Detil Proyek

Berikut ini adalah salah satu detil proyek dari Wakaf Al Quran & Pembinaan

Tuntaskan Buta Huruf Al Qur’an di Pulau Terluar Sulawesi Utara

Tuntaskan Buta Huruf Al Qur’an di Pulau Terluar Sulawesi Utara

Bulan November 2021, tim BWA melakukan survey ke Provinsi Sulawesi Utara untuk melihat perkembangan dakwah Islam dan kebutuhan Al Quran di sana. Alhamdulillah di Sulawesi Utara tim BWA bertemu dengan Ustadz Haris yang merupakan da’i lokal disana. Ustadz Haris berdomisili di Manado. Namun, karena beliau melihat kurangnya da’i di daerah-daerah pelosok maupun daerah minoritas dengan penuh semangat setiap sebulan sekali beliau menyempatkan waktunya di akhir pekan untuk berdakwah ke daerah-daerah tersebut. “Alhamdulillah, masih diberi kesempatan setiap akhir pekan selang-seling waktu untuk berdakwah walaupun perjalanannya cukup jauh dan memakan biaya,” ujar beliau. Semangat Ustadz Haris patut ditiru karena Sulawesi Utara yang merupakan daerah dengan Islam minoritas ini sangat membutuhkan pejuang-pejuang dakwah seperti Ustadz Haris ini.

Alhamdulillah tim BWA berkesempatan untuk ikut dalam kegiatan dakwah Ustadz Haris ke Bolaang Mongondow dan Minahasa. Dengan perjalanan darat selama 5 jam tim BWA bersama Ustadz Haris tiba di kediaman Ustadz Junaedi Mooduto yang memiliki 120 santri TPQ yang mengaji Al Qur’an. “Kami kesulitan mengajar anak-anak disini karena kesadarannya masih kurang ditambah kurangnya sarana-prasarana seperti Al Qur’an, sehingga anak-anak agak sulit untuk diajarkan betapa pentingnya untuk mempelajari Al Qur’an ini,” kata beliau.

(Kegiatan Survey tim BWA di Sulawesi Utara)

(Kegiatan Survey tim BWA di Sulawesi Utara)

Beliau sangat senang ketika tim BWA datang, beliau juga bercerita bahwa banyak Al Qur’an yang telah rusak karena sering sekali dipakai oleh anak-anak untuk mengaji. “Saya Berharap kedatangan teman-teman dari BWA agar dapat menyampaikan keluh kesah kami bahwa di sini sangat membutuhkan Al Quran, apalagi kami ini minoritas”.

Ada hal yang cukup membuat kami sedih yaitu ketika Ustadz Jaenal Mooduto bercerita ketika beliau berdakwah ke daerah pelosok di Bolaang Mongondow ini. “Ditempat kami ini karena minimnya ilmu agama Islam bahkan ada jamaah yang ketika sholat padahal imam sudah rakaat kedua, masbuk sholatnya mengejar rakaat imam agar rakaatnya sama, hal inikan sangat miris sekali. Dan tingkat buta huruf Al-Qur'an disini sangat tinggi sekali maka dari itu butuh sentuhan bantuan dari muslim di Indonesia agar ada bantuan Al-Qur'an terjemah supaya masyarakat paham isi kandungan Al-Qur'an”. Ini menjadi bahan evaluasi untuk kita semua walaupun di Sulawesi Utara ini Islam merupakan minoritas namun di beberapa kabupaten seperti Bolaang Mongondow ini Islam merupakan mayoritas. Tapi, sangat di sayangkan bahwa masih sangat banyak yang tidak bisa baca Al Quran dan tingkat pemahamanya Agama nya masih sangat rendah.

(Kondisi Al Quran Masjid Nurul Amal di Desa Poigar, Kec. Poigar)

(Kondisi Al Quran Banyak yang Sudah Rusak)

Tim BWA melanjutkan survey ke salah satu pulau yang berada di ujung Sulawesi Utara yang dikenal dengan nama kepulauan Sangihe. Penerbangan kami dari Manado Tahuna ditempuh 45menit menggunakan jalur udara. Tim BWA bertemu dengan Ustadz Sapri, da’i yang sudah sejak tahun 2013 menetap dan berdakwah di pulau ini.

(Al-Qur'an untuk Masyarakat Sulawesi Utara)

(Al-Qur'an untuk Masyarakat Sulawesi Utara)

“Perjuangan dakwah disini sungguh sangat berat apalagi kami tinggal berbaur di tengah pemukiman non muslim dimana gereja jumlahnya lebih banyak dari masjid, pergaulan pemuda pemudinya banyak yang tidak menutup aurat, dan banyak juga makanan makanan non halal yang dijual disini sehingga untuk saudara muslim yang ingin jajan makan perlu memilih. Kebutuhan Al-Qur'an disini sangat mendesak, bagi para mualaf yang baru belajar Islam sangat perlu adanya Al-Qur'an terjemah agar mudah memahami isi kandungan Al-Qur'an. Tingkat buta huruf Al-Qur'an disini juga sangat tinggi kami berharap nanti dengan adanya bantuan wakaf Al-Qur'an dapat menjadi motivasi kami agar Istiqomah didalam Islam,” ujarnya.

Keistiqomahan beliau dalam berdakwah alhamdulillah membuahkan banyak hasil. ketika ia tinggal di desa Tariang Baru Tabukan tengah dan mulai mengajar menjadi tenaga guru honorer kini banyak anak-anak yang mulai gemar mengaji. Apalagi Ustadz Sapri ini pernah mewakili lomba MTQ tingkat kabupaten jadi anak-anak disini senang mengaji Al-Qur'an.

(Semangat anak-anak di P. Sangihe mempelajari budaya Islam)

(Semangat Anak-anak di Pulau Sangihe Mempelajari Budaya Islam)

Perjuangan dakwah Da’i-da’i lokal disana harus dibarengi dengan sarana prasarana yang ada termasuk Al Qur’an untuk mereka karena memang di daerah minoritas cukup sulit untuk membeli Al Qur’an apalagi jika mereka berada di pelosok.

Di Sulawesi Utara sendiri jumlah penduduk muslimnya cukup banyak walaupun minoritas yaitu 843,68 ribu jiwa. Selain itu terdapat juga 1.185 masjid di Sulawesi Utara dan juga  terdapat 22 pondok pesantren yang memiliki lebih dari 3.944 santri yang itupun belum termasuk dari lembaga-lembaga pendidikan seperti TPQ ataupun Pondok Pesantren yang tidak terdaftar di Kemenag. Dan perlu diketahui jumlah ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun dengan melihat prospek perkembangan dakwah di Sulawesi Utara.

BWA rencananya akan mendistribusikan Al Quran dalam project WAP Sulawesi Utara ini sebesar 100.000 Al Qur’an. Jumlah yang masih jauh dari penduduk muslim di Sulawesi Utara ini diharapkan menjadi pembuka untuk terciptanya masyarakat Sulawesi Utara yang semakin cinta kepada Allah SWT. Project WAP Sulawesi Utara ini diharapkan bisa mensupport da’i dan masyarakat di sana yang sangat ingin untuk belajar dan memperkuat akidah Islamnya dengan support dari segala pihak dan para wakif tentunya. Aamiin.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah)

Partner Lapangan:

Ustadz Haris

 

#BWA #2022SejutaQuran Satukan Indonesia #Wakaf #WAP #SulawesiUtara

 

Tuntaskan Buta Huruf Al Qur’an di Pulau Terluar Sulawesi Utara

Update #3: Islam di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara

Perjalanan survey tim BWA di Sulawesi Utara mengantarkan kami ke daerah Tondano, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Di daerah sini Islam merupakan minoritas sehingga agak sulit untuk mencari Masjid ataupun Musholla. Minahasa merupakan daerah yang tidak bisa lepas dari sejarah penyebaran Islam di Sulawesi Utara. Ada sebuah masjid di sini yang bersejarah yaitu Masjid Diponegoro di Desa Tonsea Lama Tegal Rejo.

Daerah ini merupakan salah satu tempat dibuangnya pangeran Diponegoro oleh Belanda pada masa penjajahan lalu. Harapan penjajah dengan dibuangnya pangeran Diponegoro ke daerah ini akan mengikis akidah beliau namun hal demikian tidak terjadi, justru dengan adanya pangeran Diponegoro di Sulawesi Utara membuka lahan dakwah Islam di sini.

Kedatangan tIm BWA di Sulawesi Utara ingin meneruskan perjuangan dakwah Islam Pangeran Diponegoro dan Kyai Mojo. Kami sempat bertemu dengan Imam Masjid Diponegoro yaitu Ustadz Samsul Saelani dan tokoh masyarakat, Ustadz Bahrudin Ketua KUA di Tondano. Banyak cerita yang kami dapat dari beliau tentang kondisi muslim di Tondano.

(Ustadz Bahrudin menerima simbolis Al-Qur’an dari Ustadz Haris)

“Urgensi Al-Qur'an di sini harus diimbangi dengan pembinaan juga harus dirutinkan pengajian pengajian TPQ bagi anak-anak muslim. Di sini kesadaran tentang Al-Qur'an masih dikit maka tak heran dirumah saudara kita juga jarang ada Al-Qur'an. ditambah Al-Qur'an harganya mahal bisa mencapai 150rb per buku. Bahkan ketika akad nikah saja pasangan mempelai juga sering di tanyakan bisa mengaji baca Al-Qur'an tidak dan kebanyakan belum bisa baca Al-Qur'an,” cerita Ustadz Bahrudin.

BWA mengajak seluruh muslimin untuk dapat berpartisipasi dalam program 100.000 Al Quran untuk Masyarakat Sulawesi Utara.  Melihat kondisi seperti ini sangatlah miris dan memprihatinkan semoga nanti dengan adanya bantuan wakaf Al-Qur'an dari BWA, tingkat buta huruf Al-Qur'an semakin menurun, dan jumlah TPQ bisa meningkat. Aamiin.

 

Update #2: Penuhi Kebutuhan Al-Qur’an untuk Muslim di Bolaangmongondow

Pertengahan bulan november 2021 lalu, tim BWA berangkat menuju ke Bolaangmongondow. Tim bertolak dari Manado Jam 07.00 WITA, tim berencana untuk silaturahmi dengan ketua BKPRMI dan ketua TPA se-Bolaangmongondow.

Perjalanan menuju Bolaangmongondow rupanya ditempuh 7 jam perjalanan sekitar lebih dari 200 km via jalur darat. Tim sempat singgah di masjid Al-Munaharah,  Desa Tawaang, Kec. Tenga, Kab Minahasa Selatan. Saat tim BWA singgah kami ngecek ketersediaan Al-Qur'an di masjid ini namun kami hanya melihat 4 buah Al-Qur'an saja yang layak pakai padahal ini masjid besar yang berada di jalur lintas provinsi.

(Al-Qur'an untuk Muslim di Bolaangmongondow)

Akhirnya jam 4 Sore team BWA tiba di Bolaangmongondow di kediaman Ustadz Junaedi Mooduto ketua TPA se-Bolaangmongondow. Di rumah beliau jumlah siswa ada 120 anak yang mengaji Al-Qur'an. Beliau bercerita kepada team BWA, “kami kesulitan mengajar anak-anak di sini, minat belajar mereka bagus tapi tidak ada sarananya, kadang Al-Qur’an gantian sampai banyak yang rusak,”.

“Hingga akhirnya di sebelah rumah kami siapkan tempat khusus untuk mengaji harapannya agar tidak hanya anak-anak saja namun orang tuanya juga. Alhamdulillah tahun 2020 saya dapat Al-Qur'an BWA dari teman-teman di Gorontalo sebanyak 20 Al-Qur'an namun kondisinya sekarang sudah rusak karena dipakai mengaji bergantian. saya berharap kedatangan teman-teman dari BWA agar dapat menyampaikan keluh kesah kami bahwa disini sangat membutuhkan Al-Qur'an, apalagi kami ini minoritas,” lanjut Ustadz Junaedi.

“Saya sangat bersemangat mendidik anak-anak mengaji agar menjadi benteng akidah, tidak rusak pergaulannya dan tentunya agar generasi yang akan datang jauh lebih baik dari sekarang,” ujar Ustadz Junaedi Mooduto.

Setelah berbincang dengan Ustadz Junaedi Mooduto, tim BWA berbincang-bincang dakwah dengan Ustadz Jaenal Mooduto. Beliau merupakan ketua BKPRMI Bolaangmongondow, Sulawesi Utara. Beliau bercerita sangking minimnya ilmu agama Islam di sana bahkan ada jamaah yang ketika sholat padahal imam sudah rakaat kedua, masbuk sholatnya mengejar rakaat imam agar rakaatnya sama.

“Itu (kejadian tersebut) dalam hal pelaksanaan ibadah. Nah hal inikan sangat miris sekali ya selain itu tingkat buta huruf Al-Qur'an di sini juga sangat tinggi maka dari itu butuh sentuhan bantuan dari muslim di Indonesia bagaimana gitu agar saudara kami ini melek Al-Qur’an,” tutur beliau.

“Kami juga ingin daerah kami seperti di daerah-daerah lain yang menghasilkan Qori dan Penghafal Al-Qur’an walaupun mungkin agak panjang waktunya tapi kan tidak menutup kemungkinan. Misalkan saja dengan adanya bantuan Al-Qur'an terlebih dahulu seperti terjemah supaya masyarakat paham isi kandungan Al-Qur'an terus dibuatkan pelatihan-pelatihan mengaji agar bisa baca Al-Qurannya dengan baik dan benar. Insyaallah akan menjadi pahala jariyah dan ilmu yang bermanfaat,” tutup Ustadz Jaenal.

 

Update #1: Al-Qur’an untuk Muslim di Pelosok Sulawesi Utara

Sejak tahun 2020 lalu banyak permintaan Al-Qur'an yang datang dari Sulawesi Utara, terkhusus permintaan yang datangnya dari saudara-saudara mualaf dan saudara muslim  yang tinggal di pelosok yangjauh dari ibukota provinsi seperti di Bolaang Mongondow, Kotamobagu, Pulau Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

TIm BWA bertolak dari Luwuk Banggai menuju Manado menggunakan pesawat kecil Wings Air. Alhamdulillah meskipun memakan waktu yang cukup lama untuk proses pemeriksaan protokol kesehatan, tim akhirnya mampu melewati prosesnya dan setibanya di bandara tim dijemput oleh Ustadz Haris, Partner Lapangan BWA wilayah Sulawesi Utara.

(Al-Qur'an Untuk Muslim Sulawesi Utara)

Bertemu dengan Ustadz Haris ini sangat luar biasa. Melihat profesinya yang hanya sebatas penjual sayuran tak menyurutkan hati nurani beliau untuk membantu saudara-saudara muslim agar terbebas dari buta aksara Al-Qur'an. Berawal dari perjalanan dakwah beliau ke wilayah Bolaang Mongondow yang ternyata kondisi muslim disana masih banyak yang belum bisa baca tulis hijaiyah.

Kedatangan team BWA dalam survey kali ini hanya membawa 40 Mushaf Al-Qur'an, namun meskipun hanya membawa sedikit namun beliau sangat memprioritaskan kepada yang betul-betul membutuhkan. Beliau ingin sekali mengajak team BWA untuk melihat kondisi langsung saudara muslim di wilayah binaan beliau di Bolaangmongondow.

“Semoga di tahun 2022 paling tidak, dapat segera terealisasi kebutuhan Al-Qur'an bagi saudara muslim Sulawesi Utara, sehingga dapat menunjang kebutuhan sarana mengaji belajar Al-Qur'an,” harap beliau.

Mari bersama BWA berwakaf Al-Qur’an untuk saudara saudara muslim kita di pelosok Sulawesi Utara. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para wakif dengan keberkahan hidup di dunia dan akhirat, aamiin.

 

DONASI YANG DIBUTUHKAN

Rp 10.000.000.000



9.95%
Butuh Rp 9.004.887.313,- lagi

PROJECT LAIN

Disclaimer:
Jika hasil penggalangan dana project wakaf/donasi melebihi dari target yang dibutuhkan, maka kelebihan dana project ini akan dialihkan kepada program dan project lain di Badan Wakaf Al Qur’an berdasarkan kebijakan manajemen BWA.