak Alex Malimun dan para nelayan Adonara, Flores  Timur yang belum kebagian Wakaf Ketinting Fiberglas.

Pada distribusi Tahap II ini,  rencananya BWA akan melengkapi kapal ketinting tersebut dengan alat tangkap dan rumpon sehingga nelayan dapat menangkap ikan lebih cepat.

Yuk bantu mereka berikan kehidupan lebih baik dengan distribusikan kapal ketinting dan rumpon bagi nelayan Flores Timur. Klik link di bawah https://www.wakafquran.org/tingkatkan_ekonomi_nelayan_pesisir_flores_timur_dengan_wakaf_ketinting_dan_alat_tangkap_ikan/ atau kita bisa salurkan wakaf ke rekening berikut:

BNI SYARIAH: 155.000.1511?
SYARIAH MANDIRI: 788.9911.117?
MANDIRI: 122.000.3.000.000
BRI SYARIAH: 103.857.4082?
BRI: 053.401.000.174.305?
BCA: 627.01.666.26
BANK MUAMALAT: 121.003.8884
PERMATA BANK SYARIAH: 097.554.0898
DANAMON SYARIAH: 103.73.000.8
CIMB NIAGA SYARIAH: 860.007.582.500

a.n Badan Wakaf Al Qur’an

Untuk ketertiban administrasi mohon sertakan infaq kode unik 427 di belakang nominal sedekah, contoh: Rp.500.427

Subscribe and follow
Youtube: wakafquran
Website : www.bwa.id
Facebook : wakafalquran
Instagram : @wakafquran

#BWA #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia #KonsistenBeramal #MyWakafMyLifeStyle
#corona #dirumahaja  #wakafquran #kamisberkah #wakafkhususdakwah

Update #2: Nelayan Adonara Membutuhkan Wakaf Ketinting dan Rumpon Untuk Mengoptimalkan Hasil Tangkapan

Dengan wakaf melalui project ini, Anda tidak saja membantu nelayan Adonara Flores Timur mengoptimalkan hasil tangkapan mereka, namun juga turut serta bersama BWA membantu perjuangan melawan wabah covid-19. Karena separuh wakaf Anda akan kami salurkan menjadi Donasi project "Lawan Covid-19 Kuatkan Indonesia"

-------

Labudu gembira, jerih payahnya menerjang lautan selama dua hari tidak sia-sia. Nelayan dari wilayah Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini pulang dengan membawa tumpukan ikan tuna. Harga jualnya lumayan, Rp.750.000. Dipotong dengan biaya operasional seperti bahan bakar dan ransum sebesar Rp.400.000, Labudu bisa membawa pulang uang sebesar Rp.350.000. Uang tersebut tidak sepenuh dipergunakan untuk keperluan keluarga. Sebagian disisihkan untuk persiapan modal melaut berikutnya.

(Tak Jarang Nelayan Harus Berlayar Jauh untuk Mendapatkan Ikan)

(Tak Jarang Nelayan Harus Berlayar Jauh untuk Mendapatkan Ikan)

Namun keberuntungan tidak setiap hari didapatkan. Penerima wakaf perahu ketinting dari Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) ini menuturkan adakalanya nelayan pulang dari melaut dengan hasil nihil. Sekalipun sudah berputar-putar di tengah laut, sama sekali tidak ada ikan yang berhasil ditangkap. Artinya hari itu merugi karena biaya opersional, terutama untuk membeli bahan bakar, terbuang sia-sia.

Terkadang, karena sangat mengharapkan ada yang bisa dibawa pulang, nelayan terus saja mencari ikan. Tanpa disadari bahan bakar habis, mesin perahu mati. Nelayan terkatung-katung di tengah laut. Seperti belum lama ini dialami  oleh nelayan dari Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Flores Timur.  Nelayan tersebut kehabisan bahan bakar, terombang-ambing selama tiga hari di laut lepas sejauh 70 mill dari pantai. Untungnya nelayan tersebut ditemukan oleh kapal yang lewat, hingga selamat dan bertemu kembali dengan keluarga.

Memasang Rumpon 

Ada satu cara yang dapat membantu nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak. Yaitu, dengan memasang rumpon di tengah laut. Rumpon atau rumpong merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dapat dipasang di laut. Alat ini dapat menarik gerombolan ikan agar berkumpul di sekitar rumpon, sehingga ikan mudah ditangkap. Karenanya rumpon juga disebut rumah ikan.

(Aktivitas Nelayan Adonara)

(Aktivitas Nelayan Adonara)

Untuk mengoptimalkan bantuan bagi nelayan di Kecamatan Adonara, BWA berencana melengkapi paket wakaf kentinting dengan pemberian rumpon. Satu rumpon dapat dimanfaatkan secara bersama oleh 30 nelayan penerima manfaat. Pemasangan rumpon nantinya diharapkan dapat menghemat biaya pembelian bahan bakar, karena titik yang dituju di tengah laut sudah diketahui. Dengan demikian jarak dan waktu melaut serta kebutuhan bahan bakar dapat diperhitungkan.

Sejauh ini BWA sudah merealisasikan 10 unit wakaf perahu ketinting lengkap dengan alat tangkap (berupa pukat atau pancing), yang dibagikan di Desa Adonara dan Desa Sagu. Adapun 20 unit wakaf ketinting lagi serta satu buah rumpon sedang diupayakan dan diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat ini.

BWA mengajak para wakif untuk membantu pendanaan program wakaf kentiting dan rumpon ini agar para nelayan di wilayah Adonara dapat meningkatkan penghasilan dan taraf hidup mereka. Semoga Allah Subhanahu wata’aala membalas ketulusan para wakif dengan kebaikan berlipat ganda.

Update #1: Masih Banyak Yang Tak Punya Perahu Untuk Melaut, Nelayan Adonara Menantikan Wakaf Ketinting Tahap Kedua

Abdullah atau biasa dipanggil Labudu sangat bersyukur mendapatkan wakaf perahu ketinting dari Badan Wakaf Al Qur’an (BWA). Dengan perahu ini, ia bisa lebih leluasa melaut. Penghasilannya sekarang lebih baik dari sebelumnya. Ketika belum memiliki ketinting, Labudu sehari-hari menggantungkan nasib dengan ikut melaut bersama nelayan lain yang mempunyai perahu. Bisanya ia membantu pemilik perahu menangkap ikan dengan menebarkan pukat di tengah laut pada pagi hari, kemudian mengangkatnya kembali pada siang atau sore hari. Hasil tangkapan dibawa menepi dan dijual. Labudu mendapatkan uang dari bagi hasil perolehan tangkapan tersebut. Terkadang jumlahnya tidak seberapa.

Labudu merupakan salah seorang dari 10 nelayan yang mendapatkan bantuan wakaf perahu ketinting dan alat tangkap tahap pertama yang disalurkan oleh BWA untuk nelayan-nelayan di Desa Adonara dan Desa Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sembilan nelayan lain juga merasa sangat terbantu dan kini punya pengharapan untuk bisa meraih penghidupan yang lebih layak ke depan.

(Nelayan Ketinting Flores)

(Nelayan Ketinting Flores)

BWA telah berinteraksi langsung dengan para nelayan penerima manfaat ini. Tanggal 14-15 November 2019 lalu Tim  BWA melakukan survei dan mengadakan pertemuan khusus dengan mereka dalam kegiatan yang dinamakan Community Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan di atas Kapal Dakwah  BWA tanggal 15 November 2019. Dalam forum ini BWA menyampaikan edukasi tentang wakaf produktif, serta mengajak agar para nelayan penerima manfaat dapat bersama-sama menjaga amanah wakaf ini sehingga maksud program wakaf produktif dapat tercapai. Diharapkan bantuan dapat digunakan secara berkelanjutan, dan bertambah pula nilai manfaatnya di masa depan.

(Aktivitas Berlayar Para Nelayan)

(Aktivitas Berlayar Para Nelayan)

Dari tinjauan di lapangan BWA mengetahui bahwa 10 wakaf perahu ketinting tersebut digunakan oleh lebih dari 10 orang nelayan. Nazhir wakaf mengatur pemanfaatan ketinting sehingga bisa dipergunakan pula oleh nelayan-nelayan lain yang belum memiliki perahu.

Mengingat tingginya kebutuhan dan besarnya harapan nelayan terhadap program wakaf produktif ini, BWA berupaya untuk segera merealisasikan bantuan wakaf ketinting tahap kedua. Rencananya akan disalurkan 20 unit perahu lagi untuk Desa Adonara dan Desa Sagu, sehingga total bantuan kentinting yang diberikan berjumlah 30 unit. Setiap perahu dilengkapi dengan alat tangkap pukat atau pancing.

BWA menghimbau para wakif untuk berpartisipasi mendanai program wakaf ketinting di Adonara ini sehingga mencapai target yang direncanakan. Bantuan para wakif sangat diharapkan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas para nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

Semoga Allah Subhanahuwata’aala memudahkan langkah kita dalam mewujudkan wakaf ketinting tahap kedua untuk nelayan-nelayan Adonara, serta memberikan kemulian dan kebaikan kepada para wakif yang turut berpartisipasi mewujudkannya.

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.